"HADIRKAN SOLUSI, SEIRING INOVASI"
Produk Terkait
Penataan dan Pengembangan Kampung Nelayan Berbasis Penyediaan Infrastruktur Permukiman Mendukung Penghidupan BerkelanjutanTeknologi Pengolahan Air Limbah Sistem Bio-FilterInstalasi Daur Ulang Air Limbah Sistem BiotourBebak Laminasi dari GewangBambu LaminasiTeknologi Pracetak n-PanelPeta Gempa Indonesia Tahun 2017Teknologi Pracetak C-PlusRumah Unggul Sistem Panel Instan (RUSPIN)Sistem Informasi Geografis Sumber Daya AirJurnal Permukiman Jurnal Sumber Daya AirJurnal Sosial Ekonomi Pekerjaan UmumKONEKTIVITAS JALAN MENDUKUNG SISTEM LOGISTIK NASIONALJurnal Jalan dan JembatanJurnal IrigasiSTRATEGI PENERAPAN TEKNOLOGI JEMBATAN APUNGURBAN SAFETY MANAGEMENTAPLIKASI BERBASIS PONSEL JALAN KITA (JAKI)TEKNOLOGI ANJUNGAN CERDAS (ROSSITA)APILL PORTABLE ALAT PEMBERI ISYARAT LALU LINTASREMOTE CONTROL MONITORING SYSTEM (RCMS)HYDROSEEDINGTEKNOLOGI PENAHAN EROSI LERENGPEMERINGKATAN JALAN HIJAU GREEN ROAD RATINGSINDILA Sistem Informasi Dini Lalu LintasPLATO Sofware Penghitung dan Pencatatan Volume Lalu Lintas JalanSISTEM INFORMASI DRAINASE JALANFASILITAS JALUR SEPEDA DAN FASILITAs JALUR KHUSUS SEPEDA MOTORFASILITAS PEJALAN KAKIRUANG HENTI KHUSUS KENDARAAN BERMOTOR RODA DUA (RHK)CORRUGATED MORTA PUSJATAN (CMP)TEKNOLOGI PENANGANAN RUNTUHAN BANTUANTIMBUNAN RINGANBETON DENGAN SEDIKIT SEMEN MEMANFAATKAN ABU TERBANG PLTU BATU BARA FLY ASHTEKNOLOGI CAT ANTI-FOULING JEMBATANSISTEM INFORMASI MANAJEMEN BAGAS (SIMBAGAS)TEKNOLOGI CABLE STAYEDTEKNOLOGI JEMBATAN UNTUK DESA ASIMETRIS (JUDESA)KINERJA BETON TINGGI13. RECYCLING ASPHALT PAVEMENTSTABILILTAS JALAN BERVOLUME DAN BERBIAYA RENDAHBUTUR SEALTEKNOLOGI ASPAL KARETWARM MIX ASPHALT ZEOLITWARM MIX ASPHALT ECONUSKAALAT PENGUKUR KEKUATAN JALAN (APKJ)BIMA-LIGHT FRIEDTEST LIGHT FALLING WEIGHT DEFLECTOMETER (LWD)TAMBALAN CEPAT MANTAP (TCM)SANDBASE LAPIS FONDASI PASIR ASPAL (LFPA)TEKNOLOG MATERIAL LOKAL BATU KAPURHOT MIX LAWELE GRANULAR ASBUTON (HLCA)COLD PAVING HOT MIX ASBUTON (CPHMA)BENDUNG KNOCKDOWN PINTU SORONG TONJOL BERBAHAN GFRP (GLASS FIBER REINFORCED POLYMER)PINTU AIR OTOMATIS TAHAN KOROSI BAHAN FIBER RESINJARINGAN IRIGASI TETES BERBASIS PARTISIPASI PETANIJARINGAN IRIGASI PERPIPAANPINTU AIR IRIGASI DENGAN BAHAN FERROCEMENT (BOX TERSIER)SUMUR RESAPANTEKNOLOGI TRICKLING UNTUK PENGOLAHAN LIMBAH PENDUDUK MENGUNAKAN MEDIA BATMIK DAN PLASTIKINSTALASI PENGOLAHAN AIR SANGAT SEDERHANA (IPASS)INSTALASI PENGULAHAN AIR GAMBUT UNTUK PENYEDIAAN AIR BERSIHBENDUNGAN BAWAH TANAHBENDUNG DAN PELIMPAH TIPE GERGAJIAKUIFER BUATAN DAUR ULANG AIR HUJAN (ABDULAH)BANGUNAN AKUIFER BUATAN SIMPANAN AIR HUJAN (ABSAH)Sarana Resapan Air Hujan Sangat Sederhana (SaRASS)Ekoteknologi MIKROHIDROPEMECAH GELOMBANG AMBANG RENDAH (PEGAR)BLOK BETON 3B ( Berkait, Berongga dan Bertangga) SEBAGAI ALTERNATIF TEKNOLOGI PENGAMAN PANTAIMajalah Dinamika Riset Edisi 3 tahun 2016Majalah Dinamika Riset Edisi 2 tahun 2016Majalah Dinamika Riset Edisi 1 tahun 2016Majalah Dinamika Riset Edisi khusus tahun 2015Majalah Dinamika Riset Edisi 3 tahun 2015Majalah Dinamika Riset Edisi 2 tahun 2015Majalah Dinamika Riset Edisi 1 tahun 2015PEDOMAN ANALISIS HARGA SATUAN PEKERJAAN BIDANG PEKERJAAN UMUM AHSP PermenPUNo28 PRT M 2016Ketentuan seismik untuk struktur baja bangunan gedung ANSI AISC 341 10 IDTSpesifikasi untuk gedung baja struktural SNI 1729 2015Tata cara pengendalian serangan rayap tanah pada bangunan rumah dan gedung paska konstruksi SNI 2404 2015Spesifikasi blok pemandu pada jalur pejalan kaki SNI 8160 2015Spesifikasi geometri teluk bus SNI 2838 2015Metode pengukuran kedalaman menggunakan alat perum gema untuk menghasilkan peta batimetri SNI 8283 2016Standar perencanaan ketahanan gempa untuk jembatan SNI 2833 2016Spesifikasi bata beton TiOO sebagai pereduksi polutan udara SNI 8308 2016Tata cara analisis pengujian surutan bertahap pada sumur uji dan sumur produksi dengan metode Hantush Beirsch SNI 8061 2015Tata cara analisis dan evaluasi data uji pemompaan dengan metode Papadopulos cooper SNI 2817 2015Tata cara penghitungan evapotranspirasi tanaman acuan dengan metode Penmanmonteith SNI 7745 2012Pengukuran debit pada saluran terbuka menggunakan bangunan ukur tipe pelimpah atas SNI 8137 2015Tata cara perencanaan umum krib sungai bagian 1 perencanaan umum SNI 2400 1 2016Perhitungan debit andalan air sungai dengan kurva durasi debit SNI 6738 2015Tata cara pengukuran kecepatan aliran pada uji model hidraulik fisik UMH Fisik dengan alat ukur arus tipe baling baling SNI 3408 2015Tata cara pengukuran debit aliran sungai dan saluran terbuka menggunakan alat ukur arus dan pelampung SNI 8066 2015Tata cara desain hidraulik tubuh bendung tetap dengan peredam energi tipe MDO dan MDS SNI 8063 2015Desain bangunan penahan sedimen SNI 2851 2015Tata cara desain tubuh bendungan tipe urugan SNI 8062 2015Metode analisis dan cara pengendalian rembesan air untuk bendungan tipe urugan SNI 8065 2016Spesifikasi baut baja hasil perlakuan panas dengan kuat tarik minimum 830 MPa Structural Bolts Steel Heat Treated 830 MPa Minimum Tensile Strength metric ASTM A325 M 04 IDT SNI ASTM A325M 2012Metode uji rangkak untuk beton yang tertekan ASTM C512 C512M 10 IDT SNI 4811 2016Tata cara pengukuran tekanan air pori tanah dengan pisometer pipa terbuka Casagrande SNI 8134 2015Metode uji pengukuran tahanan cabut geosintetik