"HADIRKAN SOLUSI, SEIRING INOVASI"

Memanfaatkan Daya Apung Benda, Balitbang Kementerian PUPR Ciptakan Teknologi Jembatan Apung

Jembatan apung adalah jembatan yang memanfaatkan daya apung benda yang relatif lebih ringan dibandingkan air dalam volume yang sama, sebagai pengganti fondasi pada tanah.

Teknologi jembatan apung di Indonesia salah satunya tengah dikembangkan oleh Pusat Litbang Jalan dan Jembatan, Badan Penelitian dan Pengembangan, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat dalam beberapa tahun terakhir. Pada tahun 2015, dilakukan pengembangan jembatan apung tipe pelengkung rangka baja untuk pejalan kaki dengan menggunakan ponton apung sebagai fondasi dari kaki jembatan pelengkung, sehingga diperoleh bentang yang cukup besar dan tinggi bebas di bawah jembatan yang lebih tinggi untuk keperluan lalu lintas perairan. Tipe jembatan apung yang dikembangkan saat ini merupakan tipe jembatan apung pertama yang dikembangkan di Indonesia. Hal ini terinspirasi dari jembatan apung yang lebih besar yaitu Yumemai Bridge di Jepang yang memiliki tipe jembatan apung pelengkung dengan ponton sebagai penumpu kaki jembatan.

Pada tahun 2016, jembatan apung ini menjadi bagian dari pilot project Sistem Modular Wahana Apung di lingkungan Badan Litbang PUPR untuk dikonstruksi. Jembatan apung ini dirakit di dermaga di Majingklak, Jawa Barat dan kemudian ditarik dengan perahu ke lokasi konstruksi yang berjarak sekitar 10 km, yaitu di Motean, Desa Klaces, Kecamatan Kampung Laut, Kabupaten Cilacap, Provinsi Jawa Tengah.

Jembatan apung yang difungsikan untuk perlintasan pejalan kaki dan sepeda motor ini memiliki lebar lantai 1,8 m dan panjang total keseluruhan jembatan 70 m yang terdiri dari 3 bentang dengan dua pontoon (apung) sebagai penyangga untuk masing-masing kaki jembatan pelengkung yang merupakan bentang tengah jembatan.