Slide 1

Berita PUPR > Judesa Wanagama (Penghubung Desa Kemuning dan Hutan Penelitian UGM)


Senin, 27 Agustus 2018, Dilihat 320 kali

Judesa Wanagama (Penghubung Desa Kemuning dan Hutan Penelitian UGM) Jembatan Gantung Judesa Wanagama, kiri atas (koordinasi Puslitbang KPT dengan Kasatker PJN DI Yogyakarta), kanan atas (Sungai Opak dari atas Jembatan).

Dalam rangka pengembangan Hutan Wanagama di Kabupaten Gunungkidul diperlukan dukungan Infrastruktur jalan dan jembatan yang memadai. Sebelum dibangunnya Judesa Wanagama, terdapat sebuah jembatan di Kawasan Hutan Wanagama yang kondisinya putus dan perlu penanganan. Panjang bentang jembatan tersebut adalah 42 meter terbagi dalam 3 bentang, 1 bentang masih berdiri dan 2 bentang putus. Konstruksi jembatan dari beton konvensional.

Sehubungan dengan bentang jembatan yang cukup Panjang, maka Kementerian PUPR melalui Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah Provinsi D.I. Yogyakarta, Direktorat Jenderal Bina Marga pada tahun 2017 membangun Jembatan Gantung hasil penelitian dari Puslitbang Jalan dan Jembatan (Pusjatan). Teknologi jembatan gantung tersebut adalah Judesa (Jembatan Asimetris untuk Desa).

Dibangunnya Jembatan gantung Judesa Wanagama ini adalah untuk akses jalan bagi masyarakat serta mahasiswa UGM yang akan mengadakan penelitian. Keunggulan membangun jembatan gantung dengan Judesa adalah material prefabrikasi yang dapat disiapkan untuk dikirim ke lokasi, sistem komponen jembatan modular, dapat dibongkar pasang dengan komponen yang sama untuk variasi bentang 30 m s/d 120 m (hal ini memudahkan saat pembangunan), metode Konstruksi satu arah / dari satu sisi (sesuai untuk membuka jalur perintis dan mengurangi pengangkutan material menyeberang), pengurangan komponen sistem pengaku angin menggunakan sistem struktur lantai yang monolit dan cukup kaku terhadap gaya lateral, serta penggunaan tiang tunggal untuk bentang < 60 m yang dapat mengurangi biaya material struktur jembatan.

Puslitbang Kebijakan dan Penerapan Teknologi (Puslitbang KPT) pada hari Sabtu, 25 Agustus 2018 mengunjungi Jembatan Gantung Judesa Wanagama. Pada saat tinjauan lapangan tim Puslitbang KPT didampingi oleh Kepala Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah Provinsi D.I. Yogyakarta, Riki dan Ibu Tuti dari UGM. Tujuan kunjungan tersebut adalah sebagai pengumpulan data dan bahan materi e-Learning dan sosialisasi penerapan teknologi Balitbang PUPR.

“Jembatan Gantung Wanagama merupakan pengaplikasian Judesa milik Pusjatan yang dimodifikasi sesuai dengan kondisi lapangan” terang Riki. Kedepannya jembatan gantung dengan teknologi Judesa dapat diterapkan di tempat lainnya, karena memiliki banyak keunggulan dibandingkan jembatan gantung konvensional.

Dengan hadirnya Puslitbang KPT diharapkan penerapan teknologi Balitbang PUPR dapat lebih dikenal oleh masyarakat umum. Selain dikenal kedepannya dapat juga menjaring calon Aplikator yang bersedia mengaplikasikan Judesa di seluruh wilayah Indonesia. (nd)