Slide 1

Berita PUPR > Balitbang Membangun teknologi JUDESA ke dua di Destinasi Wisata Dunia Pulau Komodo


Minggu, 29 April 2018, Dilihat 420 kali

Kepala Badan Litbang PUPR Danis H. Sumadilaga melakuan peresmian dan serah terima kelola jembatan gantung teknologi JUDESA (Jembatan Untuk Desa Asimentris) di Kabupaten Manggarai Barat Provinsi Nusa Tenggara Timur (28/4) yang menghubungkan Desa Siru dan Desa Wae dan merupakan replikasi perdana teknologi Balitbang PUPR pertama di luar Pulau Jawa.

“Ada sepuluh destinasi wisata, salah satunya Kabupaten Manggarai Barat ini yang memang menjadi perhatian khusus dalam rangka mengembangkan kawasan pariwisata. Kami dari Balitbang Kementerian PUPR bertugas mendesain dan memberi contoh, ini adalah contoh yang pertama di luar pulau Jawa, sebelumnya adalah di provinsi Jawa Barat dan kami juga akan membangun contoh-contoh lagi agar nanti Provinsi atau Kabupaten lainnya juga dapat membangun jembatan JUDESA ini dengan segala kemudahannya” Kata Danis saat memberikan sambutan peresmian.

Penerapan tenologi JUDESA dikecamatan Lembor yang memiliki empa belas desa termasuk Desa Siru dan Desa Wae dengan karakteristik daerahnya berupa pegunungan, serta kedua desa tersebut dipisahkan sungai sangatlah tepat diterepkannya teknologi JUDESA sebagai solusi penghubung antar kedua desa tersebut. Karena selama ini masyarakat hanya menggunakan perahu untuk menyebrangi sungai dan akan sangat sulit sekali untuk menyebrang dikala musim penghujan dan banjir serta adanya ancaman keselamatan dari binatang buas seperti buaya saat menyebrangi sungai.

Teknologi JUDESA ini diperuntukkan bagi pejalan kaki ataupun pesepeda motor dengan bentang panjang 62 meter lebar 1,8 meter dan mampu menahan beban 300 kg/m2. Jembatan ini bertipe Asimetris atau menggunakan satu pilon, dengan waktu pelaksanaan 120 hari kalender (termasuk pembuatan bangunan atas).

Danis juga menyampaikan bahwa permintaan kebutuhan jembatan gantung di Indonesia kepada Kementerian PUPR sangat banyak. Kebutuhan jembatan gantung yang sudah di hitung oleh Kementerian PUPR jumlahnya kurang lebih sepuluh ribu. “Kalau di indonesia ada lima ratus Kabupaten/Kota dan di tiap Kabupaten/Kota butuh jembatan gantung berarti kurang lebih seribu jembatan gantung, kalau dua puluh ribu Kabupaten/Kota berarti kebutuhan jembatan gantung kurang lebih sepuluh ribu” ungkap Danis.

Sementara itu, Bupati Manggarai Barat, Drs. Agustinus Ch. Dula mengaku senang akan keberadaan JUDESA yang di bangun oleh Balitbang Kementerian PUPR yang telah mengubungkan dua Desa di Kecamatan Lembor yakni Desa Siru dan Wae Wako. “Saya sangat senang dan gembira melihat Judesa ini yang sangat luar biasa. Ini bukti komitmen yang tinggi dari Presiden Jokowi-JK dalam implementasi Nawacita ketiga,”ungkapnya.

Peresmian ditandai dengan penandatangan prasasti, gunting pita dan upacara adat di Desa Siru. Peresmian dihadiri oleh Bupati Manggarai Barat, Kepala Pusat Litbang Kebijakan dan Penerapan Teknologi, Kepala Balai Litbang Penerapan Teknologi Jalan dan Jembatan, Kepala Satker Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah III Provinsi NTT Balai Pelaksanaan Jalan Nasional X dan Tokoh Masyarakat Desa Siru dan Wae Wako.

baca juga : Mengatasi Wilayah Terisolasi, Balitbang PUPR Hadirkan Teknologi JUDESA di Desa Siru NTT