"HADIRKAN SOLUSI, SEIRING INOVASI"

MPPMP Akar Akar

 

Model Peningkatan Peran Masyarakat dan Pemerintah Daerah (MPPMP) dikaji dan di uji cobakan di Desa Akar Akar Nusa Tenggara Barat (NTB) yang terdiri dari dua pulau (Lombok dan Sumbawa). Kedua Pulau tersebut memiliki luas wilayah 49.312,19 Km2 yang terdiri dari daratan seluas 20.153,15 Km2, dan lautan seluas 29.159,04 Km2. Seluas 1.673.478 Km2 atau 83% daratan NTB terdiri dari lahan kering belum menjadi tempat yang optimal bagi pertumbuhan produktivitas masyarakat. Jika dilihat dari kondisi alamnya, sebagian besar luas daratan NTB adalah lahan kering yang melingkupi wilayah seluas 1.673.478 ha atau sekitar 83% dari total wilayah daratan di pulau ini. Minimnya curah hujan di daerah lahan kering yang hanya mencapai 142,72 mm/th berakibat rendahnya produktivitas tanaman pangan yang pada akhirnya berpengaruh terhadap  tingkat kesejahteraan penduduk NTB.

 

Berdasarkan hal tersebut, Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melaksanakan uji coba teknologi ke-PU-an secara berkelanjutan dalam rangka pengolahan lahan kering di Desa Akar-akar, Kecamatan Bayan, Kabupaten Lombok Utara[1], NTB, guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa tersebut. Uji coba teknologi skala penuh 1 : 1 ini terletak pada areal seluas 225 ha dengan melibatkan Pusat Penelitian dan Pengembangan (Litbang) Teknis dan Sosial.

 

Kegiatan ini menghasilkan suatu bentuk model pendampingan masyarakat dalam rangka peningkatan peran masyarakat dalam pengembangan kawasan lahan kering serta peningkatan kapasitas teknis dan manajemen dalam operasional pemeliharaan prasarana dan sarana ke-PU-an berbasis pada masyarakat.

 

Keunggulan

 

  1. Mendorong kemampuan masyarakat untuk melaksanakan Operasi dan Pemeliharaan teknologi yang diterapkan.
  2. Mendorong masyarakat untuk mengevaluasi dan memonitor tingkat keberhasilan secara mandiri.
  3. Masyarakat menerima dan memanfaatkan secara aktif teknologi yang diterapkan karena sesuai dengan kebutuhan, berpotensi meningkatkan kesejahteraan dan menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat sekitar
  4. Mengoptimalkan fungsi lahan tidur menjadi lahan yang produktif.
  5. Berkembangnya kelompok masyarakat menjadi kelompok tani P3A di lahan kering untuk yang pertama kalinya di Indonesia.
  6. Secara umum, ujicoba yang dilakukan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat, melalui penanaman jagung dengan mengacu pada pola pendampingan secara intensif.

 

Kelemahan

 

  1. Diperlukan adanya penyesuaian teknologi dengan kondisi setempat.
  2. Untuk keberlanjutan program, diperlukan pendampingan kepada masyarakat pengguna.
  3. Belum tersedianya suku cadang teknologi irigasi sprinkler yang mudah diperoleh masyarakat di lingkup wilayahnya.
  4. Partisipasi aktif masyarakat ditentukan juga oleh faktor teknologi yang tepat guna/manfaat dalam menjawab kebutuhan masyarakat sasaran.

 

Konsepsi

 

Konsep MPPMP Akar akar dikembangkan berdasarkan peningkatan peran, pendampingan masyarakat, dan penerapan teknologi bidang PU secara terintegrasi.

 

1. Peningkatan peran

 

Peningkatan peran diarahkan untuk memperkuat kesiapan atau keberdayaan masyarakat maupun pemda dalam mendukung kegiatan/program yang dilaksanakan. Keterbatasan akses terhadap program misalnya yang diakibatkan faktor faktor geografis, keterbatasan infrastruktur, minimnya akses komunikasi, ketiadaan dukungan finansial, rendahnya kualitas SDM, lemahnya jejaring sumber, adanya ketegangan secara fisik maupun emosional dan lain sebagainya, menjadi dasar untuk melakukan upaya upaya peningkatan peran.

