"HADIRKAN SOLUSI, SEIRING INOVASI"
Produk Terkait
Penataan dan Pengembangan Kampung Nelayan Berbasis Penyediaan Infrastruktur Permukiman Mendukung Penghidupan BerkelanjutanTeknologi Pengolahan Air Limbah Sistem Bio-FilterInstalasi Daur Ulang Air Limbah Sistem BiotourBebak Laminasi dari GewangBambu LaminasiTeknologi Pracetak n-PanelPeta Gempa Indonesia Tahun 2017Teknologi Pracetak C-PlusRumah Unggul Sistem Panel Instan (RUSPIN)Sistem Informasi Geografis Sumber Daya AirJurnal Permukiman Jurnal Sumber Daya AirJurnal Sosial Ekonomi Pekerjaan UmumKONEKTIVITAS JALAN MENDUKUNG SISTEM LOGISTIK NASIONALJurnal Jalan dan JembatanJurnal IrigasiSTRATEGI PENERAPAN TEKNOLOGI JEMBATAN APUNGURBAN SAFETY MANAGEMENTAPLIKASI BERBASIS PONSEL JALAN KITA (JAKI)TEKNOLOGI ANJUNGAN CERDAS (ROSSITA)APILL PORTABLE ALAT PEMBERI ISYARAT LALU LINTASREMOTE CONTROL MONITORING SYSTEM (RCMS)HYDROSEEDINGTEKNOLOGI PENAHAN EROSI LERENGPEMERINGKATAN JALAN HIJAU GREEN ROAD RATINGSINDILA Sistem Informasi Dini Lalu LintasPLATO Sofware Penghitung dan Pencatatan Volume Lalu Lintas JalanSISTEM INFORMASI DRAINASE JALANFASILITAS JALUR SEPEDA DAN FASILITAs JALUR KHUSUS SEPEDA MOTORFASILITAS PEJALAN KAKIRUANG HENTI KHUSUS KENDARAAN BERMOTOR RODA DUA (RHK)CORRUGATED MORTA PUSJATAN (CMP)TEKNOLOGI PENANGANAN RUNTUHAN BANTUANTIMBUNAN RINGANBETON DENGAN SEDIKIT SEMEN MEMANFAATKAN ABU TERBANG PLTU BATU BARA FLY ASHTEKNOLOGI CAT ANTI-FOULING JEMBATANSISTEM INFORMASI MANAJEMEN BAGAS (SIMBAGAS)TEKNOLOGI CABLE STAYEDTEKNOLOGI JEMBATAN UNTUK DESA ASIMETRIS (JUDESA)KINERJA BETON TINGGI13. RECYCLING ASPHALT PAVEMENTSTABILILTAS JALAN BERVOLUME DAN BERBIAYA RENDAHBUTUR SEALTEKNOLOGI ASPAL KARETWARM MIX ASPHALT ZEOLITWARM MIX ASPHALT ECONUSKAALAT PENGUKUR KEKUATAN JALAN (APKJ)BIMA-LIGHT FRIEDTEST LIGHT FALLING WEIGHT DEFLECTOMETER (LWD)TAMBALAN CEPAT MANTAP (TCM)SANDBASE LAPIS FONDASI PASIR ASPAL (LFPA)TEKNOLOG MATERIAL LOKAL BATU KAPURHOT MIX LAWELE GRANULAR ASBUTON (HLCA)COLD PAVING HOT MIX ASBUTON (CPHMA)BENDUNG KNOCKDOWN PINTU SORONG TONJOL BERBAHAN GFRP (GLASS FIBER REINFORCED POLYMER)PINTU AIR OTOMATIS TAHAN KOROSI BAHAN FIBER RESINJARINGAN IRIGASI TETES BERBASIS PARTISIPASI PETANIJARINGAN IRIGASI PERPIPAANPINTU AIR IRIGASI DENGAN BAHAN FERROCEMENT (BOX TERSIER)SUMUR RESAPANTEKNOLOGI TRICKLING UNTUK PENGOLAHAN LIMBAH PENDUDUK MENGUNAKAN MEDIA BATMIK DAN PLASTIKINSTALASI PENGOLAHAN AIR SANGAT SEDERHANA (IPASS)INSTALASI PENGULAHAN AIR GAMBUT UNTUK PENYEDIAAN AIR BERSIHBENDUNGAN BAWAH TANAHBENDUNG DAN PELIMPAH TIPE GERGAJIAKUIFER BUATAN DAUR ULANG AIR HUJAN (ABDULAH)BANGUNAN AKUIFER BUATAN SIMPANAN AIR HUJAN (ABSAH)Sarana Resapan Air Hujan Sangat Sederhana (SaRASS)Ekoteknologi MIKROHIDROPEMECAH GELOMBANG AMBANG RENDAH (PEGAR)BLOK BETON 3B ( Berkait, Berongga dan Bertangga) SEBAGAI ALTERNATIF TEKNOLOGI PENGAMAN PANTAIMajalah Dinamika Riset Edisi 3 tahun 2016Majalah Dinamika Riset Edisi 2 tahun 2016Majalah Dinamika Riset Edisi 1 tahun 2016Majalah Dinamika Riset Edisi khusus tahun 2015Majalah Dinamika Riset Edisi 3 tahun 2015Majalah Dinamika Riset Edisi 2 tahun 2015Majalah Dinamika Riset Edisi 1 tahun 2015PEDOMAN ANALISIS HARGA SATUAN PEKERJAAN BIDANG PEKERJAAN UMUM AHSP PermenPUNo28 PRT M 2016Ketentuan seismik untuk struktur baja bangunan gedung ANSI AISC 341 10 IDTSpesifikasi untuk gedung baja struktural SNI 1729 2015Tata cara pengendalian serangan rayap tanah pada bangunan rumah dan gedung paska konstruksi SNI 2404 2015Spesifikasi blok pemandu pada jalur pejalan kaki SNI 8160 2015Spesifikasi geometri teluk bus SNI 2838 2015Metode pengukuran kedalaman menggunakan alat perum gema untuk menghasilkan peta batimetri SNI 8283 2016Standar perencanaan ketahanan gempa untuk jembatan SNI 2833 2016Spesifikasi bata beton TiOO sebagai pereduksi polutan udara SNI 8308 2016Tata cara analisis pengujian surutan bertahap pada sumur uji dan sumur produksi dengan metode Hantush Beirsch SNI 8061 2015Tata cara analisis dan evaluasi data uji pemompaan dengan metode Papadopulos cooper SNI 2817 2015Tata cara penghitungan evapotranspirasi tanaman acuan dengan metode Penmanmonteith SNI 7745 2012Pengukuran debit pada saluran terbuka menggunakan bangunan ukur tipe pelimpah atas SNI 8137 2015Tata cara perencanaan umum krib sungai bagian 1 perencanaan umum SNI 2400 1 2016Perhitungan debit andalan air sungai dengan kurva durasi debit SNI 6738 2015Tata cara pengukuran kecepatan aliran pada uji model hidraulik fisik UMH Fisik dengan alat ukur arus tipe baling baling SNI 3408 2015Tata cara pengukuran debit aliran sungai dan saluran terbuka menggunakan alat ukur arus dan pelampung SNI 8066 2015Tata cara desain hidraulik tubuh bendung tetap dengan peredam energi tipe MDO dan MDS SNI 8063 2015Desain bangunan penahan sedimen SNI 2851 2015Tata cara desain tubuh bendungan tipe urugan SNI 8062 2015Metode analisis dan cara pengendalian rembesan air untuk bendungan tipe urugan SNI 8065 2016Spesifikasi baut baja hasil perlakuan panas dengan kuat tarik minimum 830 MPa Structural Bolts Steel Heat Treated 830 MPa Minimum Tensile Strength metric ASTM A325 M 04 IDT SNI ASTM A325M 2012Metode uji rangkak untuk beton yang tertekan ASTM C512 C512M 10 IDT SNI 4811 2016Tata cara pengukuran tekanan air pori tanah dengan pisometer pipa terbuka Casagrande SNI 8134 2015Metode uji pengukuran tahanan cabut geosintetik