Slide 1

Berita PUPR > Teknologi Inovasi Balitbang Turut Meramaikan Pameran Konstruksi Indonesia


Jumat, 02 November 2018, Dilihat 78 kali

Pameran Konstruksi Indonesia diselenggarakan bersamaan dengan acara Infrastructure Week. dan Intertraffic Indonesia 2018 diadakan di JI Expo Kemayoran, Jakarta dari tanggal 31 Oktober sampai 2 November 2018. Pameran diadakan, untuk mendukung Pembangunan Infrastruktur, terutama dalam hal pengembangan SDM konstruksi dan K3 Konstruksi. Ribuan produk inovatif solusi bangunan dan konstruksi ditampilkan serta workshop/seminar Konstruksi Indonesia. Tak kurang berbagai perusahaan internasional dari 10 negara, memamerkan produk inovasi teknologi konstruksi, 131 stand yang akan memamerkan produk, 812 pertemuan bisnis. Pada Bilateral meeting akan dihadiri oleh lima negara yakni Malaysia, India, Australia, United Kingdom dan RRT, melibatkan para pengusaha yang terlibat dalam bidang konstruksi, termasuk penandatangan Nota Kesepahaman dengan Australia menyangkut peningkatan sumber daya manusia.

Pembukaan pameran dilakukan pada hari Rabu, 31 Oktober 2018 di Area Terbuka JI Expo, dimulai sekitar pukul 09.00 oleh Presiden Republik Indonesia, Bapak Joko Widodo.

Presiden Jokowi menyampaikan, bahwa pembangunan infrastruktur dilakukan untuk meningkatkan konektivitas, menyambungkan, membuka keterisolasian, memudahkan biaya transportasi dan logistik.

“Hal ini bukan saja dimaksudkan untuk mempercepat pembangunan ekonomi, tapi juga mempersatukan Indonesia,” jelas Presiden Jokowi

Di ajang Konstruksi Indonesia 2018 ini, Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi Nasional (LPJK) akan menyediakan 10.000 sertifikat gratis bagi para tenaga konstruksi ahli dan terampil. Sertifikasi menjadi program unggulan LPJK untuk mendorong kualitas SDM konstruksi agar pekerjaannya dapat terukur, sehingga ukuran tersebut dapat mendorong mereka untuk meningkatkan kualitas lebih lagi dan juga dapat menjadi acuan bagi perusahaan-perusahaan yang ingin merekrut tenaga konstruksi lokal.

Presiden Jokowi memberikan apresiasi yang tinggi terhadap 10.000 tenaga konstruksi yang hadir pada acara pembukaan ini.

“Saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas kontribusi bapak, ibu, dan saudara-saudara sekalian (para tenaga kerja konstruksi). Tanpa kontribusi besar bapak, ibu, dan saudara-saudara sekalian, program besar infrastruktur ini tidak berjalan,” tambah Presiden Jokowi.

Program besar pembangunan infrastruktur berkeadilan di Tanah Air memberi kesempatan kerja bagi para pekerja konstruksi. Program tersebut memang tak dapat berjalan dengan baik tanpa adanya dukungan dari para tenaga kerja konstruksi Indonesia.

Namun, di balik kesempatan itu, turut pula melekat sebuah tanggung jawab besar bagi para pekerja dan industri konstruksi.

Kunjungan Presiden Joko Widodo Bersama Menteri PUPR ke Stand Pameran Konstruksi Indonesia

Hal senada juga disampaikan oleh Menteri PUPR Basuki Hadimuljono. “Kesadaran sertifikasi tenaga kerja konstruksi seharusnya menjadi komitmen kita semua, karena pengaturannya telah secara tegas dituangkan dalam UU No.2 tahun 2017 tentang Jasa Konstruksi. Saya minta semua pihak memegang komitmen tersebut dan menegakkan ketegasan penegakan hukum dalam menjalankannya. Penggunaan tenaga kerja bersertifikat harus tertuang sejak disepakatinya kontrak kerja konstruksi demi jaminan profesionalisme, mutu dan akuntabilitas dari setiap pekerjaan”, tutur Basuki.

Penciptaan tenaga kerja konstruksi mulai dari sumbernya akan menghasilkan pekerja yang kompeten. Revitalisasi pendidikan vokasi melalui program link and match perlu terus dikembangkan untuk menyiapkan generasi muda yang berkualitas, yang terampil dan siap untuk berkompetisi di bidang konstruksi.

Balitbang PUPR turut serta dalam kegiatan seminar dan workshop Konstruksi Indonesia 2018 menuju digitalisasi konstruksi indonesia (BIM) sebagai Narasumber Sekretaris Balitbang PUPR Dr.Eng. Herry Vaza, M.Eng mempresentasikan mengenai Building Informastion Modeling, Pilot Project BIM : Penerapan teknologi di KSPN Morotai, BIM Success Story menginspirasi Industri Konstruksi Nasional.