dalam tanah SNI 8128 2016 ASTM A6706 01 2007 IDTCara uji pengukuran potensi keruntuhan tanah di laboratorium SNI 8072 2016Metode uji koefisien kelulusan air pada tanah gambut dengan tinggi tekan tetap SNI 8071 2016Metode uji penentuan kadar pasir dalam slari bentonit SNI 8073 2016Metode uji kelulusan air pada tanah jenuh dengan menggunakan sel triaksial SNI 8070 2016Metode uji kuat geser langsung tanah tidak terkonsolidasi dan tidak terdrainase SNI 3420 2016Pedoman penjahitan melintang pada pemeliharaan perkerasan kaku Surat Edaran Menteri PUPR 06 SE M 2016Pedoman perancangan pelaksanaan perkerasan jalan telford Surat Edaran Menteri PUPR 04 SE M 2016Pedoman penentuan Bridge Load Rating untuk jembatan existing Surat Edaran Menteri PUPR 04 SE M 2016Pedoman perancangan jembatan integral penuh tipe gelagar beton bertulang Surat Edaran Menteri PUPR No 02 SE M 2016Pedoman tata cara penentuan campuran beton normal dengan semen OPC PPC dan PCC Surat Edaran Menteri PUPR Nomor 07 SE M 2016Tata cara perhitungan debit banjir SNI 2415 2016Metode analisis stabilitas lereng statik bendungan tipe urugan SNI 8064 2016Spesifikasi semen slag untuk digunakan dalam beton dan mortar ASTM C989 10 IDT SNI 6385 2016Metode uji rangkak untuk beton yang tertekan ASTM C512 C512M 10 IDT SNI 4811 2016Metode uji indeks ekspansi tanah Standard test method for expansion index of soilsPRESS TOUR PUSAT LITBANG PERMUKIMANBATA dan BATAKO LIMBAH BATU APUNGEdisi I Januari Maret 2013Strategi Penerapan Hunian Apung ModularModel Perhitungan Cepat Nilai Tanah dalam Rencana Pembangunan WadukASR Aquifer Storage and Recover Teknologi Sumur Imbuhan Berbasis Aquifer Storage and RecoveryDinamika RISET Volume X No 2 April Juni 2012Pengamanan Abrasi Pantai Oleh Masyarakat JeparaBak Pengendap BerkepingBlok Beton TerkunciRekayasa Sosial Pembangunan BendunganKajian Sosial Ekonomi Rencana Pembangunan Jalan Tol dan Kereta Api di Pulau JawaDinamika RISET Volume X No 2 April Juni 2012EGA Ecotech GArdenGeocell Sebagai Pelindung Tebing SungaiPelindung Tebing Sungai Bio Engineering yang Berwawasan LingkunganTangga DaruratSprinkler Type BIR V1 Balai Irigasi ReformTeralis Aman KebakaranRumah Tradisional Huni WamenaKincir Air Tipe PUSAIRTenda Bencana Skala KeluargaHarmonisasi Sampah Perkotaan Sebagai Upaya Perbaikan Kesehatan Masyarakat Kualitas Sumber Air Lingkungan Dan EkonomiMPPMP Akar AkarAnalisa Dampak Sosial Ekonomi Infrastruktur Jawa SumateraSelimut ApiRumah Susun Sederhana CIGUGUR CIMAHIRumah Instan Sederhana Sehat (RISHA)Majalah Dinamika Riset Balitbang 2015Puskim Convention Center Grha Wiksa PranitiBatu alam untuk bahan bangunan Mutu dan cara uji