dalam tanah SNI 8128 2016 ASTM A6706 01 2007 IDTCara uji pengukuran potensi keruntuhan tanah di laboratorium SNI 8072 2016Metode uji koefisien kelulusan air pada tanah gambut dengan tinggi tekan tetap SNI 8071 2016Metode uji penentuan kadar pasir dalam slari bentonit SNI 8073 2016Metode uji kelulusan air pada tanah jenuh dengan menggunakan sel triaksial SNI 8070 2016Metode uji kuat geser langsung tanah tidak terkonsolidasi dan tidak terdrainase SNI 3420 2016Pedoman penjahitan melintang pada pemeliharaan perkerasan kaku Surat Edaran Menteri PUPR 06 SE M 2016Pedoman perancangan pelaksanaan perkerasan jalan telford Surat Edaran Menteri PUPR 04 SE M 2016Pedoman penentuan Bridge Load Rating untuk jembatan existing Surat Edaran Menteri PUPR 04 SE M 2016Pedoman perancangan jembatan integral penuh tipe gelagar beton bertulang Surat Edaran Menteri PUPR No 02 SE M 2016Pedoman tata cara penentuan campuran beton normal dengan semen OPC PPC dan PCC Surat Edaran Menteri PUPR Nomor 07 SE M 2016Tata cara perhitungan debit banjir SNI 2415 2016Metode analisis stabilitas lereng statik bendungan tipe urugan SNI 8064 2016Spesifikasi semen slag untuk digunakan dalam beton dan mortar ASTM C989 10 IDT SNI 6385 2016Metode uji rangkak untuk beton yang tertekan ASTM C512 C512M 10 IDT SNI 4811 2016Metode uji indeks ekspansi tanah Standard test method for expansion index of soilsPRESS TOUR PUSAT LITBANG PERMUKIMANBATA dan BATAKO LIMBAH BATU APUNGEdisi I Januari Maret 2013Strategi Penerapan Hunian Apung ModularModel Perhitungan Cepat Nilai Tanah dalam Rencana Pembangunan WadukASR Aquifer Storage and Recover Teknologi Sumur Imbuhan Berbasis Aquifer Storage and RecoveryDinamika RISET Volume X No 2 April Juni 2012Pengamanan Abrasi Pantai Oleh Masyarakat JeparaBak Pengendap BerkepingBlok Beton TerkunciRekayasa Sosial Pembangunan BendunganKajian Sosial Ekonomi Rencana Pembangunan Jalan Tol dan Kereta Api di Pulau JawaDinamika RISET Volume X No 2 April Juni 2012EGA Ecotech GArdenGeocell Sebagai Pelindung Tebing SungaiPelindung Tebing Sungai Bio Engineering yang Berwawasan LingkunganTangga DaruratSprinkler Type BIR V1 Balai Irigasi ReformTeralis Aman KebakaranRumah Tradisional Huni WamenaKincir Air Tipe PUSAIRTenda Bencana Skala KeluargaHarmonisasi Sampah Perkotaan Sebagai Upaya Perbaikan Kesehatan Masyarakat Kualitas Sumber Air Lingkungan Dan EkonomiMPPMP Akar AkarAnalisa Dampak Sosial Ekonomi Infrastruktur Jawa SumateraSelimut ApiRumah Susun Sederhana CIGUGUR CIMAHIRumah Instan Sederhana Sehat (RISHA)Majalah Dinamika Riset Balitbang 2015Puskim Convention Center Grha Wiksa PranitiBatu alam untuk bahan bangunan Mutu dan cara uji

