Slide 1

Berita Katalog Produk IPTEK > Buku Rumah Sederhana Sehat Berbasis Nilai Lokal


Kamis, 05 Juli 2018, Dilihat 299 kali

Pembangunan perumahan massal dalam beberapa dasawarsa belakangan ini cenderung dilakukan dengan pendekatan pragmatik-fungsional yang mengarah pada kesamaan bentuk dan kesamaan ruang. Sementara itu, kondisi wilayah di Indonesia sangat beragam sehingga rumah massal banyak yang tidak sesuai dengan kebutuhan masyarakat setempat. Metode pengadaan rumah bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) cenderung mengandalkan skema pengadaan yang lebih mengedepankan aspek ekonomi sehingga mereduksi makna rumah itu sendiri.

Pola pembangunan ini memicu hadirnya rancangan rumah sederhana yang tipikal, baik harga maupun rupa. Contohnya tidak ada beda antara rancangan rumah sederhana di kota besar seperti Medan dengan rancangan rumah di kota-kota menengah dan kecil seperti di Flores, misalnya. Kenyataannya kini banyak rumah sederhana yang siap pakai, baik dibangun oleh pemerintah maupun swasta, mangkrak tidak laku.

Sayembara ini dilatarbelakangi oleh pemikiran bahwa potensi setempat, lokalitas, keragaman arsitektur tradisional yang ada di seluruh wilayah negeri ini sangat dibutuhkan dalam rancangan rumah tinggal sederhana lagi sehat. Tujuannya agar penghuni, yang kebanyakan adalah masyarakat setempat, juga dapat merasakan bahwa rumah tinggalnya memiliki kekhasan sebagaimana yang mereka pikirkan dan rasakan. Diharapkan rumah sederhana tersebut mampu menjadi ‘dunia kecil’ (jagad alit) si penghuni.

Rancangan Rumah Tinggal Sederhana Sehat yang setara dengan MBR digagas untuk memberi keragaman dan keunikan budaya yang tercermin pada permukiman warganya. Melalui sayembara ini, besar harapan dapat diperoleh rancangan rumah sederhana yang selaras, “membetahkan” (homy, pomah) dan berbasis pada pengembangan konsep nilai-nilai lokal serta arsitektur tradisional Indonesia.

Informasi Selengkapnya klik Disini.