Slide 1

Berita PUPR > Dukung Pemanfaatan Sampah Plastik, PT Chandra Asri Petrochemical Tbk Terapkan Teknologi Aspal Campuran Plastik


Kamis, 05 Juli 2018, Dilihat 412 kali

Dukung Pemanfaatan Sampah Plastik, PT Chandra Asri Petrochemical Tbk Terapkan Teknologi Aspal Campuran Plastik BLPT_JJ

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melakukan pendamping dalam pemanfaatan aspal berbahan limbah plastik pada jalan di lingkungan PT Chandra Asri Petrochemical Tbk.

PT Chandra Asri Petrochemical Tbk menjadi pihak swasta pertama yang memanfaatkan aspal berbahan limbah sampah plastik sebagai bentuk kepedulian perusahaan terhadap penanganan sampah plastik di Indonesia.

Direktur Sumber Daya Manusia dan Hubungan Perusahaan PT Chandra Asri Petrochemical Tbk, Suryandi mengungkapkan kegiatan ini sebagai salah satu bentuk kepedulian PT Chandra Asri Petrochemical Tbk terhadap isu lingkungan terkait plastik. "Kami merintis pemanfaatan sampah plastik untuk aspal sebagai komitmen mendukung target pemerintah mengurangi limbah plastik di laut sebesar 70 persen sampai dengan tahun 2025," ungkap Suryandi, Selasa (3/7) di Cilegon.

General Manager Polymer Technical Service and Product Development PT Chandra Asri Petrochemical Tbk, Edi Rivai menjelaskan, aspal plastik ini akan dihampar di area seluas 6.372 meter persegi merupakan campuran aspal dengan 5-6 persen (sekitar 3 ton) sampah plastik.

Kasubbid Standard dan Pedoman Direktorat Preservasi Jalan Kementerian PUPR, Erwanto Wahyu Hidayat mengatakan, Teknologi Aspal dengan Campuran Plastik merupakan hasil penelitian Puslitbang Jalan dan Jembatan, Balitbang Kementerian PUPR ini dapat menambah daya tahan deformasi aspal.

Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian PUPR bahwa limbah plastik kresek jenis LDPE dapat dimanfaatkan sebagai bahan tambah pada campuran beraspal yang secara langsung dapat mengurangi pencemaran lingkungan ditambah plastik jenis ini sudah tidak memiliki nilai ekonomi lagi atau tidak laku.

Selain manfaat terhadap lingkungan, manfaat teknis yang didapat adalah dapat meningkatkan stabilitas campuran sebesar 40% dan lebih tahan terhadap deformasi serta retak lelah dengan penambahan optimal 4-6% limbah plastik (terhadap kadar aspal) pada campuran beraspal panas. Perhitungan limbah plastik kresek ini digunakan dengan panjang 1 kilometer, lebar 7 meter, dan tebal 5 cm dapat menyerap 3-3,5 ton limbah plastik.

Sebagai upaya pemanfaatan limbah plastik PT Chandra Asri Petrochemical Tbk juga menggandeng Asosiasi Industri Olefin, Aromatik dan Plastik Indonesia (INAPLAS) dan Asosiasi Daur Ulang Plastik Indonesia (ADUPI) guna memenuhi kebutuhan sampah plastik yang sudah dicacah untuk bahan pencampuran aspal.

"Salah satu kendala dalam pemanfaatan limbah plastik untuk campuran aspal justru ketersediaannya, bahkan di beberapa daerah sangat sulit untuk mencari limbah plastik," jelas dia.

Edi menjelaskan, rendahnya kesadaran masyarakat untuk memilah-milah sampah plastik dan sampah organik membuat sulitnya mendapatkan bahan baku, hal ini menjadi tantangan tersendiri baik bagi kalangan usaha, asosiasi, maupun pemerintah untuk lebih sering melakukan sosialisasi kepada masyarakat.

Kedepan pemanfaatan limbah plastik dalam campuran beraspal ini diharapkan bisa menjadi satu solusi pelestarian lingkungan hidup di Indonesia dan membuka pola pikir masyarakat untuk mencintai lingkungan. Adanya teknologi ini juga turut menjadi suatu gerakan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat bahwa sampah plastik harus ditangani. (wp_blpt-jj)