Sprinkler Type BIR V1 Balai Irigasi Reform

 

Secara umum irigasi didefinisikan sebagai usaha pemberian air kepada tanah agar dicapai kelembaban tanah yang baik bagi pertumbuhan tanaman, pemberian air kepada tanah dapat dilakukan dengan berbagai cara, yaitu: pemberian air di permukaan tanah (surface irrigation), pemberian di bawah permukaan tanah (sub-surface irrigation), pemberian air di atas tanaman secara curah (sprinkler irrigation) dan pemberian air secara tetes (drip/trickle irrigation).

 

Pada metoda irigasi curah, air irigasi diberikan dengan cara menyemprotkan air ke

 

udara dan menjatuhkannya di sekitar tanaman seperti hujan. Penyemprotan dilakukan dengan mengalirkan air bertekanan melalui lubang kecil (orifice/nozzle). Tekanan biasanya didapatkan dengan pemompaan. Untuk mendapatkan penyebaran air yang seragam diperlukan pemilihan ukuran nozzle, tekanan operasional, spasing atau jarak antar sprinkler  yang sesuai dan laju infiltrasi tanah.

 

Persoalan yang muncul berkaitan dengan lahan kering, antara lain : keterbatasan sumber air, topografi tanah yang tidak datar, jenis tanah berpasir, lapisan olah tanah yang dangkal dan relatif kurang subur, infrastruktur ekonomi yang terbatas, kondisi kelembagaan yang lemah disamping partisipasi pengusaha swasta yang masih rendah dikarenakan belum memadainya penerapan teknologi. Sehingga perlu mendapatkan perhatian khusus, dengan menciptakan berbagai inovasi teknologi tepat guna, salah satunya yaitu Irigasi sprinkler type BIR V.1.

 

Irigasi curah/sprinkler type BIR V.1 merupakan salah satu pilihan dalam menyelesaikan kendala lapangan pada lahan kering dengan efisiensi pemakaian air > 85 %; dengan demikian menjadikan pengelolaan lahan kering sebagai sumber daya alternatif yang strategis dalam rangka memenuhi kebutuhan produk pertanian, memperbaiki kesejahteraan petani dan meningkatkan kemampuan sektor pertanian dalam pembangunan lokal, regional maupun nasional.

 

 Inovasi Produk Teknologi

 

  1. Sprinkler type BIR versi 1 adalah nama produk dan type dari penemuan teknologi irigasi sprinkler, yang didasari oleh
  2.  Reformasi Pengelolaan Irigasi yang lebih mengutamakan aspirasi dan partisipasi aktif petani (bottom up) kreatif, memiliki kesadaran etis yang tinggi tentang pentingnya memanfaatkan sumberdaya secara produktif, aman, berkelanjutan dan kesesuaian pada kondisi lahan kering (berpasir), tidak secara penekanan/paksaan dari pusat ke daerah (top down), oleh sebab itu Balai Irigasi telah berupaya melaksanakan inovasi teknologi irigasi sesuai dengan kebutuhan dan kondisi lapangan atau daerah;
  3. Penemuan Sistem Sprinkler type BIR versi 1 terdiri dari rekayasa dimensi Nozzle, diameter 0,7 inchi (17,78 mm), panjang 117,5 mm dan sudut 830 untuk mendapatkan kualitas butiran air yang jatuh lebih seragam, kecil-lembut dan rekayasa variasi lainnya, dengan tujuan antara lain untuk mendapatkan kecepatan atau sudut geser putaran, sehingga efisiensi penyebaran air dan keseragaman yang lebih baik;
  4. Sebagian besar komponen dibuat secara home industry, dengan lebih mengutamakan rekayasa material, mudah didapat dan mudah dikerjakan, sehingga dapat menekan atau mengurangi biaya investasi atau produksi sampai dengan 30% dibanding dengan sprinkler hasil pabrikasi (import) yang ada di pasaran.

 

Keunggulan Sprinkler Type BIR V.1

 

Uji karakteristik atau teknis sprinkler BIR, yang berupa tekanan, radius pancaran, dan debit sprinkler dengan nozzle 0,7 “, dapat dilihat pada tabel 1.

 

Tabel 1. Hasil uji teknis sprinkler type BIR Versi 1

 

Tekanan (Bar)

Radius    (m)

Debit

(ltr/detik)

Visualisasi butiran air

3 31.2 7.56 Lebih banyak butiran besar
3.5 34.2 8.58 Lebih banyak butiran kecil
4.0 36.2 9.11 butiran halus, seragam
4.5 37.4 9.24 butiran halus, seragam
5.0 40.4 9.48 butiran halus dan sedikit kabut
5.5 42.6 10.00 butiran halus dan sedikit kabut  
6.0 44.5 10.56 banyak kabut  
6.5 46.2 11.16 banyak kabut  
7.0 42.4 11.67 banyak kabut  
           

