"HADIRKAN SOLUSI, SEIRING INOVASI"

Pengadaan Barang dan Jasa untuk Kegiatan Penelitian dibahas di FKK

peserta antusias menyimak penjelasan narasumber pada acara FKK 

Jakarta (7/12), Kepala Badan Litbang Danis H. Sumadilaga memberikan sambutan sekaligus pembukaan pada acara Forum Komunikasi Kelitbangan (FKK) pengadaan Barang/Jasa untuk pelaksanaan penelitian di ruang pertemuan Kementerian PUPR. Dalam sambutannya Danis menyampaikan pesan kepada para peneliti Balitbang khususnya yang berada di Balai-balai agar tidak ragu untuk melakukan penelitian yang terganjal oleh suatu proses pengadaan kebutuhan barang / jasa untuk pelaksanaan kegiatan penelitan. Dengan di adakannya acara ini bersama Forum Komunikasi Kelitbangan (FKK) persoalan dan solusi permasalahan akan didiskusikan bersama dengan para ahli dibidangnya, tentunya dengan narasumber yang berkompeten di masing-masing bidang.

Kepala Badan Litbang saat menyampaikan arahan sekaligus pembukaan acara

Danis juga menyampaikan kepada para peserta yang hadir bahwa sesuai arahan Menteri PUPR, ada 5 (lima) terobosan untuk mempercepat pembangunan infrastruktur diantaranya penerapan hasil riset dan teknologi, regulasi hukum, Sumber Daya Manusia, pendanaan inovatif dan kepemimpinan. “Dari ke 5(lima) point tersebut, hal paling terpenting yang perlu segera ditindaklanjuti adalah riset dan teknologi termasuk dukungan kebijakannya, untuk mendukung target program PUPR khususnya program sejuta rumah, pabrikasi pracetak dan sanitasi” ucap danis.

Ada beberapa catatan penting yang di sampaikan pada acara tersebut antara lain : pertama Kemenristek Dikti No. 69 tahun 2016 merupakan satu model yang baru bagi balitbang, khusus kontrak penelitian dengan standar sub pengeluaran penelitian berdasarkan PMK No. 106 tahun 2016 keluaran RND yakni Publikasi internasional, kekayaan intelektual dan prototype, kedua perubahan mindset dari perbaikan berbasis proses menjadi berbasis output program, ketiga dalam proses pengadaan barang/jasa untuk bidang pengkajian masih terdapat permasalahan teknis yang perlu ditindaklanjuti kedepannya, diantaranya disebabkan oleh keunikan sifat perekayasaan sehingga dalam pelaksanaan dimungkinkan adanya perubahan, keempat untuk mendukung pemanfaatan hasil penelitian dan pengembangan yang sudah ada, diantaranya dengan kemudahan pengembangan litbang lintas sektoral perlu kebijakan yang harmonis, kelima untuk pengadaan barang/jasa khususnya litbang bidang pekerjaan umum dan perumahan rakyat perlu kombinasi pelaksanaan kegiatan secara swakelola dan penyedia jasa pekerjaan yang tidak dapat dilakukan sendiri, dapat juga melibatkan Direktorat Jenderal, Bina Konstruksi dan BPPT dalam proses penerapan teknologi litbang, keenam Untuk semua K/L anggota FKK perlu adanya petunjuk tenis terkait dengan pelaksanaan barang/jasa untuk penelitian sehingga nantinya lebih operasional.

para pembicara yang dihadirkan pada acara fkk 

Para Pembicara yang dihadirkan pada acara tersebut dari Ristek, BPPT, Lipi, Inspektorat Jenderal PUPR dan Puslitbang KPT.
Acara yang dihadiri oleh anggota FKK dari beberapa Balitbang Kementerian dan Lembaga ini cukup dinamis dalam tukar menukar informasi seputar kegiatan litbang khususnya pengadaan barang dan jasa untuk kegiatan penelitian, agar kedepannya tidak ada lagi permasalahan sama yang terjadi khususnya untuk kegiatan penelitian.

Acara yang ditutup oleh Herry Vaza (Sekretaris Balitbang) ini menyimpulkan bahwa Forum ini harus terus berlangsung dan hasilnya segera ditindaklanjuti agar para peneliti bisa menjalankan kegiatan penelitian tanpa harus takut salah atau gagal. Kita terus berani untuk menunjukkan bahwa penerapan teknologi kita harus dimulai dari kita sendiri, karena orang lain belum banyak melirik teknologi yang kita hasilkan, contohya pass over antapani di Bandung.

Kita harus berani untuk melakukan terobosan dengan cara menerapkan uji coba skala lapangan dalam bentuk prototype, untuk mendapatkan kepercayaan publik bahwaa teknologi yang kita hasilkan lebih baik, cepat dan murah. Pepatah mengatakan bahwa kalau kita ingin bisa menerbangkan pesawat, kita harus punya pesawatnya dulu baru kita belajar cara menerbangkannya, ….smoga