Slide 1

Berita PUPR > Pemanfaatan Limbah Kantong Plastik Untuk Campuran Beraspal di Provinsi Nusa Tenggara Timur


Jumat, 13 Juli 2018, Dilihat 165 kali

Pemanfaatan Limbah Kantong Plastik Untuk Campuran Beraspal di Provinsi Nusa Tenggara Timur blpt-jj

Provinsi Nusa Tenggara Timur menjadi salah satu lokasi penerapan teknologi Aspal Plastik yang ditetapkan oleh Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian PUPR pada tahun 2018 bersama 5 lokasi lainnya. Lokasi penerapan tepatnya berada di Jalan Bandara Lama Kab. Manggarai Barat. Jenis plastik yang digunakan adalah kantong kresek yang sudah dicacah, pencacahan kantong kresek ini menggunakan Mesin Pencacah Plastik. Selain melakukan penelitian teknologi Aspal Plastik, Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian PUPR juga membuat Mesin Pencacah Plastik yang memenuhi spesifikasi cacahan plastik untuk teknologi Aspal Plastik, bekerja sama dengan PT. Barata Indonesia dan UGM.

Total lokasi penerapan Aspal Plastik tahun 2018 adalah 6 lokasi yang merupakan wilayah KSPN Indonesia, termasuk Kab. Manggarai Barat. Oleh karena itu, Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian PUPR juga membuat 6 Mesin Pencacah Plastik yang dihibahkan kepada Pemerintah Daerah di setiap KSPN untuk mendukung penerapan teknologi Aspal Plastik ini. Pada 27 April 2018, Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian PUPR telah menghibahkan 1 (satu) unit Mesin Pencacah Plastik kepada Bupati Kab. Manggarai Barat disertai demo mesin tersebut dan sosialiasi teknologi Aspal Plastik kepada Pemerintah Daerah.

Untuk mendukung program Aspal Plastik ini, Bupati Manggarai Barat menghimbau Dinas Lingkungan Hidup Kab. Manggarai Barat untuk mengumpulkan limbah kantong kresek dan sudah terkumpul sekitar 3 ton. Untuk memaksimalkan penggunakan mesin tersebut, Bupati melalui Dinas Lingkungan Hidup Kab. Manggarai Barat memberikan Mesin Pencacah Plastik tersebut kepada KSU Sampah Komodo sebagai pengumpul sampah di Kab. Manggarai Barat sekaligus mengelola sampah kresek tersebut menjadi cacahan. Serah Terima dari Bupati Manggarai Barat kepada KSU Sampah Komodo dilaksanakan pada 30 Juni 2018.

Panjang paket penerapan Aspal Plastik di Manggarai Barat adalah 9,55 km dengan total kebutuhan plastik sekitar 30 ton. Pengumpulan limbah kantong kresek masih terus berlanjut hingga saat ini. Untuk mempercepat pengumpulan, Bupati menghimbau seluruh jajarannya melalui setiap Kepala Dinas agar setiap Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkup Pemerintah Kab. Manggarai Barat membawa sampah plastik minimal 3 kg saat masuk kerja setelah libur Hari Raya Idul Fitri. Apabila kebijakan ini tidak dipedulikan, maka akan dilakukan penundaan pembayaran gaji atau tunjangan kerjanya, sedangkan bagi yang membawa terbanyak diberikan penghargaan oleh Bupati.

Aksi pengumpulan sampah kantong kresek ini menjadi ukuran kepedulian ASN dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terhadap pembangunan Kabupaten Mabar. Hingga saat ini, Kabupaten Manggarai Barat sudah mengumpulkan sekitar 7 ton limbah kantong plastik dan memulai proses pencacahan plastik tersebut. (ahy-blptjj)