 

Sumber : Laboratorium, Balai Irigasi

 

Dari hasil uji teknis tersebut, sprinkler type BIR mempunyai beberapa keunggulan, antara lain :

 

1).   Diameter nozzle 0,7” dapat menghasilkan ukuran butiran air yang cukup seragam dan halus dengan cara pengaturan tekanan pada operasi sprinkler. Butiran air yang besar dapat merugikan/merusak tanaman dan menyebabkan erosi percik pada permukaan tanah;

 

2).   Kinerja (efisiensi irigasi) sprinkler baik di operasikan pada Tekanan (3.5 – 4.5) bar. butiran air halus, seragam, sehingga sprinkler relatif aman digunakan untuk semua jenis tanaman dan pada setiap periode (umur tanaman);

 

3).   Mengutamakan produk/rekayasa dalam negeri, material yang relatif mudah didapat dipasaran dan mudah dikerjakan, sehingga dapat mengurangi biaya investasi awal;

 

4).   Memanfaatkan dan mengoptimalkan Jaringan Irigasi Air Tanah (JIAT) yang sudah dibangun pada lahan kering.

 

 

 

Mekanisme Kerja Sprinkler Type BIR V.1

 

  1. Sprinkler bekerja dengan cara menyemprotkan air bertekanan lewat lubang nozzle ke udara, semprotan air ini selama perjalanannya akan pecah menjadi butiran air di udara dan jatuh ke tanah atau tanaman;
  2. Suplai air dipompakan dengan tekanan ? 3,0 bar, kemudian di distribusikan melalui jaringan pipa dan peninggi (riser) diameter pipa 3 inchi, tinggi ± 1,20 mtr di atas permukaan tanah atau disuaikan dengan tinggi maksimum tanaman yang ditanam;
  3. Mekanisme operasi dari sprinkler adalah berputar (rotating head system), dengan sumbu vertikal akibat adanya gerakan memukul dari alat pemukul (drive vane) atau  adanya tekanan aliran atau semprotan air dan beban pada lengan ayun (drive arm), kemudian lengan ayun kembali ke posisi semula karena adanya tegangan pegas;
  4. Sprinkler berputar horizontal dan menghasilkan pola pembasahan berbentuk lingkaran, atau sesuai dengan pola operasi di lapangan (0-360o).

 

Respon Pengguna Teknologi

 

Pada tahun 2009, Sprinkler type BIR V.1, telah mulai dipasarkan dan dimanfaatkan,  sementara hanya pada instansi pemerintah terkait dalam pengelolaan irigasi Air Tanah Departemen Pekerjaan Umum dan beberapa Dinas Pertanian Daerah.

 

Penerapan produk ini telah dilakukan di lahan kering pasiran Desa Akar-akar Kecamatan Bayan Lombok Utara Provinsi NTB, dan daerah kering yang ada dalam pembinaan Subdit. Air Tanah dan Air Baku Direktorat Irigasi, Ditjen SDA Dep. PU dan Departemen lainnya, antara lain : PAT Manado, PAT NTT, PAT Bengawan Solo, Kalimantan Barat, dengan total sebanyak lebih dari 20 buah sprinkler.

 

Selama uji coba penerapan di lahan kering pasiran desa Akar-Akar NTB, dan pada beberapa rangkaian sosialisasi optimalisasi Jaringan Irigasi Air Tanah (JIAT) dan Pedoman Teknis Perencanaan dan OP Irigasi Sprinkler (BIR Sprinkler), cukup mendapat  respon positif dan masukan dari para pengelola irigasi air tanah antara lain :

 

1).    Penggunaan Sprinkler type BIR V.1, selain tanaman jagung, di beberapa daerah sudah mulai diterapkan untuk tanaman yang mempunyai nilai ekonomis tinggi seperti tanaman nilam, cabe, tomat, jagung, tembakau, dll, bahkan di lahan kering provinsi NTB, sprinkler ini biasa dan aman digunakan untuk menyiram tanaman padi gogo (dalam rangka stok pangan), yang nota bene tanaman padi rawan terhadap sebaran butiran air irigasi curah;

 