 

2. Pendampingan Masyarakat

 

Kegiatan pendampingan masyarakat Akar Akar dilaksanakan untuk memperkuat akses masyarakat terhadap program penerapan teknologi tepat guna (TTG) bidang PU yang diperkenalkan oleh Balitbang Departemen PU. Pendampingan masyarakat, ditujukan pula untuk menjembatani kepentingan masyarakat terhadap program dan untuk memotivasi masyarakat agar lebih berperan dalam pelaksanaan program. Namun, ada tantangan tantangan dalam melaksanakan pendampingan masyarakat misalnya (i) merancang program perbaikan kehidupan sosial ekonomi, (ii) memobilisasi sumber daya setempat, (iii) memecahkan masalah sosial, (iv) menciptakan dan membuka akses bagi pemenuhan kebutuhan, dan (v) menjalin kerjasama dengan berbagai pihak yang relevan dengan konteks pemberdayaan masyarakat.

 

Pendampingan masyarakat memiliki empat kegiatan, yaitu (i) fasilitasi; (ii) penguatan (empowering); (iii) perlindungan (protecting), dan (iv) pendukungan (supporting). Dalam praktek lapangan, kegiatan pendampingan sosial sering dilaksanakan dengan menggunakan strategi pelatihan dan advokasi. Melalui dua strategi tersebut, terdapat lima aspek yang harus dipertimbangkan yaitu (i) peningkatan motivasi untuk berpartisipasi dalam kelompok; (ii) peningkatan kesadaran dan pelatihan kemampuan; (iii) peningkatan kapasitas kelembagaan/manajemen kelompok; (iv) mobilisasi sumber; dan  (v) pembangunan dan pengembangan jaringan.

 

3. Penerapan Teknologi Bidang Ke-PU-an

 

Teknologi tepat guna (TTG) yang diperkenalkan dan sesuai dengan kondisi desa Akar Akar adalah sebagai berikut:

 

  1. TTG irigasi non-padi menggunakan “biggun sprinkler” yang mampu mengairi lahan kering. Di wilayah irigasi pompa air tanah P2AT di BK 141 Dusun Batu Keruk dan BK 233 Dusun Batu Gembung (Arungan Bali).
  2. TTG jalan desa, menggunakan Lapis Pondasi Agregat Semen (LPAS/CSTB) dengan lapis penutup campuran aspal pasir (latasir). Kegiatan ini dilaksankan di tiga poros jalan Desa Akar-akar, yaitu di Dusun Batu Gembung (Arungan Bali), Dusun Batu Keruk I dan Dusun Batu Keruk II dengan total panjang ± 3,50 Km.
  3. TTG air minum dan sanitasi serta pembuatan model rumah contoh RISHA menggunakan bahan lokal. Kegiatan ini dilaksanakan di Dusun Dasan Gelumpang, Dusun Batu Gembung, Dusun Embar-embar, Dusun Batu Keruk, dan Dusun Lembah Pedek.

 

Proses Uji Model

 

Proses Pelaksanaan Uji Model Peningkatan Peran Masyarakat dan Pemda (MPPMP) desa Akar Akar terdiri dari 8 (delapan) tahapan kegiatan yaitu:

 

  1. Identifikasi potensi sosial ekonomi dan budaya masyarakat,
  2. Pemetaan sosial guna memahami kearifan budaya dan potensi lokal,
  3. Sosialisasi kepada pemda dan masyarakat,
  4. Pelaksanaan participatory rural appraisal (PRA),
  5. Pembentukan & perkuatan kelompok,
  6. Penyusunan Rencana Aksi (renaksi) bersama sama masyarakat, pemda, swasta,
  7. Pelatihan, pendampingan masyarakat guna keberhasilan kegiatan pengelolaan Air Minum & Sanitasi, Jalan dan irigasi sprinkler
  8. Perkuatan kelompok masyarakat (pokmas) sampai menjadi P3A lahan kering.

