Slide 1

Berita PUPR > Jebrett! Sambangi Markas Adhi Karya, Puslitbang KPT Tinjau BIM di Stadion Manahan


Kamis, 08 Agustus 2019, Dilihat 88 kali

Tim BIM PUPR menyambangi kantor pusat PT Adhi Karya untuk benchmarkin penerapan BIM di Stadion Manahan Solo

Stadion Manahan merupakan salah satu landmark yang menjadi kebanggaan masyarakat Solo. Stadion yang diresmikan pada tanggal 21 Februari 1998 oleh Presiden Soeharto tersebut selalu menjadi homebase tim sepakbola kesayangan Pasoepati, julukan komunitas suporter asal Solo, sejak era Pelita Solo hingga sekarang Persis Solo.

Kini, Stadion Manahan Solo tengah menjalani tahap renovasi untuk membuat stadion ini semakin siap dalam menghelat pertandingan-pertandingan internasional ke depan. Dan yang khusus dalam renovasi ini adalah telah memanfaatkan teknologi BIM pada prosesnya. Dalam rangka meninjau implementasi BIM pada proyek ini, Tim BIM PUPR yang terdiri dari antara lain Balitbang dan BPSDM, menyambangi kantor pusat PT Adhi Karya (Persero) Tbk. di bilangan Pasar Minggu. Adhi Karya merupakan kontraktor pelaksana pembangunan Stadion Manahan yang menjadi salah satu proyek Pusat Pengembangan Sarana Prasarana Pendidikan, Olahraga dan Pasar, Ditjen Cipta Karya.

Dalam pembukaan diskusi, Tim BIM PUPR diterima oleh V. Partha Sarathi, Direktur QHSE dan Pengembangan Adhi Karya. Pada kesempatan itu, Partha menyambut secara positif upaya dari BIM PUPR untuk mengenal proses implementasi BIM yang telah diterapkan pada banyak proyek.

Selanjutnya, BIM Manager PT Adhi Karya, Nurkhalid Widyapraja Mirza menyampaikan beberapa poin penting terkait adopsi BIM di Adhi Karya. Pria yang akrab dipanggi l’id ini bercerita bahwa BIM Adhi masih tergolong baru.

“Kami sendiri sesungguhnya baru memulainya di tahun 2018 awal. Namun kini, untuk semua proyek gedung baru sudah wajib menggunakan BIM. Pada awalnya, kami memiliki prinsip bahwa terdapat empat komponen penting dalam implementasi BIM di proyek Adhi Karya yakni People, Policy, Process, serta Technology. Ketika empat komponen ini telah siap, maka BIM juga telah siap diterapkan,” ujar I’id.

“Di awal kami juga menggarisbawahi bahwa kami ingin agar kehadiran BIM tidak menghambat proses yang telah ada, namun justru semakin mempermudah dan mempercepat. Salah satu yang menjadi andalan kami adalah keberadaan BIM Library, sebuah platform yang berisi data informasi detail dari bahan/material yang biasa digunakan untuk proses design. Ketika sudah mendapatkan model yang diinginkan, nanti tinggal di-download dan “drag and drop” ke BIM model kita. Hal ini sangat bermanfaat terutama untuk mempercepat proses shop drawing, digital mock-up, maupun clash detection karena proses BIM juga berkaitan erat dengan kecepatan delivery-nya,” kata I’id.

Ia juga menambahkan bahwa pada satu kesempatan, Menteri Basuki sudah mencoba mengenakan Virtual Reality (VR) dari BIM model Stadion Manahan yang telah dibuat. Kala itu, Menteri Basuki diajak masuk ke dalam dunia digital yang bisa menyajikan detail setiap sudut Stadion Manahan.

Ketika sudah selesai nanti, Stadion Manahan Solo akan memiliki keunikan tersendiri yakni tribun penonton yang akan memiliki corak motif batik Kawung, sebagai salah satu ciri khas budaya Solo. Diharapkan juga nanti stadion ini bisa menjadi salah satu opsi bagi Timnas Indonesia ketika melakoni laga home-nya, agar tidak selalu bertanding di Stadion Gelora Bung Karno. Hal ini juga akan menumbuhkan rasa bahwa Timnas merupakan milik seluruh rakyat Indonesia. (gal)