2).    Banyak masukan juga dari para pengelola irigasi air tanah daerah, bahwa inovasi teknologi ini tidak hanya terbatas pada satu type gun sprinkler, namun perlu di hasilkan type-type lain yang mampu mengakomodir keperluan untuk jaringan yang mempunyai debit–debit kecil di sumber air, sehingga bisa lebih berdaya dan tepatguna sesuai kondisi lapangan pengguna tekologi

 

Kriteria desain

 

Dalam pemanfaatan teknologi irigasi sprinkler perlu dipertimbangkan kriteria desain dalam rangka penyesuaian dengan kondisi lapangan, antara lain : iklim, kondisi lahan, sumber air, jenis tanaman, dan sosial ekonomi, seperti dalam tabel 2.

 

Tabel 2. Kriteria kesesuaian lahan dengan teknologi irigasi sprinkler BIR V.1

 

No Kriteria Uraian Keterangan
1 Iklim
  • Zona agroklimat E, D dan C3
  • Arah angin tidak berubah-ubah
  • Kecepatan angin < 4,4 m/ detik
Lahan kering
2 Lahan
  • Tekstur tanah kasar, solum dangkal
  • Jenis tanah : Regosol, Litosol, glumusol, dan andosol
  • Laju infiltrasi tinggi atau > 4 mm/jam
  • Peka terhadap erosi
  • Luas dan bentuk petakan sebaiknya teratur
Tanah Pasiran
3 Sumber Air
  • Air tanah, mata air dan air permukaan (sungai, danau, embung, dan waduk)
  • Kualitas air tidak mengandung kotoran dan bahan kimia (Fe)
Debit air memadai dan tekanan pompa air > 3,0 bar
4 Tanaman
  • Jenis tanaman yang dikembangkan bernilai ekonomi tinggi atau menguntungkan
Jagung, dll
5 Sosial ekonomi
  • Motivasi dan partisipasi petani tinggi
  • Kemampuan teknis dan finansial pengelola atau petani memadai
  • Kelembagaan usahatani yang siap
 

 

 

 

Sedangkan dalam tahapan desain kriteria untuk hidrolika jaringan pipa, secara umum parameter yang perlu diperhatikan antara lain : tata letak sprinkler dan jaringan pipa, diameter pipa dan kebutuhan tenaga atau tekanan pompa, dapat dilihat pada gambar 3.

 

Spesifikasi desain, material dan komponen Sprinkler Type BIR Versi 1 dapat dilihat berikut ini :

 

 

 

  • Diameter, dan panjang Nozzle
: 0,7 inchi (17,78 mm), 117,5 mm
  • Sudut dalam Nozzle
: 830
  • Material & Komponen
:
  • HD Lower bearing chamber
: Stainless Steel
  • Stopper
: Allumunium
  • Trip lever
: Allumunium, Stainless Steel
  • Shift lever
: Stainless
  • Arm Weight
: Iron
  • Drive Arm
: Allumunium/ Stainless Steel
  • Nozzle
: Allumunium
  • Drive Vane
: Plastic elastic carbon
  • Body (Tube & Elbow)
: Stainless Steel
  • Brake Ring
: Blue Nylon
  • Quick Coupling (male female)
: Brass
  • Pipa Riser
: 3 inchi
  • Kapasitas tekanan sprinkler
: 3.0 – 7.0 Bar
  • Tekanan operasional  (direkomendasikan)
: 3.5 – 6.5 Bar
  • Tekanan optimal
: 3.5 – 4.5 Bar
  • Radius pancaran maksimum
: 46.2 m
  • Debit
: 8.50 – 11.20 liter/det
  • Keseragaman penyiraman
: > 85%
  • Arm Weight
: 1050 gr – 1250 gr
  • Rata-rata putaran per menit
: 1.7
  • Pergeseran sudut putar
: 3-4 derajat
  • Ukuran butiran air semprotan
: 0.5 mm – 4 mm
  • Berat Sprinkler
: ± 22,5 Kg

 

 

 

Rekomendasi Penerapan Sprinkler Type BIR V.1

 

Penerapan Sprinkler Type BIR V.1 dilapangan akan mendapatkan hasil yang optimal, dengan rekomendasi, sebagai berikut :

 

1)    Diperlukan pompa (centrifugal, turbine, submersible) dengan tekanan ? 3,0 bar

 

2)    Ketersediaan debit pompa pada JIAT yang ada didaerah, untuk itu diperlukan modifikasi atau penyesuaian dalam operasinya;

 

3)    Kelembagaan dan tenaga terampil dalam operasi dan pemeliharaan.