 

Identifikasi potensi sosial ekonomi dan budaya masyarakat dilaksanakan guna memperoleh data-data dan gambaran secara faktual tentang nilai-nilai maupun norma-norma sosial kemasyarakatan yang berkembang di Desa Akar-akar. Pengetahuan akan nilai dan norma tersebut merupakan sarana untuk mengetahui pola-pola kemasyarakatan yang kemudian akan mempengaruhi dan dipengaruhi oleh kondisi ekonomi dan budaya masyarakat.

 

Metoda yang digunakan adalah pemetaan sosial (social mapping) yang meliputi potensi nilai (mentulungan), norma (awig awig) dan juga jaringan kelembagaan/kelompok masyarakat yang meliputi (i) Karang Taruna, (ii) Remaja Masjid/Kelompok Serakalan, (iii) Koperasi Usaha Tani, Maju Jaya, (iv) Banjar gawe, (v) Banjar Mati, (vi) P3A à Kelompok P2AT, (vii) Pokmair = Kelompok Pemakai Air, (viii)  KTP = Kelompok Tim Pelestari (jalan, dsb), (ix) Kelompok Nelayan Putra Sejati, (x) MKA = Majelis Krama Adat, (xi) Parisade Hindu Dharma, (xii) Walubi

 

Sosialisasi kepada pemda dan masyarakat ditujukan untuk memberikan informasi tentang program Balitbang Departemen PU di Desa Akar-Akar. Kedalam kegiatan ini termasuk observasi terhadap hal hal yang dapat memberikan semangat/motivasi masyarakat untuk berpartisipasi, mendapatkan masukan/umpan balik tentang pandangan, pendapat dan program yang mungkin dapat dilaksanakan/dikontribusikan dinas/instansi daerah (kabupaten dan provinsi). Metoda observasi dan sosialisasi yang digunakan adalah wawancara langsung ke pihak-pihak yang dianggap kompeten, fasilitasi FGD (Focus Group Discussion) dengan masyarakat dan para pihak yang dianggap berkepentingan baik masyarakat dan dinas/instansi daerah, dan kunjungan lapangan secara langsung ke lokasi program.

 

Pelaksanaan PRA (Participatory Rural Appraisal) ditujukan untuk meningkatkan kemampuan masyarakat dalam mengidentifikasi potensi & permasalahan di sekitarnya dengan cara melibatkan masyarakat dalam kegiatan observasi (transek).  Hasil pelaksanaan PRA adalah kesepakatan bersama seluruh anggota masyarakat yang terlibat tentang potensi & permasalahan yang dimiliki yaitu (i) Sumber mata air Mursemalang, (ii) Lahan kering yang belum digarap dan (iii) Bahan bangunan lokal

 

Pembentukan dan perkuatan kelompok atau kelembagaan masyarakat ditujukan untuk mengorganisasikan masyarakat dalam memanfaatkan dan mengoperasikan teknologi yang diterapkan. Kelompok yang dibentuk dan diperkuat kompetensinya.

 

Pembentukan pokja tingkat desa tersebut merupakan aspirasi dan hasil kesepakatan dari masyarakat. Terpilihnya Bapak Ardep secara aklamasi oleh pengurus pokja didasarkan atas kapasitas yang dimiliki olehnya. Dari segi birokrasi, beliau merupakan seorang pegawai di lingkungan kantor Desa Akar-akar. Sementara dari segi kemasyarakatan, bapak Ardep adalah salah seorang tokoh yang disegani oleh masyarakat Desa Akar-akar.

 

Penyusunan Rencana Aksi (Renaksi) yang dilaksanakan dengan mekanisme pendampingan ditujukan untuk menjaring kesepakatan masyarakat (anggota pokja ke-PU-an) tentang kegiatan-kegiatan yang akan dilaksanakan dalam rangka melaksanakan operasi dan perawatan teknologi yang diterapkan di Desa Akar-akar. Renaksi terdiri dari 3 (tiga) bagian yaitu Renaksi yang disusun bersama sama (i) masyarakat, (ii) pemda, dan (iii) swasta. Tabel-1 adalah Renaksi MPPMP Akar Akar.

