"HADIRKAN SOLUSI, SEIRING INOVASI"

Fenomena Gedung Nusantara 1 perlu uji keandalan struktur dari Balitbang PUPR

Badan Litbang PUPR melalui Puslitbang Perumahan dan Permukiman melakukan audit keandalan struktur di Gedung Nusantara 1 yang saat ini sedang fenomena. Komentar seputar gedung ini ada yang bilang sudah “tua” dan bahkan ada yang mengatakan bahwa gedung ini miring 7 derajat. Bagaimana Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat menjawab berita ini semua? Tanpa ada unsur politis, proses audit teknis bangunan gedung Nusantara 1 ini pun dilakukan oleh Tim dari Puslitbang Perumahan dan Permukiman, berkoordinasi dengan kepada Kepala Biro Umum dan Staf Sekretariat Jenderal DPR RI.

Kepala Badan LItbang Sedang Melakuan pengecekan Gedung Nusantara 1

Kepala Badan Litbang Danis H. Sumadilaga (mengenakan Batik) sedang meninjau kegiatan pengecekan Gd. Nusantara 1

 

DR. Ir. Danis Sumadilaga, selaku Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian PUPR memberikan instruksi kepada Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Perumahan Permukiman ( Prof (R) Arif Sabaruddin ) untuk membuat Tim Audit Teknis Bangunan Gedung Nusantara 1.

Perlu dilakukan pengecekan kembali setelah sebelumnya pada tahun 2009 pernah dilakukan pengecekan awal. setelah audit Teknis Tahun 2017, perlu cek kembali setelah maraknya laporan dari beberapa Anggota Dewan yang mengeluhkan bahwa gedung ini sudah tidak layak untuk dipergunakan.

Empat Belas ( 14 ) Hari Kalender menjadi target awal bagi Tim Audit Keandalan Struktur untuk pengujian yang direncanakan, terhitung sejak 4 Oktober 2017. Ir. Suradji Yuwasdiki, Dipl.E.Eng menjadi Ketua Tim konsen pada beberapa hal seperti: Ketegakan Struktur, Uji T Gedung , Uji T Tanah, Uji Vs30, Aspek Bahan Bangunan ( R-Bar, Steel Hardeness, Korosi), Uji Kuat Tekan Beton Inti dan Karbonasi, UPV (Homogenitas dan Kedalaman Retak), serta Pemeriksaan Visual ( Beban, Type System, Konfigurasi Struktur, Dimensi Penampang, Detailing pola kerusakan).

Disisi lain, Sekjen DPR – Achmad Djuned menyatakan bahwa telah melakukan sayembara untuk lokasi pembangunan gedung baru ini, dan mengatakan bahwa direncanakan pada Tahun 2018 pihaknya akan memulai pembangunan gedung baru, namun akan menunggu analisis dari Kementerian PUPR dan tahapannya (20/09).

Seperti diketahui, Ketua BURT DPR Anton Sihombing mengatakan pembangunan gedung baru menelan biaya Rp 320,44 miliar. Pembangunan gedung baru itu, sebut Anton, sifatnya multiyears (16/08)

Pada inspeksinya hari Jumat siang (06/10), Kabalitbang Kementerian PUPR memberikan arahan kepada Tim Audit Keandalan Gedung untuk dapat selalu teliti dan cermat dalam melakukan pekerjaan ini, jangan terburu-buru memberikan kesimpulan dan pernyataan agar tidak menjadi polemik. (azy)

Pengecekan Gedung Nusantara 1 Oleh Tim Puslitbang Perumahan dan Permukiman