"HADIRKAN SOLUSI, SEIRING INOVASI"
Produk Terkait
Penataan dan Pengembangan Kampung Nelayan Berbasis Penyediaan Infrastruktur Permukiman Mendukung Penghidupan BerkelanjutanTeknologi Pengolahan Air Limbah Sistem Bio-FilterInstalasi Daur Ulang Air Limbah Sistem BiotourBebak Laminasi dari GewangBambu LaminasiTeknologi Pracetak n-PanelPeta Gempa Indonesia Tahun 2017Teknologi Pracetak C-PlusRumah Unggul Sistem Panel Instan (RUSPIN)Sistem Informasi Geografis Sumber Daya AirJurnal Permukiman Jurnal Sumber Daya AirJurnal Sosial Ekonomi Pekerjaan UmumKONEKTIVITAS JALAN MENDUKUNG SISTEM LOGISTIK NASIONALJurnal Jalan dan JembatanJurnal IrigasiSTRATEGI PENERAPAN TEKNOLOGI JEMBATAN APUNGURBAN SAFETY MANAGEMENTAPLIKASI BERBASIS PONSEL JALAN KITA (JAKI)TEKNOLOGI ANJUNGAN CERDAS (ROSSITA)APILL PORTABLE ALAT PEMBERI ISYARAT LALU LINTASREMOTE CONTROL MONITORING SYSTEM (RCMS)HYDROSEEDINGTEKNOLOGI PENAHAN EROSI LERENGPEMERINGKATAN JALAN HIJAU GREEN ROAD RATINGSINDILA Sistem Informasi Dini Lalu LintasPLATO Sofware Penghitung dan Pencatatan Volume Lalu Lintas JalanSISTEM INFORMASI DRAINASE JALANFASILITAS JALUR SEPEDA DAN FASILITAs JALUR KHUSUS SEPEDA MOTORFASILITAS PEJALAN KAKIRUANG HENTI KHUSUS KENDARAAN BERMOTOR RODA DUA (RHK)CORRUGATED MORTA PUSJATAN (CMP)TEKNOLOGI PENANGANAN RUNTUHAN BANTUANTIMBUNAN RINGANBETON DENGAN SEDIKIT SEMEN MEMANFAATKAN ABU TERBANG PLTU BATU BARA FLY ASHTEKNOLOGI CAT ANTI-FOULING JEMBATANSISTEM INFORMASI MANAJEMEN BAGAS (SIMBAGAS)TEKNOLOGI CABLE STAYEDTEKNOLOGI JEMBATAN UNTUK DESA ASIMETRIS (JUDESA)KINERJA BETON TINGGI13. RECYCLING ASPHALT PAVEMENTSTABILILTAS JALAN BERVOLUME DAN BERBIAYA RENDAHBUTUR SEALTEKNOLOGI ASPAL KARETWARM MIX ASPHALT ZEOLITWARM MIX ASPHALT ECONUSKAALAT PENGUKUR KEKUATAN JALAN (APKJ)BIMA-LIGHT FRIEDTEST LIGHT FALLING WEIGHT DEFLECTOMETER (LWD)TAMBALAN CEPAT MANTAP (TCM)SANDBASE LAPIS FONDASI PASIR ASPAL (LFPA)TEKNOLOG MATERIAL LOKAL BATU KAPURHOT MIX LAWELE GRANULAR ASBUTON (HLCA)COLD PAVING HOT MIX ASBUTON (CPHMA)BENDUNG KNOCKDOWN PINTU SORONG TONJOL BERBAHAN GFRP (GLASS FIBER REINFORCED POLYMER)PINTU AIR OTOMATIS TAHAN KOROSI BAHAN FIBER RESINJARINGAN IRIGASI TETES BERBASIS PARTISIPASI PETANIJARINGAN IRIGASI PERPIPAANPINTU AIR IRIGASI DENGAN BAHAN FERROCEMENT (BOX TERSIER)SUMUR RESAPANTEKNOLOGI TRICKLING UNTUK PENGOLAHAN LIMBAH PENDUDUK MENGUNAKAN MEDIA BATMIK DAN PLASTIKINSTALASI PENGOLAHAN AIR SANGAT SEDERHANA (IPASS)INSTALASI PENGULAHAN AIR GAMBUT UNTUK PENYEDIAAN AIR BERSIHBENDUNGAN BAWAH TANAHBENDUNG DAN PELIMPAH TIPE GERGAJIAKUIFER BUATAN DAUR ULANG AIR HUJAN (ABDULAH)BANGUNAN AKUIFER BUATAN SIMPANAN AIR HUJAN (ABSAH)Sarana Resapan Air Hujan Sangat Sederhana (SaRASS)Ekoteknologi MIKROHIDROPEMECAH GELOMBANG AMBANG RENDAH (PEGAR)BLOK BETON 3B ( Berkait, Berongga dan Bertangga) SEBAGAI ALTERNATIF TEKNOLOGI PENGAMAN PANTAIMajalah Dinamika Riset Edisi 3 tahun 2016Majalah Dinamika Riset Edisi 2 tahun 2016Majalah Dinamika Riset Edisi 1 tahun 2016Majalah Dinamika Riset Edisi khusus tahun 2015Majalah Dinamika Riset Edisi 3 tahun 2015Majalah Dinamika Riset Edisi 2 tahun 2015Majalah Dinamika Riset Edisi 1 tahun 2015PEDOMAN ANALISIS HARGA SATUAN PEKERJAAN BIDANG PEKERJAAN UMUM AHSP PermenPUNo28 PRT M 2016Ketentuan seismik untuk struktur baja bangunan gedung ANSI AISC 341 10 IDTSpesifikasi untuk gedung baja struktural SNI 1729 2015Tata cara pengendalian serangan rayap tanah pada bangunan rumah dan gedung paska konstruksi SNI 2404 2015Spesifikasi blok pemandu pada jalur pejalan kaki SNI 8160 2015Spesifikasi geometri teluk bus SNI 2838 2015Metode pengukuran kedalaman menggunakan alat perum gema untuk menghasilkan peta batimetri SNI 8283 2016Standar perencanaan ketahanan gempa untuk jembatan SNI 2833 2016Spesifikasi bata beton TiOO sebagai pereduksi polutan udara SNI 8308 2016Tata cara analisis pengujian surutan bertahap pada sumur uji dan sumur produksi dengan metode Hantush Beirsch SNI 8061 2015Tata cara analisis dan evaluasi data uji pemompaan dengan metode Papadopulos cooper SNI 2817 2015Tata cara penghitungan evapotranspirasi tanaman acuan dengan metode Penmanmonteith SNI 7745 2012Pengukuran debit pada saluran terbuka menggunakan bangunan ukur tipe pelimpah atas SNI 8137 2015Tata cara perencanaan umum krib sungai bagian 1 perencanaan umum SNI 2400 1 2016Perhitungan debit andalan air sungai dengan kurva durasi debit SNI 6738 2015Tata cara pengukuran kecepatan aliran pada uji model hidraulik fisik UMH Fisik dengan alat ukur arus tipe baling baling SNI 3408 2015Tata cara pengukuran debit aliran sungai dan saluran terbuka menggunakan alat ukur arus dan pelampung SNI 8066 2015Tata cara desain hidraulik tubuh bendung tetap dengan peredam energi tipe MDO dan MDS SNI 8063 2015Desain bangunan penahan sedimen SNI 2851 2015Tata cara desain tubuh bendungan tipe urugan SNI 8062 2015Metode analisis dan cara pengendalian rembesan air untuk bendungan tipe urugan SNI 8065 2016Spesifikasi baut baja hasil perlakuan panas dengan kuat tarik minimum 830 MPa Structural Bolts Steel Heat Treated 830 MPa Minimum Tensile Strength metric ASTM A325 M 04 IDT SNI ASTM A325M 2012Metode uji rangkak untuk beton yang tertekan ASTM C512 C512M 10 IDT SNI 4811 2016Tata cara pengukuran tekanan air pori tanah dengan pisometer pipa terbuka Casagrande SNI 8134 2015Metode uji pengukuran tahanan cabut geosintetik