Analisa Dampak Sosial Ekonomi Infrastruktur Jawa Sumatera

Infrastruktur merupakan roda penggerak pertumbuhan ekonomi dan dipandang sebagai lokomotif pembangunan nasional dan daerah. Peran infrastruktur dalam pembangunan dapat dilihat dari kontribusinya terhadap pertumbuhan ekonomi yang implikasinya terhadap peningkatan kualitas hidup masyarakat. Secara makro ketersediaan pelayanan infrastruktur mempengaruhi marginal productivity of private capital dan secara mikro pengaruh pelayanan infrastruktur adalah mengurangi biaya produksi. Pengaruh infrastruktur terhadap peningkatan kualitas hidup dan kesejahteraan manusia, adalah peningkatan nilai konsumsi, peningkatan produktivitas tenaga kerja dan akses kepada lapangan kerja, serta peningkatan kemakmuran.

Infrastruktur Pekerjaan Umum (PU) merupakan salah satu bentuk pelayanan pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa infrastruktur memang dapat mendorong pertumbuhan ekonomi. Hal ini terlihat dari elastisitasnya yang relatif besar, terutama irigasi, listrik dan jalan.

 

Analisis Dampak Sosial-ekonomi (ADS) yang mengambil lokasi studi di Jawa dan Sumatera ini menggunakan metode analisis input-output, ekonometrika dan analisis sosial. Analisis dititikberatkan pada pengaruh atau dampak positif pembangunan infrastruktur, khususnya prasarana Air Bersih, Bangunan umum, prasaranana pertanian (irigasi) dan jalan serta jembatan

 

Keunggulan

 

  1. Dapat dijadikan referensi dalam pengalokasian anggaran
  2. Dapat dijadikan masukan bagi pimpinan departemen dalam penyusunan kebijakan pembangunan infrastruktur pekerjaan umum ke depan
  3. Mengetahui sektor mana yang paling berpengaruh dalam pertumbuhan ekonomi baik secara makro maupun secara mikro
  4. Mengetahui sektor mana yang paling banyak menyerap tenaga kerja baik secara makro ataupun secara mikro
  5. Dapat memperkirakan peningkatan pembangunan infrastruktur pekerjaan umum jangkia panjang yang efektif guna mendorong peningkatan sosial ekonomi masyarakat

 

Kelemahan

 

  1. Adanya keterbatasan data sehingga terdapat beberapa keterbatasan dalam analisis
  2. Analisis input-output tidak bisa menganalisis dampak lanjutan dari ketersediaan infrastruktur
  3. Analisis ekonometrika dibatasi hanya untuk menganalisis pertumbuhan ekonomi saja dan tidak menganalisis indikator makro ekonomi lainnya

 

Lingkup dan Proses Kerja

 

ADS Infrastruktur di Jawa dan Sumatera ini mempertimbangkan adanya keterbatasan sumber daya (waktu, biaya dan tenaga). Oleh karena itu, ruang lingkupnya dibatasi pada hal-hal berikut:

 

  1. Data provinsi di Sumatera hanya diambil 3 lokasi yaitu Sumatera Utara, Sumatera Selatan dan Lampung sementara untuk Jawa diambil seluruh provinsinya
  2. Infrastruktur Bina Marga dibatasi pada Jalan Lintas Timur di Sumatera dan Jalan Pantura di Jawa
  3. Infrastruktur SDA dibatasi pada irigasi dan dilakukan hanya di Jawa saja
  4. Infrastruktur Cipta Karya dibatasi pada air bersih, bangunan dan dilakukan hanya di Jawa saja

 

Tujuan, metoda, Skala analisis, dan kebutuhan data untuk melakukan ADS Infra dirangkum pada Tabel-1, sedangkan Tabel-2 menjelaskan kondisi data lapangan.

 

Tabel  1.  Skala Analisis, Tujuan, Metode dan Data yang Dibutuhkan

 

Skala Analisis

Tujuan Analisis

Metode Analisis

Data

Makro :

Nasional

Peran dan dampak sektor infrastruktur terhadap pertumbuhan, kesejahteraan rakyat (pendapatan masyarakat dan Tenaga Kerja) secara agregat nasional Model Input Output
  1. Tabel I-O 175 Sektor Nasional
  2. Data Tenaga Kerja
  3. Data Pendapatan Masyarakat
Makro: Propinsi/ Pulau Jawa & Sumatera Peran dan dampak infrastruktur terhadap pertumbuhan, kesejahteraan rakyat di Jawa dan Sumatera Model Input Output
  1. Tabel IRIO 35 Sektor (antar propinsi)
  2. Data Pendapatan Masyarakat
Mikro :

Nasional/ Propinsi

Melihat arah dan besaran pengaruh adanya investasi atau penambahan stok maupun belanja infrastruktur pekerjaan umum terhadap pertumbuhan ekonomi Ekono-metrika
  1. Investasi Infrastruktur ke-PU-an di setiap Propinsi.
  2. Data PDRB setiap daerah sampel
    1. Data Penduduk
    2. Data Tenaga Kerja
    3. Data Pengangguran
    4. Data Konsumsi Masyarakat
    5. Data Kemiskinan
Mikro :