 

Tabel-1 Rencana Aksi (Renaksi) MPPMP Akar Akar

 

No

Rencana Aksi (Renaksi)

Catatan

A

Renaksi bersama Masyarakat

 

 

A-1 Bidang Air Bersih dan Sanitasi
  1. Pelaksanaan perawatan jaringan air bersih dan MCK secara regular
  2. Pemanfaatan MCK secara maksimal
  3. Pengadaan/penambahan iuran guna perawatan MCK
  4. Identifikasi permasalahan teknis dan mencari solusi terhadap permasalan tersebut.
Potensi Kendala
  1. Minimnya pengetahuan teknis terkait OP
  2. Air Bersih: Air tidak mengalir lancar, terutama di Lembah Pedek dan batu Keruk, sehingga menyulitkan pelaksanaan OP
  3. Jalan: Iuran jalan sulit dilaksanakan sebab pengguna jalan bukan hanya penduduk sekitar poros melainkan masyarakat luas di lingkungan Desa Akar-akar. Pada poros II Batu keruk, mengalami kesulitan membatasi tonase kendaraan yang melintas sebab poros II merupakan jalan penghubung antar dusun.
  4. Irigasi: Minimnya modal usaha guna mendukung program tanam massal jagung

 

A-2 Bidang Jalan Poros
  1. Pembuatan kesepakatan pelaksanaan perawatan jaringan jalan  secara regular
  2. Identifikasi permasalahan teknis dan mencari solusi terhadap permasalahan tersebut

 

A-3 Jaringan Irigasi Sprinkler
  1. Pembuatan kesepakatan pelaksanaan perawatan jaringan irigasi air bersih secara regular
  2. Operasi dan Pemanfaatan jaringan irigasi sprinkler melalui program tanam massal jagung di 25 Ha lahan sprinkler
  3. Pengadaan/oenambahan iuran guna perawatan jaringan irigasi srinkler
  4. Identifikasi permasalahan teknis dan mencari solusi terhadap permasalan tersebut
  5. Pelatihan teknis OP jaringan irigasi sprinkler dan manejerial kelembagaan Pokja Jaringan Irigasi Sprinkler

B

Renaksi Bersama Pemda  

 

B-1 Bappeda Propinsi NTB:
  1. Membentuk sekretariat tingkat provinsi NTB

B-2 Bappeda Kabupaten Lombok Barat:

  1. Meninjau lokasi uji coba teknologi Balitbang PU
  2. Membuat rencana kegiatan untuk menindaklanjuti hasil ujicoba yang dilakukan Balitbang PU, sebagai langkah untuk mengembangkan kegiatan ini di masa mendatang

B-3 Dinas P2AT

  1. Memberikan pelatihan dan konsultasi teknis tentang perbaikan mesin pompa dan pipa jaringan sprinkler kepada pokja sprinkler di desa Akar-akar
  2. Akan mengusahakan anggaran bantuan bahan bakar mesin pompa kepada pokja sprinkler di Desa Akar-akar
  3. Akan mengganti pompa di dusun Lembah Pedek sesuai dengan rencana awal, dengan pompa yang berkapasitas lebih besar
  4. Berkomitmen menjadikan lokasi kegiatan uji coba sprinkler di Desa Akar-akar sebagai tempat pelatihan untuk wilayah Lombok Barat
  5. Berkomitmen mengembangkan jaringan irigasi sprinkler di Lembah Pedek
  6. Berencana melakukan kerjasama dengan Puslitbang Sebranmas untuk mengadakan pelatihan irigasi sprinkler di wilayah NTB

 

B-4 Dinas PU Kabupaten

  1. Subdin Bina Marga : Memberikan pembinaan teknis perawatan jalan yang sudah dilakukan di 3 poros saat pelatihan
  2. Subdin Pengairan : berkomitmen membina pokja sprinkler desa akar-akar seperti yang dilakukan dengan system kelompok P3A di wilayah lain yang saat ini sudah berjalan dengan baik (Amrin Husodo, ST)

B-5 Dinas Pertanian Kabupaten

  1. Memberikan bantuan bibit tanaman jagung Bisi 2 sebanyak 200 kg untuk 25 Ha lahan uji coba tanam missal di Arungan Bali dan Batu Keruk
  2. Memberikan tenaga pendamping lapangan (TPL) yang sampai saat ini masih melakukan pendampingan kepada masyarakat (Bahar)