dalam tanah SNI 8128 2016 ASTM A6706 01 2007 IDTCara uji pengukuran potensi keruntuhan tanah di laboratorium SNI 8072 2016Metode uji koefisien kelulusan air pada tanah gambut dengan tinggi tekan tetap SNI 8071 2016Metode uji penentuan kadar pasir dalam slari bentonit SNI 8073 2016Metode uji kelulusan air pada tanah jenuh dengan menggunakan sel triaksial SNI 8070 2016Metode uji kuat geser langsung tanah tidak terkonsolidasi dan tidak terdrainase SNI 3420 2016Pedoman penjahitan melintang pada pemeliharaan perkerasan kaku Surat Edaran Menteri PUPR 06 SE M 2016Pedoman perancangan pelaksanaan perkerasan jalan telford Surat Edaran Menteri PUPR 04 SE M 2016Pedoman penentuan Bridge Load Rating untuk jembatan existing Surat Edaran Menteri PUPR 04 SE M 2016Pedoman perancangan jembatan integral penuh tipe gelagar beton bertulang Surat Edaran Menteri PUPR No 02 SE M 2016Pedoman tata cara penentuan campuran beton normal dengan semen OPC PPC dan PCC Surat Edaran Menteri PUPR Nomor 07 SE M 2016Tata cara perhitungan debit banjir SNI 2415 2016Metode analisis stabilitas lereng statik bendungan tipe urugan SNI 8064 2016Spesifikasi semen slag untuk digunakan dalam beton dan mortar ASTM C989 10 IDT SNI 6385 2016Metode uji rangkak untuk beton yang tertekan ASTM C512 C512M 10 IDT SNI 4811 2016Metode uji indeks ekspansi tanah Standard test method for expansion index of soilsPRESS TOUR PUSAT LITBANG PERMUKIMANBATA dan BATAKO LIMBAH BATU APUNGEdisi I Januari Maret 2013Strategi Penerapan Hunian Apung ModularModel Perhitungan Cepat Nilai Tanah dalam Rencana Pembangunan WadukASR Aquifer Storage and Recover Teknologi Sumur Imbuhan Berbasis Aquifer Storage and RecoveryDinamika RISET Volume X No 2 April Juni 2012Pengamanan Abrasi Pantai Oleh Masyarakat JeparaBak Pengendap BerkepingBlok Beton TerkunciRekayasa Sosial Pembangunan BendunganKajian Sosial Ekonomi Rencana Pembangunan Jalan Tol dan Kereta Api di Pulau JawaDinamika RISET Volume X No 2 April Juni 2012EGA Ecotech GArdenGeocell Sebagai Pelindung Tebing SungaiPelindung Tebing Sungai Bio Engineering yang Berwawasan LingkunganTangga DaruratSprinkler Type BIR V1 Balai Irigasi ReformTeralis Aman KebakaranRumah Tradisional Huni WamenaKincir Air Tipe PUSAIRTenda Bencana Skala KeluargaHarmonisasi Sampah Perkotaan Sebagai Upaya Perbaikan Kesehatan Masyarakat Kualitas Sumber Air Lingkungan Dan EkonomiMPPMP Akar AkarAnalisa Dampak Sosial Ekonomi Infrastruktur Jawa SumateraSelimut ApiRumah Susun Sederhana CIGUGUR CIMAHIRumah Instan Sederhana Sehat (RISHA)Majalah Dinamika Riset Balitbang 2015Puskim Convention Center Grha Wiksa PranitiBatu alam untuk bahan bangunan Mutu dan cara uji

