Slide 1

Berita Dinamika Riset > Majalah Dinamika Riset Edisi III Tahun 2018


Kamis, 11 Oktober 2018, Dilihat 25 kali

Dulu dicuekin, sekarang jadi pusat perhatian. Begitulah Indonesia Timur. “Kenapa kita harus bangun di Papua, di Maluku Utara, di NTT, kenapa kita harus bangun diIndonesia bagian Timur? Ya kita ini bernegara, bukan berbisnis, bukan berekonomi saja,” kata Presiden Jokowi menjelang akhir September lalu. Berangkat dari semboyan “Membangun Dari Pinggiran”, pembangunan infrastruktur kiantak terbendung.

Sejak awal pemerintahannya, Presiden Jokowi berkomitmen membangun infrastruktur di Indonesia. Infrastruktur digenjot untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Infrastruktur yang buruk berakibat pada tingginya biaya ekonomi. Kenaikan biaya transportasi dengan dalih infrastruktur yang buruk bisa memicu kenaikan harga bahan pokok.

Makanya, tidak begitu heran jika harga bahan pokok di wilayah Indonesia Timur begitu mahal. Itulah sebabnya, percepatan pembangunan infrastruktur konektivitas demi pemerataan diseluruh Indonesia harus dilakukan. Termasuk pembangunan Jalan Trans Papua yang ditargetkan dapat tersambung seluruhnya pada 2018-2019 mendatang dan wilayah Indonesai Timur lainnya.

Kita juga gembira mulai beroperasinya 16 pelabuhan di wilayah Indonesia Timur. Sebanyak 16 pelabuhan yang akhir Agustus lalu diresmikan oleh Menteri BUMN Rini Soemarno meliputi 5 pelabuhan di Papua, 5 pelabuhan di Pulau Sulawesi, 4 pelabuhan di Pulau Kalimantan dan 2 pelabuhan di wilayah Ambon dan Ternate.

klik disini untuk download