 

  

 

Biaya Investasi, dan Biaya O&P

 

  • Biaya Investasi

 

Biaya investasi sangat erat hubungannya antara biaya investasi sprinkler dengan biaya investasi jaringannya sendiri. Pengeluaran biaya investasi pembangunan jaringan irigasi sprinkler perlu dipertimbangkan antara komoditas tanaman yang akan dihasilkan. Tentunya pemilihan komoditas tersebut adalah tanaman yang mempunyai nilai ekonomis tinggi, sehingga dalam jangka waktu tidak terlalu lama biaya investasi akan segera kembali. Sebagai gambaran penggunaan Sprinkler type BIR V.1 yang menguntungkan dan telah dirasakan oleh petani lahan kering di NTB, petani mampu dan berhasil mendapatkan keuntungan (Benefit Cost Ratio 2,2) hasil usahatani bercocok tanam jagung menggunakan irigasi sprinkler > Rp.10 juta/Ha/musim, dengan hasil panen 7.34 ton/Ha.

 

Sedangkan dalam perhitungan atau estimasi biaya investasi penggunaan Sprinkler type BIR V.1 perlu dipertimbangkan berbagai hal sesuai dengan kondisi yang telah direncanakan, antara lain :

 

1).    Jumlah kebutuhan sprinkler dalam satu jaringan irigasi tergantung kepada luasan lahan irigasi yang akan dilayani dan ketersediaan air pada sumbernya, namun untuk kemudahan dalam operasi sebaiknya disiapkan (2-4) buah sprinkler dalam satu lokasi jaringan irigasi.

 

2).    Kebutuhan biaya investasi pembuatan jaringan irigasi sprinkler belum termasuk pompa dan rumah pompa diperkirakan berkisar + 50 juta/ Ha, dengan asumsi harga TA. 2008;

 

3).    Jika dilihat dari keuntungan petani yang di dapatkan Rp. 10 juta/Ha/musim, maka untuk biaya investasi jaringan irigasi seluas 10 Ha, dapat dikembalikan paling tidak dalam kurun waktu 3 tahun (6 kali musim tanam) sudah bisa kembali;

 

4).    Jika diasumsikan dengan luasan layanan irigasi 10 Ha, maka biaya investasi sprinkler setiap lokasi berkisar (6-12) % dari biaya investasi pembuatan jaringan.

 

  • Biaya Operasi dan Pemeliharaan

 

Kebutuhan biaya operasi dan pemeliharaan irigasi sprinkler, secara umum lebih hemat dan menguntungkan dibandingkan dengan irigasi konvensional yang biasa dilakukan petani-petani lahan kering, seperti irigasi genangan atau oncoran di lahan pasiran NTB.

 

Penghematan dan keuntungan tersebut, antara lain :

 

1).    Biaya operasi pompa dengan irigasi sprinkler mampu menghemat lebih dari 2 kali lipat  atau ± 70 %, jika dibandingkan dengan irigasi konvensional;

 

2).    Waktu operasi menjadi lebih singkat karena dengan irigasi sprinkler ini air langsung sampai pada tanaman;

 

3).    Efisiensi penggunaan air meningkat, (± 85 %) karena dengan Irigasi sprinkler ini tidak banyak air yang terbuang atau banyak kehilangan air disaluran dan tidak sampai pada tanaman, jika dibanding dengan irigasi konvensional;.

 

4).    Biaya pemeliharaan jaringan dan sprinkler relatif kecil, jika tidak terjadi kerusakan pada jaringan atau komponen sprinkler, biasanya biaya pemeliharaan cukup besar untuk perawatan pompa, seperti penggantian sparepart dan pencucian sumur pompa (re-develop), masih dilakukan oleh pihak Dinas Pengelola Irigasi Pemerintah Daerah terkait.