MPPMP Akar Akar

 

Model Peningkatan Peran Masyarakat dan Pemerintah Daerah (MPPMP) dikaji dan di uji cobakan di Desa Akar Akar Nusa Tenggara Barat (NTB) yang terdiri dari dua pulau (Lombok dan Sumbawa). Kedua Pulau tersebut memiliki luas wilayah 49.312,19 Km2 yang terdiri dari daratan seluas 20.153,15 Km2, dan lautan seluas 29.159,04 Km2. Seluas 1.673.478 Km2 atau 83% daratan NTB terdiri dari lahan kering belum menjadi tempat yang optimal bagi pertumbuhan produktivitas masyarakat. Jika dilihat dari kondisi alamnya, sebagian besar luas daratan NTB adalah lahan kering yang melingkupi wilayah seluas 1.673.478 ha atau sekitar 83% dari total wilayah daratan di pulau ini. Minimnya curah hujan di daerah lahan kering yang hanya mencapai 142,72 mm/th berakibat rendahnya produktivitas tanaman pangan yang pada akhirnya berpengaruh terhadap  tingkat kesejahteraan penduduk NTB.

 

Berdasarkan hal tersebut, Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melaksanakan uji coba teknologi ke-PU-an secara berkelanjutan dalam rangka pengolahan lahan kering di Desa Akar-akar, Kecamatan Bayan, Kabupaten Lombok Utara[1], NTB, guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa tersebut. Uji coba teknologi skala penuh 1 : 1 ini terletak pada areal seluas 225 ha dengan melibatkan Pusat Penelitian dan Pengembangan (Litbang) Teknis dan Sosial.

 

Kegiatan ini menghasilkan suatu bentuk model pendampingan masyarakat dalam rangka peningkatan peran masyarakat dalam pengembangan kawasan lahan kering serta peningkatan kapasitas teknis dan manajemen dalam operasional pemeliharaan prasarana dan sarana ke-PU-an berbasis pada masyarakat.

 

Keunggulan

 

  1. Mendorong kemampuan masyarakat untuk melaksanakan Operasi dan Pemeliharaan teknologi yang diterapkan.
  2. Mendorong masyarakat untuk mengevaluasi dan memonitor tingkat keberhasilan secara mandiri.
  3. Masyarakat menerima dan memanfaatkan secara aktif teknologi yang diterapkan karena sesuai dengan kebutuhan, berpotensi meningkatkan kesejahteraan dan menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat sekitar
  4. Mengoptimalkan fungsi lahan tidur menjadi lahan yang produktif.
  5. Berkembangnya kelompok masyarakat menjadi kelompok tani P3A di lahan kering untuk yang pertama kalinya di Indonesia.
  6. Secara umum, ujicoba yang dilakukan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat, melalui penanaman jagung dengan mengacu pada pola pendampingan secara intensif.

 

Kelemahan

 

  1. Diperlukan adanya penyesuaian teknologi dengan kondisi setempat.
  2. Untuk keberlanjutan program, diperlukan pendampingan kepada masyarakat pengguna.
  3. Belum tersedianya suku cadang teknologi irigasi sprinkler yang mudah diperoleh masyarakat di lingkup wilayahnya.
  4. Partisipasi aktif masyarakat ditentukan juga oleh faktor teknologi yang tepat guna/manfaat dalam menjawab kebutuhan masyarakat sasaran.

 

Konsepsi

 

Konsep MPPMP Akar akar dikembangkan berdasarkan peningkatan peran, pendampingan masyarakat, dan penerapan teknologi bidang PU secara terintegrasi.

 

1. Peningkatan peran

 

Peningkatan peran diarahkan untuk memperkuat kesiapan atau keberdayaan masyarakat maupun pemda dalam mendukung kegiatan/program yang dilaksanakan. Keterbatasan akses terhadap program misalnya yang diakibatkan faktor faktor geografis, keterbatasan infrastruktur, minimnya akses komunikasi, ketiadaan dukungan finansial, rendahnya kualitas SDM, lemahnya jejaring sumber, adanya ketegangan secara fisik maupun emosional dan lain sebagainya, menjadi dasar untuk melakukan upaya upaya peningkatan peran.

