Slide 1

Berita PUPR > Tahap Produksi Audio Visual Teknologi Litbang PUPR di Serang Banten


Rabu, 28 Agustus 2019, Dilihat 171 kali

Tahap Produksi Audio Visual Teknologi Litbang PUPR di Serang Banten Tahap Produksi Audio Visual Teknologi Litbang PUPR di Serang Banten

Puslitbang Kebijakan dan Penerapan Teknologi (Puslitbang KPT) yang berencana menggunakan Audio Visual sebagai media pemasaran dan pembelajaran tentang teknologi hasil inovasi yang dikembangkan oleh Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kementerian PUPR telah memasuki perekaman tahap kedua. Tahap pertama yaitu perekaman video menggunakan teknologi layar hijau (green screen) telah selesai dilaksanakan pada 12 Juli 2019 dan bertempat di studio Valucce Bandung. Tindak lanjut dari tahap pertama tersebut merupakan tahap kedua yaitu perekaman video di lapangan.

Pada tanggal 26 dan 27 Agustus 2019 lalu telah dilaksanakan perekaman video tahap kedua di Kabupaten Serang, Banten. Perekaman ini terletak di dua tempat yang berbeda dengan masing-masing teknologi yang diterapkan. Akuifier Buatan Simpanan Air Hujan (ABSAH) yang diterapkan di SDN Samparwadi 2 Desa Puser merupakan teknologi pertama yang menjadi tujuan perekaman video. Proses perekaman ini melibatkan sejumlah warga, siswa SD sampai pihak guru dan kepala sekolah untuk diminta memberikan testimoni dari adanya teknologi ABSAH tersebut. Hasil testimoni yang didapatkan hampir seluruhnya memberikan respon yang positif. Selain dari pihak SDN Samparwadi 2, testimoni juga didapatkan dari Bapak Hidayatulloh sebagai Kasi Pemerintahan Desa Puser. Beliau berterima kasih kepada Kementerian PUPR karena ABSAH telah membantu pasokan air bersih di Desa Puser.

Proses perekaman video ini juga bertepatan dengan adanya kegiatan sosialisasi dari Puslitbang Sumber Daya Air (Puslitbang SDA) kepada warga SDN Samparwadi 2. Sosialisasi yang dilaksanakan tersebut bertujuan untuk mengenalkan kepada warga SDN Samparwadi 2 tentang manfaat ABSAH, cara penggunaannya, serta cara pemeliharaannya. Diharapkan kedepannya SDN Samparwadi 2 menjadi penanggung jawab dari teknologi ABSAH tersebut.

Teknologi selanjutnya yang menjadi tujuan perekaman video kali ini adalah teknologi Saluran Irigasi Lining Modular yang diterapkan di Desa Kadugenep. Perekaman yang dilakukan pada hari kedua ini dilaksanakan di area persawahan Desa Kadugenep. Area persawahan yang kering tersebut menjadi latar belakang dalam perekaman video testimoni oleh Ketua Asosiasi Petani Desa Kadugenep. Beliau mewakili petani di Desa Kadugenep berterima kasih kepada Kementerian PUPR atas dibangunnya saluran irigasi tersebut. “Biasanya kalo pas hujan gitu sini banyak mas airnya, ini kebetulan sudah lama nggak hujan, makanya kering begini”, tambahnya. Menurut beliau dengan adanya Saluran Irigasi Lining Modular, membuat debit air menjadi lebih stabil dan tidak merembes ke tanah. Beliau juga berharap pembangunan Saluran Irigasi Lining Modular tersebut dapat dilanjutkan ke area persawahan yang lain. (RA)