Slide 1

Berita PUPR > Penerapan Hasil Karya Ilmiah Sebagai Solusi menangangi Permasalahan Air Limbah di Daerah


Kamis, 27 April 2017, Dilihat 296 kali

Penerapan Hasil Karya Ilmiah Sebagai Solusi menangangi Permasalahan Air Limbah di Daerah

Peringatan Hari Air Dunia (HAD) ke-25 tahun 2017 dengan tema "Air dan Air Limbah" membawa pesan penting (tagline) yaitu "Bersama Kita Selamatkan Air Untuk Kehidupan". Pemecahan masalah terkait kualitas dan kuantitas air tidak dapat dilakukan hanya mengandalkan infrastruktur yang dibangun oleh pemerintah, tapi juga harus melakukan aksi nyata berbagai pihak.

“Saya ingin mengajak kita semua kembali ke _khittah_ kita sebagai khalifah yang diamanahi Tuhan untuk menjaga alam dan bumi ini. Semakin hari penduduk bertambah namun Tuhan berjanji akan menurunkan air yang cukup dan bersih. Apabila air menjadi kotor pasti diakibatkan oleh ulah manusia,” tutur Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono dalam Acara Puncak HAD XXV di Jakarta (26/4).

Menteri Basuki juga berterimakasih kepada seluruh pihak yang telah peduli terhadap air dan sungai, terutama kepada komunitas-komunitas peduli sungai yang telah melakukan aksi nyata dalam menjaga kualitas air di sungai.
Disamping itu juga, Basuki Hadimuljono memberikan apresiasi serta penghargaan kepada 10 finalis Lomba Karya Ilmiah Sumber Daya Air untuk siswa SMA/SMK/MA Tingkat Nasional X tahun 2017 dengan tema “Potensi Air Limbah untuk Peningkatan Ketahanan Air”.

“Ini adalah anak-anak kita yang luar biasa, mereka mengerjakan sesuatu yang biasa dengan cara yang luar biasa. Terimakasih kepada guru pembimbing, dan selamat untuk para finalis. Lakukanlah penelitian yang baik dan benar,” pesan Menteri Basuki

Kegiatan Lomba Karya Ilmiah (LKI) bidang Sumber Daya air untuk kalangan siswa SMA/SMK/MA Tingkat Nasional X tahun 2017 yang dilaksanakan oleh Badan Penelitian dan Pengembangan melalui Pusalitbang Sumber Daya Air merupakan agenda rutin tahunan dalam rangka memeriahkan peringatan Hari Air Dunia. 10 finalis Peserta LKI terbaik antara lain : SMK Negeri 1 Bandung dengan judul makalah “Pengelolaan air limbah sebelum masuk badan air efektifitas jamur massamius sp. sebagai pendegradasi pewarna tekstil indigo intuk solusi penanganan limbah pabrik (let fungi save the world), SMA Negeri 1 Bantul dengan judul makalah “ATSTS (Alat Teknologi Sederhana Tenaga Surya) pengelolaan air limbah batik untuk meningkatkan mutu lingkungan”, SMA Negeri 3 Semarang dengan judul makalah “Inovasi Banker Air Limbah (IBAL) dengan Sistem Water Netralisir (SWN) dikawasan perumahan padat penduduk kali Weda Kabupaten Merauke”, SMA Katolik Santu Petrus Pontianak dengan judul makalah “Rancang bangun SALFILAMI (Saluran Air Berfilrtasi Alam) dalam upaya mengurangi pencemaran air di Pontianak, SMA Negeri 3 Denpasar dengan judul makalah “Implementasi konsep waste water garden tekik teknik fitoremediasi dalam penanggulangan limbah cair industri”, SMA Kristen Trimulya Hits Bandung dengan judul makalah “Pengeolahan air limbah sekolah untuk bertanam dengan teknik hidroponik dan akuaponik”, SMA Plus Negeri 3 Banyumasin III dengan tema makalah “Back to nature optimalisasi pemanfaatan BBF (Black Bio Fertilizer) melalui “Smart Box Portable”, SMA Negeri 2 Kudus dengan judul makalah ”Faldem plus daur ulang air limbah detergent/minyak dari bengkel dan rumah tangga serta potensi menjadi energi listrik”, SMAN 3 Jambi dengan judul makalah “Sadimen lumpur sungai Batanghari dan arang bambu kijang sebagai bahan filter pengelolaan air limbah batik Jambi”, dan SMKN 3 Surabaya dengan judul makalah ”Biosel limbah air WC subagai sumber energi listrika alternatif, merupakan hasil proses seleksi dari 438 kelompok yang berasal dari 354 sekolah diseluruh Indonesia. Proses penilaian finalis LKI telah dilaksanakan sejak minggi ke dua (2) bulan Februari 2017 dan berakhir pada minggu ke tiga (3) bulan april 2017.

Tema LKI pada tahun 2017 adalah “Potensi Air Limbah untuk Peningkatan Ketahanan Air” dengan subtemanya antara lain : Pengelolaan air limbah sebelum masuk badan air, Pemanfaatan ulang (recycle) air limbah, dan Teknologi tepat guna dalam pengendalian air limbah.

