Slide 1

Berita PUPR > Sosialisasi Replikasi Teknologi Irigasi Modular dan Pintu Air Fiber di Kec. Pringsewu Lampung


Rabu, 21 Agustus 2019, Dilihat 74 kali

Sosialisasi Replikasi Teknologi Irigasi Modular dan Pintu Air Fiber di Kec. Pringsewu Lampung BLPT Sumber Daya Air Melakukan Sosialisasi Replikasi Teknologi Irigasi Modular dan Pintu Air Fiber di Kec. Pringsewu Lampung

Balai Litbang Penerapan Teknologi Sumber Daya Air melakukan Sosialisasi Penerapan Teknologi Irigasi Modular dan Pintu Air Fiber yang akan diterapkan salah satu bagian dari Daerah Irigasi Way Tebu Sistem di Desa Podomoro, Kecamatan Pringsewu. Sosialisasi ini dilaksanakan pada hari Kamis 01 Agustus 2019 di Kecamatan Pringsewu Lampung. Kegiatan ini dilakukan dalam rangka Replikasi Perdana Teknologi Irigasi Modular dan Pintu Air Fiber T.A. 2019. Kegiatan ini dihadiri oleh para peserta dari beberapa pihak yang terdiri dari Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Mesuji Sekampung, Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Wilayah I Semangka Kecamatan Pringsewu, Pemerintah Daerah Pringsewu, dan Perkumpulan Petani Pengguna Air Desa Podomoro yang sawahnya berada di sekitar lokasi penerapan Teknologi Irigasi Modular dan Pintu Air Fiber.

Kegiatan ini diawali dengan pembukaan dari Kepala Balai Litbang Penerapan Teknologi Sumber Daya Air yang mengajak seluruh pihak terkait untuk membantu melancarkan dan mendukung kegiatan penerapan teknologi Irigasi Modular dan Pintu Air Fiber. Arahan juga diberikan oleh pihak BBWS Mesuji Sekampung selaku pihak yang menangani Daerah Irigasi Way Tebu Sistem secara keseluruhan. Disini pihak BBWS juga menyatakan dukungan untuk penerapan teknologi ini dan mengajak masyarakat (petani) untuk bekerja sama. Selanjutnya kegiatan sosialisasi dilanjutkan dengan pemaparan materi narasumber berupa penjelasan teknologi dari Balai Peneitian dan Pengembangan Irigasi dan metode pelaksanaan perkerjaan dari Penyedia Jasa.

Dalam kegiatan ini juga diadakan sesi jawab untuk mengetahui seberapa jauh pengetahuan dan keberterimaan masyarakat tentang Teknologi Irigasi Modular dan Pintu Air Fiber. Selain itu juga untuk mengetahui kelembagaan seperti apa yang ada di masyarakat agar teknologi yang terbangun dapat dimanfaatkan dengan baik. Dari hasil tanya dijawab diketahui bahwa dengan saluran irigasi yang lama, petani disekitar hanya mampu panen 2 kali selama setahun akibat kekurangan air. Padahal menurut mereka jika air cukup mreka bisa panen setidaknya 3 kali setahun. Dengan adanya Teknologi Irigasi Modular dan Pintu Air Fiber mereka berharap persediaan air untuk sawah bisa tercukupi. Melalui pemaparan yang diberikan oleh narasumber, petani yang hadir menjadi lebih paham mengenai Teknologi Irigasi Modular dan Pintu Air Fiber ini, seperti cara pemasangannya, cara pemeliharaan dan pengoperasiananya. Dari diskusi ini juga diketahui bahwa P3A dalam masyarakat cukup berperan aktif dalam menangani saluran irigasi selama ini, termasuk dalam kegiatan pembagian air dan pemeliharaan saluran.

Terkait dengan pelaksanaan konstruski yang akan dilakukan, para petani disekitar saluran lokasi penerapan teknologi juga menyatakan kesediaanya dalam beberapa hal seperti; bersedia meminjamkan lahan untuk pekerjaan konstruksi jika diperlukan, bersedia membantu bila dibutuhkan tenaga kerja dan bersedia untuk tidak menanam selama konstruksi berlangsung. (Nia)