Slide 1

Berita PUPR > Teknologi Jaringan Irigasi Perpipaan Berbasis Masyarakat


Senin, 13 Agustus 2018, Dilihat 87 kali

Permasalahan utama irigasi dengan saluran terbuka adalah besarnya kehilangan air dalam penyaluran. Air yang terbuang secara cuma-cuma dalam irigasi saluran terbuka mencapai 60%. Untuk itu perlu ditunjang model infrastruktur jaringan irigasi yang sesuai. Irigasi perpipaan merupakan salah satu alternatif teknologi aplikasi irigasi, yang secara teoritis mempunyai efi siensi irigasi lebih tinggi dibanding irigasi permukaan.

Namun demikian, dalam penerapan di lapangan, efi siensi irigasi yang tinggi hanya dapat dicapai apabila jaringan irigasi perpipaan dirancang dengan benar dandioperasikan secara tepat. Untuk dapat menghasilkan saluran irigasi perpipaanyang tepat guna, perlu dikaji dan disiapkan mulai dari perencanaan, pelaksanaan sampai dengan operasi jaringan, yang diharapkan bermanfaat untuk dijadikan acuan penyusunan kriteria perencanaan jaringan irigasi perpipaan.

Dari hasil pengujian simulasi sedimentasi di laboratorium, diketahui untuk dapat melarutkan sedimen dengan diameter butiran di bawah 0,088 mm dibutuhkan kecepatan aliran dalam pipa minimal 0,49 m/detik. Sedangkan dari hasil pengamatan lapangan kecepatan aliran dalam pipa lebih dari 3 m/detik rentan menimbulkan pukulan air, menimbulkan suara berisik, dan getaran terhadap pipa. Untuk itu, kecepatan aliran dalam jaringan irigasi perpipaan sebaiknya berada dalam rentang 0,49 m/detik sampai dengan 3 m/detik.

 

Team Balitbang Melakukan Pengecekan Jaringan Irigasi Perpipaan Berbasis Masyarakat

Sedangkan dari hasil penerapan lapangan diperoleh percabangan pipa sistem dua pintu lebih cocok diterapkan pada irigasi bergiliran dengan alasan pengoperasian pintu lebih mudah dilaksanakan. Sementara percabangan pipa sistem satu pintu lebih cocok diterapkan pada irigasi kontinyu (terus menerus) dengan alasan lebih ekonomis dan simpel. Kendati begitu, sistem irigasi permukaan baik satu pintu maupun dua pintu sangat bermanfaat untuk menunjang produktifi tas pertanian dan perkebunan kita.

Sistem irigasi permukaan melalui jaringan perpipaan sangat berguna untuk mendongkrak produksi pangan di musim kemarau. Rendahnya ketersediaan air di musim kemarau membuat petani harus bisa memanfaatkan sumber air permukaan melalui perpipaan dan perpompaan. Pemanfaatan air permukaan misalnya dengan irigasi perpipaan dengan sistem gravitasi yang pendistribusiannya menggunakan pipa. Selain itu bisa juga melalui irigasi perpompaan yang menggunakan pompa air dengan pendistribusian melalui saluran terbuka dan tertutup. Kedua sistem irigasi ini juga bisa dikombinasikan penggunaannya.

Read More...