B-6 Dinas Peternakan

  1. Berkomitmen memberikan bantuan kredit berupa sapi dan kambing secara bergilir dengan cara pengembalian bunga ringan

B-7 UNRAM

  1. Melakukan penelitian tanaman pangan yang cocok untuk diterapkan di lahan kering di Desa Akar-akar yang membutuhkan sedikit air

B-8 Kecamatan Bayan

  1. Memberikan jaminan kepada pihak pemberi kredit (BRI) sebagai pengganti agunan, sebab pokja di Desa Akar-akar mayoritas lahan yang dimiliki tidak sertifikat lahan yang dapat dijadikan jaminan pemberi kredit

B-9 Balai Penelitian Tanaman (Malang)

  1. Memberi bantuan bibit kapas dengan komitmen akan membeli hasil panen biji kapas dan panenan kapas sesuai dengan harga yang sudah disepakati oleh kedua belah pihak. Hal tersebut sudah dibuktikan dengan memberikan pelatihan kepada beberapa anggota pokja di Malang yang dibiayai oleh balai penelitian
Status:

B-1: Belum ada kelanjutan

B-2: Sudah membuat konsep pelaksanaan program di tahun 2008

 

 

B-3

  1. tahun anggaran 2008
  2. tahun anggaran 2008
  3. target ke depan
  4. tahun anggaran 2008
  5. target ke depan

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

B-9

Penanaman kapas tidak efektif dan tanaman tersebut kurang cocok untuk lahan kering desa Akar-

 

C

Renaksi Bersama Swasta  

 

C-1 PT Gerbang NTB
  1. Memberikan kredit usaha tani kepada pokja sprinkler di Arungan Bali sebesar Rp. 3.750.000,- /petani/ha
  2. Bersedia membeli panenan jagung hasil tanam massal sesuai harga pasaran

C-2 PT Garuda Food

  1. Menawarkan kerjasama dengan pokja sprinkler untuk menanam kacang tanah di area Uji coba Sprinkler

C-3 PT Sedhana Arif Nusa

  1. Melakukan uji coba penanaman tembakau jenis Virginia
C-1:

Kredit diberikan awal Agustus 2007

 

 

C-2

Juli 2007

 

 

C-3

Juli 2007

 

Pelatihan teknis maupun non teknis terhadap penerapan TTG bidang PU di Desa Akar-Akar, ditujukan untuk meningkatkan kesadaran dan kemampuan kelompok dalam mengelola kelembagaan serta kegiatan operasional pemanfaatan dan pemeliharaan infrastruktur yang dibangun. Sementara itu, pendampingan pelaksanaan Renaksi diarahkan pada pemanfaatan dan pengoperasian serta pemeliharaan TTG air bersih & sanitasi/MCK, jalan poros, dan irigrasi sprinkler.  Tabel-2 dan Tabel-3 masing m asing adalah perbandingan pendapatan petani sebelum dan sesudah penerapan TTG sprinkler di Desa Akar-akar, Lombok Utara, NTB.

 

Tampak pada tabel tersebut bahwa penghasilan petani dalam setahun meningkat 3 kali lipat, dibandingkan sebelum dilakukan litbang irigasi Sprinkler. Dengan demikian, penerapan teknologi jaringan irigasi sprinkler melalui pendampingan masyarakat, berpotensi meningkatkan kesejahteraan masyarakat Desa Akar-akar.

 

Akhirnya, perkuatan Kelompok Masyarakat Menjadi P3A Lahan Kering dilakukan untuk menunjang kemandirian Kelompok Masyarakat Desa dalam menjalin hubungan dengan pihak lain dan guna menunjang kemampuan manajerial kelompok. Kegiatan ini dilegitmasi melalui SK Bupati Lombok Utara dengan No. Registrasi : 910/284/KLU/2009, tertanggal 27 Juni 2009 tentang pembentukan P3A Lahan Kering ”Karya Pertiwi”.

 

 


[1] Pada tahun 2007 atau saat penelitian ini dilaksanakanan, Desa Akar-akar termasuk ke dalam lingkup wilayah adminsitrasi Kabupaten Lombok Barat. Kabupaten ini dibentuk berdasarkan Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2008, yang merupakan pemekaran dari Kabupaten Lombok Barat.