Danis H Sumadilaga selaku Kepala Balitbang mengapresiasi pelaksanaan LKI tersebut. Dalam sambutan pembukaannya beliau mengungkapkan kebanggaanya terhadap peserta dari tingkat SMA yang sudah mempunyai pemikiran yang sangat cerdas dan luar biasa dalam menciptakan karya-karya ilmiahnya
“Saya juga pernah SMA, tapi begitu saya melihat hasil karya anak SMA ini saya merasa sangat kagum. Meraka rata-rata kelas 1 SMA , tapi sudah memiliki pemikiran yang menurut saya sangat luar biasa, sangat cerdas dalam membuat karya-karya ilmiah ini” kata Danis.

Sejalan dengan pernyataannya, Danis juga menyampaikan dukungannya terhadap pelaksanaan kegiatan LKI tersebut. Dengan adanya karya ilmiah yang dihasilkan oleh suatu negara akan meningkatkan nilai kompetitif yang efektif dan efisien sehingga mempuyai nilai lebih dibandingkan dengan negara-negara lain.

“Selaku kepala Balitbang, saya sangat mendukung dengan adanya lomba karya ilmiah, karena kalau kita lihat pada saat ini tingkat kompetitifnes antara 30 sampai dengan 40 dibanding dengan negara-negara lain. Ada 12 faktor pengukuran kompetitif suatu negara agar negara tersebut efektif dan efisien, salah satunya adalah inovasi dan teknologi. Hal itu yang menyebabkan orang atau negara lain mempunyai nilai lebih, karena mempunyai inovasi/temuan, punya karya-karya ilimah yang bisa dalam bentuk teknologi ataupun kebijakan, itulah yang menyebabkan perbedaan negara tersebut dengan negara kita, ini yang terpenting dari makna lomba karya ilmiah ini, yakni suatu negara yang maju itu karena proses ilmiahnya tinggi, inilah yang kita akan capai dengan lomba KTI ini”, lanjut Danis.

Disela-sela sambutannya, Danis junga menyampaikan arahannya Kepada panitia penyelenggara LKI dalam hal ini Puslitbang Sumber Daya air, supaya lomba ini diperbesar levelnya ke tingkat universitas. Tujuannya untuk melihat perbandingan antara karya-karya ilmiah yang dibuat oleh tingkat universitas dan yang dibuat oleh tingkat SMA.

“saya harapkan, untuk pelaksanaan kedepannya agar tingkatan pesertanya diperluas hingga tingaktan Universitas, tujuannya supaya adik-adik tingkat SMA ini bisa membandingkan hasil karyanya dengan kakak-kakaknya yang di tingkat Univesritas begitu juga sebaliknya, agar para peserta dari Universitas bisa melihat karya ilmiah hasil adik-adiknya ditingkat SMA” tutur Danis.

Danis juga mengkaitkan antar LKI dengan Hak Cipta/paten, sebab paten ini berkaitan dengan reward, kepemilikan, royalti dan kalo ini merupakan temuan, ini seharusnya mempunyai paten

“Di negara Korea, begitu diperjelas mengenai temuan karya ilmiah ada nilai hak ciptanya dan nantinya berkaitan dengan royalti hak yang dimiliki seseorang untuk mendapatkan penghargaan dalam bentuk apapun atas karya ilmiah, ternyata temuan karya ilmiahnya jauh meningkat. Sehingga ada hubunganya antar karya ilmiah dengan hadiah atau reward yang didapatkan. Dan kalo itu dimanfaatkan harus melalui paten”, ungkap beliau sekilas menjelasakan contoh penerapan paten di salah satu negara.

“Ada satu lagi, untuk para juri yang melakukan penilaian pastilah sangat sulit menentukan pemenang LKI ini, karena hasil karya imiahnya bagus-bagus. Nanti hasil LKI harus kita sampaiakan kepada Pemda, karena sebagai bentuk apresiasi bahwa suatu karya itu ada manfaat dan kontribusinya. Kemudian 10 karya ilmiah terbaik ini bisa dimanfaatkan oleh Pemda dengan mengambil contoh-contoh karya ilmiah yang telah dibuat oleh peserta dan pastikan dari kasus-kasus yang ada bisa dimanfaatkan, misalnya limbah industri batik dengan skala yang ada didaerah tersebut” lanjutnya.

“Dan jangan sampe hasil penelitian hanya disimpan di rak dengan piagam dan penghargaan, dan saya kira akan lebih bermanfaat digunakan oleh siapapun khususnya didaerah tempat peserta berasal” kata Danis saat menutup sambutan pembukaan Lomba Karya Ilmiah sekaligus membuka acara sesi penilaian dewan juri terhadap 10 finalis yang akan mempesentasikan karya ilmiahnya untuk penentuan juara 1,2 dan 3 yang bertempat di Gedung Sapta Taruna Kementerian PUPR.