 

2. Pendampingan Masyarakat

 

Kegiatan pendampingan masyarakat Akar Akar dilaksanakan untuk memperkuat akses masyarakat terhadap program penerapan teknologi tepat guna (TTG) bidang PU yang diperkenalkan oleh Balitbang Departemen PU. Pendampingan masyarakat, ditujukan pula untuk menjembatani kepentingan masyarakat terhadap program dan untuk memotivasi masyarakat agar lebih berperan dalam pelaksanaan program. Namun, ada tantangan tantangan dalam melaksanakan pendampingan masyarakat misalnya (i) merancang program perbaikan kehidupan sosial ekonomi, (ii) memobilisasi sumber daya setempat, (iii) memecahkan masalah sosial, (iv) menciptakan dan membuka akses bagi pemenuhan kebutuhan, dan (v) menjalin kerjasama dengan berbagai pihak yang relevan dengan konteks pemberdayaan masyarakat.

 

Pendampingan masyarakat memiliki empat kegiatan, yaitu (i) fasilitasi; (ii) penguatan (empowering); (iii) perlindungan (protecting), dan (iv) pendukungan (supporting). Dalam praktek lapangan, kegiatan pendampingan sosial sering dilaksanakan dengan menggunakan strategi pelatihan dan advokasi. Melalui dua strategi tersebut, terdapat lima aspek yang harus dipertimbangkan yaitu (i) peningkatan motivasi untuk berpartisipasi dalam kelompok; (ii) peningkatan kesadaran dan pelatihan kemampuan; (iii) peningkatan kapasitas kelembagaan/manajemen kelompok; (iv) mobilisasi sumber; dan  (v) pembangunan dan pengembangan jaringan.

 

3. Penerapan Teknologi Bidang Ke-PU-an

 

Teknologi tepat guna (TTG) yang diperkenalkan dan sesuai dengan kondisi desa Akar Akar adalah sebagai berikut:

 

  1. TTG irigasi non-padi menggunakan “biggun sprinkler” yang mampu mengairi lahan kering. Di wilayah irigasi pompa air tanah P2AT di BK 141 Dusun Batu Keruk dan BK 233 Dusun Batu Gembung (Arungan Bali).
  2. TTG jalan desa, menggunakan Lapis Pondasi Agregat Semen (LPAS/CSTB) dengan lapis penutup campuran aspal pasir (latasir). Kegiatan ini dilaksankan di tiga poros jalan Desa Akar-akar, yaitu di Dusun Batu Gembung (Arungan Bali), Dusun Batu Keruk I dan Dusun Batu Keruk II dengan total panjang ± 3,50 Km.
  3. TTG air minum dan sanitasi serta pembuatan model rumah contoh RISHA menggunakan bahan lokal. Kegiatan ini dilaksanakan di Dusun Dasan Gelumpang, Dusun Batu Gembung, Dusun Embar-embar, Dusun Batu Keruk, dan Dusun Lembah Pedek.

 

Proses Uji Model

 

Proses Pelaksanaan Uji Model Peningkatan Peran Masyarakat dan Pemda (MPPMP) desa Akar Akar terdiri dari 8 (delapan) tahapan kegiatan yaitu:

 

  1. Identifikasi potensi sosial ekonomi dan budaya masyarakat,
  2. Pemetaan sosial guna memahami kearifan budaya dan potensi lokal,
  3. Sosialisasi kepada pemda dan masyarakat,
  4. Pelaksanaan participatory rural appraisal (PRA),
  5. Pembentukan & perkuatan kelompok,
  6. Penyusunan Rencana Aksi (renaksi) bersama sama masyarakat, pemda, swasta,
  7. Pelatihan, pendampingan masyarakat guna keberhasilan kegiatan pengelolaan Air Minum & Sanitasi, Jalan dan irigasi sprinkler
  8. Perkuatan kelompok masyarakat (pokmas) sampai menjadi P3A lahan kering.

 

Identifikasi potensi sosial ekonomi dan budaya masyarakat dilaksanakan guna memperoleh data-data dan gambaran secara faktual tentang nilai-nilai maupun norma-norma sosial kemasyarakatan yang berkembang di Desa Akar-akar. Pengetahuan akan nilai dan norma tersebut merupakan sarana untuk mengetahui pola-pola kemasyarakatan yang kemudian akan mempengaruhi dan dipengaruhi oleh kondisi ekonomi dan budaya masyarakat.