Propinsi/ sektoral ke-PU-an

Mengetahui dampak pembangunan infrastruktur terhadap kesejahteraan sosial/masyarakat Analisis Sosial Ekonomi Dampak Invest PU terhadap:
  1. Wirausaha
  2. Kegiatan non formal
  3. Pariwisata
  4. Kegiatan industri
  5. Pertumbuhan kawasan baru
Analisis Sosial Budaya Dampak Invest PU terhadap :
  1. Pertumbuhan Sosek kawasan
  2. Dukungan akasesibilitas terhadap kesejahteraan di desa
  3. Peluang Partisipasi langsung Masyarakat dalam pengelolaan infrastruktur desa
  4. Pranata sosial/ kelembagaan masyarakat.
  5. Terbentuk dan berkembangnya Social Capital

 

Tabel  2.  Kebutuhan dan Ketersediaan Data untuk Analisis

 

No

ANALISIS

DATA IDEAL

DATA YANG TERSEDIA 

1. Input Output Nasional Mencakup seluruh sektor termasuk sektor ke-PU-an Tabel IO 175 sektor tahun 2005 dengan kondisi sektor PU masuk ke dalam sektor:
  • Prasarana Pertanian
  • Listrik, Gas dan Air Bersih
  • Bangunan
  • Jalan, jembatan dan pelabuhan
2. Interregional Input-Output Mencakup seluruh propinsi dan seluruh sektor termasuk ke-PU-an, tahun terbaru Tabel IRIO 35 sektor tahun 2005 dengan kondisi sektor PU masuk ke dalam sektor:
  • Listrik, Gas dan Air Bersih
  • Bangunan
3. Ekonometrika Data investasi PU (menurut bidang BM, CK dan SDA) untuk 10 tahun terakhir (1998 – 2008) dan terperinci menurut propinsi. Pagu Anggaran PU menurut bidang (BM,CK & SDA) tahun 2005, 2006 & 2007.

Data tahun sebelumnya tidak tersedia

Data pertumbuhan ekonomi setiap sektor yang berhu-bungan dengan ke-PU-an Terbatas pada sektor : Irigasi, air bersih, transportasi.

 

Hasil dan Acuan Perumusan Kebijakan

 

1. Analisis Input – Output (I-O)

 

Analisis input – output ini akan mencoba mencari bagaimana pengaruh infrastruktur PU terhadap perekonomian secara total di 9 Provinsi yang menjadi lokasi penelitian. Perekonomian ini didefinisikan menjadi 2 yaitu Efek Pengganda (Multiplier Effect) dan Penyerapan Tenaga Kerja. Hasil Analisis tersebut dapat dilihat pada tabel berikut:

 

Tabel  3.  Angka Efek Pengganda dan Penyerapan Tenaga Kerja

 

Sektor Ke-PU-an

OMi

OMj

OMij

SEMi

SEMj

SEMij

Air Bersih

1.309

0.640

1.949

0.0025

0.0035

0.006

Bangunan (Pemukiman & Non Pemukiman)

1.004

0.817

1.821

0.006

0.009

0.015

Prasarana Pertanian

1.001

0.798

1.799

0.007

0.009

0.016

Jalan, Jembatan & Pelabuhan

1.006

0.727

1.733

0.0075

0.0105

0.018

 

Sumber: Tabel Input-Output  2005, diolah

 

Keterangan:

 

OMi          : Output Multiplier (Efek Pengganda) sektor i

 

OMj       : Output Multiplier (Efek Pengganda) sektor non i

 

OMij      : Agregat Output Multiplier (Efek Pengganda)

 

SEMi      : Simple Employment Multiplier (tenaga kerja) sektor i

 

SEMj      : Simple Employment Multiplier (tenaga kerja) sektor non i

 

SEMij     : Agregat Simple Employment Multiplier (tenaga kerja)

 

Sektor sektor yang dikaji adalah

 

  1. Sektor Air Bersih yang meliputi pengadaan dan penyaluran air bersih
  2. Sektor Bangunan, meliputi penyiapan lahan, konstruksi gedung, pemukiman (tempat tinggal) dan non pemukiman, pembangunan instalasi publik dan kegiatan lainnya
  3. Sektor Prasarana Pertanian, meliputi bangunan pengairan
  4. Sektor Jalan Jembatan & Pelabuhan, meliputi bangunan jalan, jembatan, kereta api dan dermaga

 

Hasil analisis I-O menyimpulkan bahwa pembangunan sektor Air Bersih berperan meningkatkan sektornya sendiri (angka pengganda sektor terbesar), sedangkan sektor bangunan meningkatkan sektor lainnya (angka pengganda non sektor terbesar). Sementara itu, sektor jalan dan jembatan berperan membuka lapangan kerja disektornya sendiri maupun sektor sektor lainnya (angka pengganda tenaga kerja sektor, non sektor dan agregatnya terbesar).

