Slide 1

Berita Naskah Kebijakan > Meretas Stagnasi Penggunaan Asbuton


Minggu, 03 Desember 2017, Dilihat 57 kali

Meretas Stagnasi Penggunaan Asbuton

Kebutuhan aspal untuk preservasi dan pembangunan jalan pada tahun 2016 sekitar 1,5 juta ton (cenderung semakin meningkat seiring dengan meningkatnya target pembangunan jalan dan pertumbuhan ekonomi). Pertamina sebagai pemasok utama hanya mampu menyediakan +/- 650 ribu ton (43%), sedangkan sisanya dipenuhi melalui impor.

Balitbang cq. Puslitbang Jalan dan Jembatan telah melakukan serangkaian kegiatan litbang untuk mengembangkan teknologi Asbuton (dari sisi jaminan kualitas, teknik penghamparan, dsb). Permen PU No. 35/PRT/M/2006 juga telah disusun untuk mendorong pemanfaatan Asbuton, namun hingga saat ini implementasinya masih juga belum maksimal sehingga Ditjen Bina Konstruksi tengah mengawal revisi peraturan tersebut.

Dirjen Bina Marga mengeluarkan surat No. KB0113-Db/928 tanggal 11 Desember 2015 tentang Penggunaan Asbuton di lingkungan Ditjen Bina Marga TA 2016. Dari volume rencana Asbuton yang akan digunakan sebesar 105 ribu ton, atau ekivalen dengan 943 km panjang jalan, namun yang tercapai hanya sekitar 60 ribu ton.

Berbagai permasalahan dan kendala dalam pemanfaatan Asbuton mengemuka, mulai dari produksi, supply/distribusi, hingga implementasi seperti : masih belum konsistennya mutu produk Asbuton yang diterima kontraktor di lapangan, persebaran supply Asbuton yang belum mampu memenuhi kebutuhan, mahalnya biaya pengangkutan, belum seluruh penyedia jasa memahami metode pelaksanaannya, dll.