Slide 1

Berita PUPR > RITECH EXPO 2019, Pentas Hasil Teknologi Anak Bangsa


Rabu, 28 Agustus 2019, Dilihat 61 kali

RITECH EXPO 2019, Pentas Hasil Teknologi Anak Bangsa Kepala Balitbang PUPR dan pengunjung pameran saat mencoba VR BIM Model Penerapan Teknologi Balitbang di KSPN Morotai

Begitu banyak teknologi yang telah dibuat oleh anak bangsa, namun kerap hal ini tidak tersampaikan kepada masyarakat secara umum. Salah satu bentuk upaya dalam memperkenalkan teknologi-teknologi yang dimiliki oleh negeri ini adalah dengan event pameran yang menarik. Melalui Research, Inovation and Technology (Ritech) Expo 2019 yang dihelat oleh Kementerian Ristekdikti, 25 - 28 Agustus 2019 di Lapangan Puputan Renon Denpasar, Bali, berbagai teknologi terkini dari litbang kementerian, perguruan tinggi, maupun BUMN tersaji. Dilansir oleh laman resmi Ristekdikti, Ritech Expo 2019 dihadiri pengunjung hingga sekitar 35.000 orang. Angka ini merupakan rekor pengunjung terbanyak dalam kurun waktu lima tahun terakhir dari penyelenggaraan Ritech Expo, yang merupakan salah satu rangkaian peringatan Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Hakteknas).

“Tahun lalu RitechExpo  digelar di Pekanbaru, Riau dengan jumlah pengunjung sekitar 15.000an, dan sekarang di Bali jumlahnya meningkat lebih banyak lagi,” ujar Kepala Biro Kerja Sama dan Komunikasi Publik Kemenristekdikti, Nada DS Marsudi.

Puslitbang KPT pun turut ambil bagian dalam Ritech Expo 2019 tersebut. Menjadi bagian dari panggung yang sama dengan Balitbang PUPR, Puslitbang KPT menyajikan teknologi Virtual Reality dari BIM Model penerapan teknologi Balitbang di Morotai, Maluku Utara. Seperti yang telah diketahui sebelumnya, Balitbang PUPR memiliki tiga buah pilot project teknologi litbang sektor PUPR yang mendukung KSPN Morotai.

Adapun penerapan teknologi yang dibuat dalam BIM Model tersebut meliputi tiga teknologi yakni Jalan Wisata, Toilet Wisata dan Revetment 3B (Berkait, berongga dan bertangga) dan diterapkan di lahan timbunan seluas 2 hektar. Teknologi jalan wisata menggunakan aspal CPHMA (Cold Paving Hot Mix Asbuton) dan paving block menggunakan fly ash. Panjang Jalan Wisata yaitu 275 meter. Untuk Toilet Wisata menggunakan pengolahan air limbah Biofilter- Kolam Sanita, pengolahan air minum menggunakan Saringan Pasir Cepat (SPC) berbentuk cyclone serta watertap Reserve Osmose. Sedangkan untuk teknologi sektor sumber daya air, Balitbang menerapkan Blok Beton (3B) yang merupakan bangunan konstruksi yang berfungsi untuk mencegah longsor serta melindungi pergeseran garis pantai akibat erosi yang disebabkan oleh arus dan gelombang air laut dan blok beton ini dapat diterapkan di daerah yang mempunyai kondisi gelombang yang Moderat (dengan ketinggian gelombang 1,5m). Panjang revetment mencapai 281 meter.

Booth Balitbang cukup ramai menarik perhatian pengunjung karena memiliki desain booth yang berwarna-warni. Dengan paduan warna kuning dan oranye, serta ornamen Bali yang sangat kental membuat tampilan visual booth Balitbang sangat eye catching. Khusus untuk wahana Virtual Reality BIM yang dibawa oleh Puslitbang KPT selaku Tim BIM PUPR, juga banyak dicoba oleh pengunjung, mulai dari anak-anak hingga dewasa. Dan saat penutupan, Balitbang mendapatkan gelar runner-up untuk booth terbaik kategori litbang kementerian dan lembaga.

Acara Ritech Ecpo 2019 ditutup oleh Asda III Pemprov Bali, Wayan Suwarjana yang mewakili Gubernur Bali dan menyampaikan kebanggaan beliau karena Bali telah sukses menjadi tuan rumah dari penyelenggaraan event ini. Beliau berharap bahwa dari kesuksesan Ritech Expo ini tidak hanya berhenti sebatas pameran saja, melainkan juga bisa menjadi wadah yang tepat untuk mengimplementasikan teknologi-teknologi hasil karya anak bangsa secara lebih nyata, terutama dalam menghadapai era teknologi 4.0 yang semakin nyata di depan mata. Wayan juga menyampaikan bahwa Bali siap menjadi penyelenggara Ritech Expo lagi di masa yang akan datang. (gal)