Slide 1

Berita PUPR > Bimbingan Teknis “ Manajemen Konstruksi”


Senin, 05 Maret 2018, Dilihat 191 kali

Bintek ini diselenggarakan dalam rangka memberikan wawasan pengetahuan para peserta tentang bagaimana mekanisme penyusunan dokumen kelayakan Pilot Projek dan Rencana Bisnis guna mendukung kegitan Replikasi Perdana Teknologi Litbang PUPR agar termanfaatkan bagi kepentingan masyarakat penerima maupun masyarakat pengguna. Diharapkan dengan Bimbingan Teknis ini pelaksana konstruksi mampu melakukan self assessment dengan pemeriksaan secara menyeluruh terhadap proyek itu sendiri agar tidak keluar dari spek dan aturan yang ditentukan.
Peserta bintek ini diperuntukkan bagi para peneliti, Perekayasa serta pegawai yang membidangi pekerjaan konstruksi di Lingkungan Badan Litbang dengan rincian jumlah peserta sebagai berikut :
1. Peserta dari Puslitbang KPT berjumlah 10 orang
2. Peserta dari Pusjatan 5 orang
3. Peserta dari Pus[perkim 4 orang
4. Peserta dari Pus SDA 5 orang
Sambutan Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan Sumber Dara Air dan Konstruksi : Ir. K.M Arsyad, M.Sc,Pelatihan Manajemen Konstruksi akan diselenggarakan mulai 5 Maret 2018 s.d 9 Maret 2018. Adapun Materi Manajemen Konstruksi yang akan diberikan antara lain : Waktu Konstruksi, Biaya Konstruksi, Mutu Konstruksi, Pengadaan Konstruksi, Rantai Pasok Konstruksi dan Resiko Konstruksi. Apresiasi kepada Balitbang atas kerjasamanya dengan BPSDM sehingga terselenggaranya Pelatihan ini. Pelatihan ini diharapkan dapat memenuhi standar kompetensi Manajemen Konstruksi mendukung kegiatan konstruksi khususnya di Badan Litbang.
Sambutan Kepala Badan Litbang PUPR, Dr, Ir, Danis H Sumadilaga, M.Eng.Sc. Walaupun Litbang ada diposisi Hulu, namun Manajemen Konstruksi perlu diposisikan letaknya mulai dari Planning, Programming maupun Budgeting. Sesuai Peraturan Presiden 54 tentang Pengadaan Barang dan Jasa, maka jika mengacu ke Manajemen Konstruksi setiap kegiatan seperti Kontaktual, Design dan Build maupun swakelola memiliki perbedaan. Produk litbang sebenarnya adalah produk yang masih dalam proses sehingga masih banyak kelemahan yang perlu disempurnakan, sehingga Manajemen Kontruksi yang diselenggarakan di Balitbang sebenarnya tidak sama dengan Manajemen Konstruksi yang ada di Proyek -proyek pada umumnya. Bahkan di beberapa Negara, Pengadaan Litbang malah bersifat rahasia. Saat pelatihan nanti, sebaiknya langsung pada studi kasus saja, seperti apakah terdapat perbedaan dalam kuantitas pengadaan satu jembatan gantung dengan pengadaan 100 jembatan gantung. Oleh karena itu, disini kita berbicara tentang “Delivery Method”, mulai dari jumlah dan Lokasinya agar tepat waktu, tepat mutu dan tepat biaya sehingga harapannya kedepan tidak ada lagi kegagalan dalam proses pengadaan.