"HADIRKAN SOLUSI, SEIRING INOVASI"

Menggali Keunggulan Arsitektur tradisional melalui Seminar Jelajah Arsitektur Tradisional 2017

Wakil Gubernur Sumatera Utara, Nurhalizah Marpaung membuka acara Seminar Jelajah Arsitektur Tradisional 2017 di Convention Hall Hotel Santika Premiere Dyandra Medan dalam rangka menggali kearifan lokal dan nilai-nilai arsitektur tradisional.
“Arsitektur tradisional adalah sebagai identitas sosial, sekaligus kearifan lokal yang sangat perlu dilestarikan” ungkap Nuhajizah saat membuka acara.

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Balitbang Kementerian PUPR rutin menggelar Seminar Jelajah Arsitektur Tradisional setiap tahun yang bertujuan menemukan arsitektur tradisional yang merupakan jati diri arsitektur Indonesia. Seminar nasional ini pertama kali dimulai tahun 2007 di Denpasar, Bali. Tahun 2017 ini, yang menjadi tuan rumah adalah Balai Litbang Perumahan Wilayah I Medan.

Sekretaris Balitbang Kementerian PUPR, Herry Vaza (kedua dari kiri) berfoto bersama para keynote speaker usai penyerahan cinderamata pada pembukaan Seminar Nasional  Jelajah Arsitektur Tradisional 2017

Melalui Balai Penelitian dan Pengembangan (Litbang) Perumahan yang ada di daerah-daerah, Balitbang Kementerian PUPR terus berupaya menggali kearifan lokal dan nilai tradisional agar dapat ditransformasikan melalui pengembangan teknologi berbasis nilai-nilai tersebut. Upaya ini dilakukan dalam rangka pelestarian arsitektur tradisional serta untuk mendukung pengembangan perumahan dan permukiman masa kini dan masa mendatang. Karakteristik teknik konstruksi yang adaptif terhadap gempa, pemanfaatan material lokal yang ramah lingkungan, dan mampu memberikan kenyamanan bagi penghuninya, ialah beberapa keunggulan yang dimiliki oleh arsitektur tradisional.

Hal senada juga disampaikan oleh Kepala Balai Penelitian dan Pengembangan (Litbang) Wilayah I Medan, Agus Sarwono. Dalam sambutannya, Agus menegaskan, selain sarat kajian ilmiah, Seminar Nasional jelajah arsitektur 2017 juga menjadi momentum serta kontribusi Balai Litbang Perumahan Wilayah I Medan yang menjadi tuan rumah kegiatan Seminar Nasional Jelajah Arsitektur Tradisional 2017 di Medan. “Itu karenanya wisata karya (field trip) juga akan menjadi bagian dalam rangkian kegiatan seminar ini. Kita berharap potensi wisata budaya dan alam di Sumatera Utara, khususnya Danau Toba semakin dikenal dan diminati” ujar Agus.

Seminar nasional menghadirkan 3 pembicara kunci (keynote speaker). Pertama, Himasari Hanan yang membawakan materi Rumah Tradisional Sebagi “Collective Memory” Bagi Pengembangan Model Permukiman. Kedua, Yu Sing, yang menyajikan Rekontekstualisasi Arsitektur Nusantara. Ketiga, Sudaryono, yang menyajikan materi Membangun dan Menerapkan Teori Arsitektur Permukiman Lokal.

Seminar nasional dibuka dengan menyuguhkan pergelaran budaya kesenian silat, tari persembahan melayu deli dan karo. Penyelenggaraan seminar ini berlangsung dari tanggal 12 September sampai dengan tanggal 14 September 2017. Acara seminar diawali dengan penyajian materi dan kelas seminar, dilanjutkan dengan rangkaian karya wisata. Sejumlah tempat yang akan dikunjungi dalam rangkaian karya wisata antara lain, Istana Maimoon, Maria Anna Valenkali (MAV) dan Vihara Lumbini Sweagadhon Garden Brastagi.

Sekretaris Balitbang Kementerian PUPR, Herry Vaza (keempat  dari kanan) berfoto bersama panitia penyelenggara dan keynote speaker Seminar Nasional Jelajah Arsitektur 2017. Acara seminar nasional dibuka oleh Wakil Gubernur Sumatera Utara, Nurhajizah Marpaung (Kelima dari kanan)