 

Metoda yang digunakan adalah pemetaan sosial (social mapping) yang meliputi potensi nilai (mentulungan), norma (awig awig) dan juga jaringan kelembagaan/kelompok masyarakat yang meliputi (i) Karang Taruna, (ii) Remaja Masjid/Kelompok Serakalan, (iii) Koperasi Usaha Tani, Maju Jaya, (iv) Banjar gawe, (v) Banjar Mati, (vi) P3A à Kelompok P2AT, (vii) Pokmair = Kelompok Pemakai Air, (viii)  KTP = Kelompok Tim Pelestari (jalan, dsb), (ix) Kelompok Nelayan Putra Sejati, (x) MKA = Majelis Krama Adat, (xi) Parisade Hindu Dharma, (xii) Walubi

 

Sosialisasi kepada pemda dan masyarakat ditujukan untuk memberikan informasi tentang program Balitbang Departemen PU di Desa Akar-Akar. Kedalam kegiatan ini termasuk observasi terhadap hal hal yang dapat memberikan semangat/motivasi masyarakat untuk berpartisipasi, mendapatkan masukan/umpan balik tentang pandangan, pendapat dan program yang mungkin dapat dilaksanakan/dikontribusikan dinas/instansi daerah (kabupaten dan provinsi). Metoda observasi dan sosialisasi yang digunakan adalah wawancara langsung ke pihak-pihak yang dianggap kompeten, fasilitasi FGD (Focus Group Discussion) dengan masyarakat dan para pihak yang dianggap berkepentingan baik masyarakat dan dinas/instansi daerah, dan kunjungan lapangan secara langsung ke lokasi program.

 

Pelaksanaan PRA (Participatory Rural Appraisal) ditujukan untuk meningkatkan kemampuan masyarakat dalam mengidentifikasi potensi & permasalahan di sekitarnya dengan cara melibatkan masyarakat dalam kegiatan observasi (transek).  Hasil pelaksanaan PRA adalah kesepakatan bersama seluruh anggota masyarakat yang terlibat tentang potensi & permasalahan yang dimiliki yaitu (i) Sumber mata air Mursemalang, (ii) Lahan kering yang belum digarap dan (iii) Bahan bangunan lokal

 

Pembentukan dan perkuatan kelompok atau kelembagaan masyarakat ditujukan untuk mengorganisasikan masyarakat dalam memanfaatkan dan mengoperasikan teknologi yang diterapkan. Kelompok yang dibentuk dan diperkuat kompetensinya.

 

Pembentukan pokja tingkat desa tersebut merupakan aspirasi dan hasil kesepakatan dari masyarakat. Terpilihnya Bapak Ardep secara aklamasi oleh pengurus pokja didasarkan atas kapasitas yang dimiliki olehnya. Dari segi birokrasi, beliau merupakan seorang pegawai di lingkungan kantor Desa Akar-akar. Sementara dari segi kemasyarakatan, bapak Ardep adalah salah seorang tokoh yang disegani oleh masyarakat Desa Akar-akar.

 

Penyusunan Rencana Aksi (Renaksi) yang dilaksanakan dengan mekanisme pendampingan ditujukan untuk menjaring kesepakatan masyarakat (anggota pokja ke-PU-an) tentang kegiatan-kegiatan yang akan dilaksanakan dalam rangka melaksanakan operasi dan perawatan teknologi yang diterapkan di Desa Akar-akar. Renaksi terdiri dari 3 (tiga) bagian yaitu Renaksi yang disusun bersama sama (i) masyarakat, (ii) pemda, dan (iii) swasta. Tabel-1 adalah Renaksi MPPMP Akar Akar.

