Slide 1

Berita Dinamika Riset > Majalah Dinamika Riset Edisi II Tahun 2018


Rabu, 10 Oktober 2018, Dilihat 31 kali

Produk intelektual bangsa Indonesia, terutama dalam bentuk publikasi ilmiah dan paten, masih tergolong minim. Bahkan, kondisi tersebut masih sekitar 25 persen dibandingkan dengan negara-negara ASEAN lainnya. Kabar tersebut sempat dimuat dalam media daring nasional. Bahwa Indonesia masih tertinggal dari negara-negara lain dalam urusan mematenkan hasil penelitian adalah sebuah fakta yang tak dapat dibantah. Mengutip data dari Pusat Penelitian
Perkembangan IPTEK LIPI, dalam kurun waktu 2001-2010, lembaga riset di Korea Selatan, KAIST, menghasilkan jumlah publikasi internasional sebesar 20.183. Jumlah ini kemudian diikuti oleh lembaga riset Jepang, JST, dengan jumlah publikasi internasional sebesar 13.604. Tempat ketiga diisi oleh lembaga riset Australia, CSIRO, dengan jumlah publikasi internasional sejumlah 11.611. Dalam kurun waktu yang sama LIPI menghasilkan publikasi internasional sebesar 417.

Klik disini untuk mengunduh