Slide 1

Berita PUPR > Balitbang Kementerian PUPR Kembali Ikuti Concrete Show South East Asia Tahun 2018


Rabu, 19 September 2018, Dilihat 123 kali

Foto bersama Kepala Badan Litbang dan seluruh VVIPs

Plt. Kepala Badan Litbang, Ir. Lukman Hakim MSc mewakili Menteri PUPR Basuki Hadimuljono membuka acara Concrete Show South East Asia yang kembali diselenggarakan oleh PT UBM Pameran Niaga Indonesia pada hari ini yang bertempat di JIExpo - Kemayoran, Jakarta. Acara ini akan berlangsung selama 3 (tiga) hari terhitung dari hari ini 19 sampai dengan 21 September 2018 dan telah diikuti oleh lebih dari 200 peserta dari 23 negara yang menampilkan produk, jasa, dan teknologi di bidang beton pracetak dan prategang, produksi beton ready mix, dan alat-alat konstruksi lainnya.

Dalam rangka meningkatkan kualitas sumber daya manusia bidang konstruksi di Indonesia turut diselenggarakan dua kegiatan; pertama Kegiatan Seminar Efiensi Konstruksi melalui Teknologi dan Beton Ringan dan yang kedua Kegiatan Diseminasi Teknologi Beton Ramah Lingkungan untuk Pembangunan dan Preservasi Concrete Technology Seminar oleh Balitbang Kementerian PUPR. Selain itu Balitbang telah menyusun beberapa Riset yang memiliki kualitas Standar Nasional Indonesia (SNI) serta Pedoman tentang pemanfaatan bahan-bahan yang terkatagori limbah B3 yaitu hasil kegiatan produksi sfesifik yang memiliki potensi besar untuk lingkungan dan berkelanjutan yaitu : abu terbang, pasir tailing, slag baja, dan semen slag.

“Infrastruktur ditempatkan sebagai prioritas utama dalam pembangunan nasional untuk meningkatkan daya saing global dan mengurangi kesenjangan antar wilayah juga kesenjangan sosial. Seperti yang pernah disampaikan oleh Menteri PUPR bahwa hanya dari sektor jalan yang masih menggunakan impor kira-kira sekitar 74% sedangkan yang lain sudah 98% menggunakan local direct.” tegas Lukman Hakim.

Dalam sambutan yang dibacakan oleh Kepala Badan Litbang, Menteri PUPR menyampaikan bahwa Kementerian PUPR memiliki tugas dan fungsi di bidang jalan untuk menyelesaikan 1.350 km jalan strategis, 1.850 km jalan tol, 26 km pembangunan jembatan dan 19 km rehabilitasi jembatan. Dibidang SDA akan menampung 65 bendungan, pembangunan irigasi 1 juta ha, peningkatan sarana dan prasarana pengelolaan air baku, serta peningkatan 530 km pengaman pantai. Sedangkan di bidang Permukiman akan membangun 7 batas lintas negara (PLBN) dan prasarananya, SPAM , pengentasan kawasan kumuh serta di bidang perumahan menargetkan 1 juta unit rumah setiap tahun untuk mengurangi Backlog dan rumah tidak layang huni.

“Saya harap pembangunan infrastruktur di Negeri ini menjadi lebih baik, cepat, dan murah menuntur agar teknologi beton terus berkembang, semakin mudah dikerjakan, lebih kuat, lebih awet, tetap ekonomis, dan ramah lingkungan.” tambah Lukman.

Oleh karena itu, acara Concrete Show South East Asia ini diharapkan dapat membuka cakrawala baru sehingga dapat digunakan sebaik-baiknya untuk kesejahteraan bangsa Indonesia melalui pemanfaatan teknologi terbaru. Mengingat meningkatnya kebutuhan penggunaan beton akan memberikan konsekuensi yang kompleks menyangkut dampak yang ditimbulkan terhadap lingkungan, selama tahap ekplorasi bahan, produksi semen dan tahap konstruksi maka perlu ditingkatkan inovasi untuk tidak memitigasi dampak negative yang mungkin terjadi melainkan meningkatkan value for money material baton itu sendiri.