 

Tabel-1 Rencana Aksi (Renaksi) MPPMP Akar Akar

 

No

Rencana Aksi (Renaksi)

Catatan

A

Renaksi bersama Masyarakat

 

 

A-1 Bidang Air Bersih dan Sanitasi
  1. Pelaksanaan perawatan jaringan air bersih dan MCK secara regular
  2. Pemanfaatan MCK secara maksimal
  3. Pengadaan/penambahan iuran guna perawatan MCK
  4. Identifikasi permasalahan teknis dan mencari solusi terhadap permasalan tersebut.
Potensi Kendala
  1. Minimnya pengetahuan teknis terkait OP
  2. Air Bersih: Air tidak mengalir lancar, terutama di Lembah Pedek dan batu Keruk, sehingga menyulitkan pelaksanaan OP
  3. Jalan: Iuran jalan sulit dilaksanakan sebab pengguna jalan bukan hanya penduduk sekitar poros melainkan masyarakat luas di lingkungan Desa Akar-akar. Pada poros II Batu keruk, mengalami kesulitan membatasi tonase kendaraan yang melintas sebab poros II merupakan jalan penghubung antar dusun.
  4. Irigasi: Minimnya modal usaha guna mendukung program tanam massal jagung

 

A-2 Bidang Jalan Poros
  1. Pembuatan kesepakatan pelaksanaan perawatan jaringan jalan  secara regular
  2. Identifikasi permasalahan teknis dan mencari solusi terhadap permasalahan tersebut

 

A-3 Jaringan Irigasi Sprinkler
  1. Pembuatan kesepakatan pelaksanaan perawatan jaringan irigasi air bersih secara regular
  2. Operasi dan Pemanfaatan jaringan irigasi sprinkler melalui program tanam massal jagung di 25 Ha lahan sprinkler
  3. Pengadaan/oenambahan iuran guna perawatan jaringan irigasi srinkler
  4. Identifikasi permasalahan teknis dan mencari solusi terhadap permasalan tersebut
  5. Pelatihan teknis OP jaringan irigasi sprinkler dan manejerial kelembagaan Pokja Jaringan Irigasi Sprinkler

B

Renaksi Bersama Pemda  

 

B-1 Bappeda Propinsi NTB:
  1. Membentuk sekretariat tingkat provinsi NTB

B-2 Bappeda Kabupaten Lombok Barat:

  1. Meninjau lokasi uji coba teknologi Balitbang PU
  2. Membuat rencana kegiatan untuk menindaklanjuti hasil ujicoba yang dilakukan Balitbang PU, sebagai langkah untuk mengembangkan kegiatan ini di masa mendatang

B-3 Dinas P2AT

  1. Memberikan pelatihan dan konsultasi teknis tentang perbaikan mesin pompa dan pipa jaringan sprinkler kepada pokja sprinkler di desa Akar-akar
  2. Akan mengusahakan anggaran bantuan bahan bakar mesin pompa kepada pokja sprinkler di Desa Akar-akar
  3. Akan mengganti pompa di dusun Lembah Pedek sesuai dengan rencana awal, dengan pompa yang berkapasitas lebih besar
  4. Berkomitmen menjadikan lokasi kegiatan uji coba sprinkler di Desa Akar-akar sebagai tempat pelatihan untuk wilayah Lombok Barat
  5. Berkomitmen mengembangkan jaringan irigasi sprinkler di Lembah Pedek
  6. Berencana melakukan kerjasama dengan Puslitbang Sebranmas untuk mengadakan pelatihan irigasi sprinkler di wilayah NTB

 

B-4 Dinas PU Kabupaten

  1. Subdin Bina Marga : Memberikan pembinaan teknis perawatan jalan yang sudah dilakukan di 3 poros saat pelatihan
  2. Subdin Pengairan : berkomitmen membina pokja sprinkler desa akar-akar seperti yang dilakukan dengan system kelompok P3A di wilayah lain yang saat ini sudah berjalan dengan baik (Amrin Husodo, ST)

B-5 Dinas Pertanian Kabupaten

  1. Memberikan bantuan bibit tanaman jagung Bisi 2 sebanyak 200 kg untuk 25 Ha lahan uji coba tanam missal di Arungan Bali dan Batu Keruk
  2. Memberikan tenaga pendamping lapangan (TPL) yang sampai saat ini masih melakukan pendampingan kepada masyarakat (Bahar)