 

Catatan:

Setiap kenaikan permintaan akhir pada sektor air bersih sebesar Rp. 1 Milyar akan meningkatkan total output terhadap sektor ini sebesar Rp. 1,309 Milyar, sektor lainnya sebesar Rp. 640 juta, perekonomian sebesar Rp. 1,949 Milyar, tenaga kerja disektor air bersih sebesar 2,5%, disektor lain selain air bersih sebesar  3,5%. dan terhadap perekonomian sebesar 6%.

 

2.  Analisis Ekonometrika

 

Fokus analisis ini adalah “nilai elastisitas” yang diperoleh dari hasil estimasi “model regresi” data panel yang meliputi (i) analisis seluruh sektor dan seluruh propinsi, dan (ii) analisis seluruh sektor, tetapi per propinsi.

 

a.    Analisis seluruh sektor seluruh provinsi

 

Hasil analisis seluruh sektor dan seluruh propinsi menimpulkan bahwa nilai elastisitas seluruh sektor PU terhadap pertumbuhan ekonomi di seluruh provinsi adalah sebesar 0,18. Artinya setiap kenaikan anggaran pembangunan infrastruktur PU sebesar 1%, PDB meningkat sebesar 0,18%. Apabila PDRB Sumatera Selatan sebesar Rp. 58 Trilyun (2008), maka dengan anggaran pembangunan infrastruktur PU sebesar 1% dari 1 Trilyun (akhir tahun 2009) atau  Rp. 1,0  Milyar, PDRB Lampung diperkirakan meningkat sebesar Rp. 104,44 Milyar (0,18% dari 58 Trilyun).

 

b.   Analisis seluruh sektor per provinsi

 

Nilai elastisitas seluruh sektor per propinsi beragam, meskipun secara umum nilai elastisitas infrastruktur PU masih di bawah 0,5 %. Elastisitas tertinggi sendiri adalah di Provinsi Lampung dengan nilai 0,24% sementara nilai elastisitas terenndah di Provinsi Jawa Tengah.

 

Hampir sebagian besar propinsi di Jawa mempunyai nilai elastisitas lebih rendah daripada propinsi propinsi yang ada di Sumatera, kecuali untuk Jawa Timur yang nilai elastisitasnya sama dengan Sumatra Utara. Hal ini diduga karena investasi bidang ke-PU-an di Jawa telah mengalami kejenuhan relatif bila dibandingkan dengan Sumatera atau dampak positif tambahan investasi PU di Jawa tidak sebesar apa yang terjadi di Sumaterea.

 

3.  Analisis Sosial

 

Proses kesejahteraan sosial tidak dapat dipisahkan secara nyata dari pembangunan ekonomi. Artinya, pembangunan ekonomi tidak akan bermakna (meaningless), apabila tidak diikuti dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat dari populasi sebagai suatu kesatuan. Hasil analisis sosial adalah sebagai berikut:

 

Tabel-4 Analisis Perkembangan Kesejahteraan Masyarakat (2003-2005)

 

No

Faktor Pemicu Kesejahteraan

Hasil Analisis Sosial

1 Pertumbuhan Sektor Ekonomi
  1. Industri kerajinan kayu, logam, kain/tenun dan industri makanan di 9 provinsi tumbuh lebih dari 65%
  2. Pendapatan masyarakat meningkat 28,21%
  3. Jumlah KUD menurun 31,5% sedangkan Koperasi lainnya mengalami peningkatan yang signifikan rata-rata 81,44%.
2 Aksesibilitas Peningkatan Kesejahteraan di Desa
  1. Peningkatan kesejahteraan masyarakat yang ditinjau dari aspek social capital menyimpulan bahwa lebih dari 96% desa masih memiliki tradisi gotong-royong yang kental/kuat.
  2. Menurunnya desa yang mengalami konflik sebesar 2,9%
3 Terbentuknya/

Berkembangnya Social Capital

  1. kelembagaan sosial yang ditinjau dari presentase keberadaan Majelis Taklim rata rata meningkat dari 90,24% (2003) menjadi 92,42% (2005)
  2. Presentase Kelembagaan bagi pemuda relatif tinggi, yaitu 83,61% desa.