Slide 1

Berita PUPR > Toilet Canggih Karya Balitbang Siap Jadikan Danau Toba Destinasi Wisata Dunia


Sabtu, 24 Maret 2018, Dilihat 400 kali

Medan (24/3/18), Dalam rangka mendukung program pemerintah membangun Kawasan Strategis Parisiwata Nasional (KSPN) di kawasan wisata Tele, Danau Toba, Kabupaten Samosir, Sumatera Utara, Badan Penelitian dan Pengembangan melalui Puslitbang Kebiajakan dan Penerapan Teknologi (PKPT) telah merampungkan pembangunan toilet pariwisata skala internasional sekaligus diserah terimakan langsung kepada pihak daerah dalam hal ini pihak dari Bappeda Kabupaten Samosir pada hari jumat (22/3/18) berlokasi di Bangunan Geopark Kaledra Toba, Rest Area Tele.

“ini merupakan replikasi perdana teknologi Balitbang, yang pada tahun 2017 adalah prototype, serta merupakan proses pembuktian bahwa produk litbang sudah bisa dikerjakan oleh pihak swasta, tidak hanya oleh pihak peneliti Balitbang semata”, ungkap Kepala Puslitbang Kebijakan dan Penerepan Teknologi, Rezeki Peranginangin yang mewakili kepala Badan Litbang saat memberikan sambutan serah terima toilet pariwisata tersebut.

Toilet pariwisata ini bisa dikatakan sebagai toliet canggih skala internasional dikarenakan telah menerapkan teknologi Instalasi Air (IPA) dan Teknologi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang merupakan prouduk teknologi hasil karya anak bangsa yakni hasil karya penelitian Pusalitbang Perumahan dan Permukiman, Balitbang.

Untuk IPAL, terdiri dari atas kolam sanita dan biofil sementara IPA yang terdiri atas menara aerasi dan reverse osmose (RO). Adapun keunggulan dari teknologi ini dibanding dengan teknologi yang serupa dalah dari sisi anggaran yang murah, untuk IPAL hanya dibangun dengan anggaran 209 juta, sementara IPA hanya menelan biaya sebesar 498 juta.

“sebagai informasi, kebetulan DIY itu membangun toliet persis seperti ini, tapi teknologinya impor semua, ada RO, ada IPAL yang didatangkan dari swedia, luas bagunannya sama, itu menghabiskan dana hingga Rp 5,5 miliar, selisih Rp 2,2 miliar lebih mahal”, kata Dimas Hastama Nugraha, Peneliti Muda Balitbang yang turun tangan langsung mengawal proses pembangunan toilet canggih tersebut dari awal hinga akhir yang ditemui langsung di lokasi.
Sementara itu Rezeki Peranginangin juga menambahkan himbauan serta ajakan kepada masyarakat setempat agar toilet ini nantinya dapat dijaga dan dipelihara sebaik-baiknya terutamanya oleh pemerintah Kabupaten samosir. Pasalnya, kawasan danau toba saat ini tengah mengikuti penilaian dari UNESCO sebagain global Geopark Network.

Disisi lain, Bupati Samosir, Rapidin Simbolon yang turut hadir pada acara tersebut saat diwawancarai mengungkapkan kegembiraanya terhadap pembangunan percontohan toliet canggih yang dibangun oleh pihak pemerintah Pusat dalam hal ini Puslitbang Kebijakan dan Penerapan Teknologi, Balitbang.
“saya merasa sangat berterimakasih atas dibangunnya toilet canggih ini yang telah memenuhi tarap standar internasional dan telah dipilihnya lokasi objek wisata Tele sebagai lokasi penerapannya karena ini baru pertama kali di indonesai dan hanya baru dua wilayah, satu lagi di DIY Yogyakarta.” Ucap Rapidin Simbolon.

Serta rencananya lokasi tersbut akan dijadikan pintu gerbang utama memasuki wilayan Danau Toba yang saat ini memanang tengah dalam proses penilaian dari UNESCO untuk dijadikan kawasan Global Geopark Netwok.
Untuk diketahui, toilet ini terdiri atas dua lantai. Lantai pertama terdapat lima toliet wanita dan tiga toliet pria ditambah lima urinoir. Selain itu juga dilengkapi satu toilet difable dan ruang laktasi, dan mushola.

Sementara itu dilantai dua, terdapat ruang pamer yang nantinya akan dimanfaatkan untuk informasi pariwisata danau toba, serta informasi teknologi. Serta dapat dimanfaatkan sebagai area berfoto selfie karena dari lantai tersebut terlihat jelas indahnya pulau samosir dan danau toba.