B-6 Dinas Peternakan

  1. Berkomitmen memberikan bantuan kredit berupa sapi dan kambing secara bergilir dengan cara pengembalian bunga ringan

B-7 UNRAM

  1. Melakukan penelitian tanaman pangan yang cocok untuk diterapkan di lahan kering di Desa Akar-akar yang membutuhkan sedikit air

B-8 Kecamatan Bayan

  1. Memberikan jaminan kepada pihak pemberi kredit (BRI) sebagai pengganti agunan, sebab pokja di Desa Akar-akar mayoritas lahan yang dimiliki tidak sertifikat lahan yang dapat dijadikan jaminan pemberi kredit

B-9 Balai Penelitian Tanaman (Malang)

  1. Memberi bantuan bibit kapas dengan komitmen akan membeli hasil panen biji kapas dan panenan kapas sesuai dengan harga yang sudah disepakati oleh kedua belah pihak. Hal tersebut sudah dibuktikan dengan memberikan pelatihan kepada beberapa anggota pokja di Malang yang dibiayai oleh balai penelitian
Status:

B-1: Belum ada kelanjutan

B-2: Sudah membuat konsep pelaksanaan program di tahun 2008

 

 

B-3

  1. tahun anggaran 2008
  2. tahun anggaran 2008
  3. target ke depan
  4. tahun anggaran 2008
  5. target ke depan

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

B-9

Penanaman kapas tidak efektif dan tanaman tersebut kurang cocok untuk lahan kering desa Akar-

 

C

Renaksi Bersama Swasta  

 

C-1 PT Gerbang NTB
  1. Memberikan kredit usaha tani kepada pokja sprinkler di Arungan Bali sebesar Rp. 3.750.000,- /petani/ha
  2. Bersedia membeli panenan jagung hasil tanam massal sesuai harga pasaran

C-2 PT Garuda Food

  1. Menawarkan kerjasama dengan pokja sprinkler untuk menanam kacang tanah di area Uji coba Sprinkler

C-3 PT Sedhana Arif Nusa

  1. Melakukan uji coba penanaman tembakau jenis Virginia
C-1:

Kredit diberikan awal Agustus 2007

 

 

C-2

Juli 2007

 

 

C-3

Juli 2007

 

Pelatihan teknis maupun non teknis terhadap penerapan TTG bidang PU di Desa Akar-Akar, ditujukan untuk meningkatkan kesadaran dan kemampuan kelompok dalam mengelola kelembagaan serta kegiatan operasional pemanfaatan dan pemeliharaan infrastruktur yang dibangun. Sementara itu, pendampingan pelaksanaan Renaksi diarahkan pada pemanfaatan dan pengoperasian serta pemeliharaan TTG air bersih & sanitasi/MCK, jalan poros, dan irigrasi sprinkler.  Tabel-2 dan Tabel-3 masing m asing adalah perbandingan pendapatan petani sebelum dan sesudah penerapan TTG sprinkler di Desa Akar-akar, Lombok Utara, NTB.

 

Tampak pada tabel tersebut bahwa penghasilan petani dalam setahun meningkat 3 kali lipat, dibandingkan sebelum dilakukan litbang irigasi Sprinkler. Dengan demikian, penerapan teknologi jaringan irigasi sprinkler melalui pendampingan masyarakat, berpotensi meningkatkan kesejahteraan masyarakat Desa Akar-akar.

 

Akhirnya, perkuatan Kelompok Masyarakat Menjadi P3A Lahan Kering dilakukan untuk menunjang kemandirian Kelompok Masyarakat Desa dalam menjalin hubungan dengan pihak lain dan guna menunjang kemampuan manajerial kelompok. Kegiatan ini dilegitmasi melalui SK Bupati Lombok Utara dengan No. Registrasi : 910/284/KLU/2009, tertanggal 27 Juni 2009 tentang pembentukan P3A Lahan Kering ”Karya Pertiwi”.

 

 


[1] Pada tahun 2007 atau saat penelitian ini dilaksanakanan, Desa Akar-akar termasuk ke dalam lingkup wilayah adminsitrasi Kabupaten Lombok Barat. Kabupaten ini dibentuk berdasarkan Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2008, yang merupakan pemekaran dari Kabupaten Lombok Barat.