Slide 1

Berita PUPR > Pengenalan Kelitbangan Bidang Perumahan dan Permukiman


Jumat, 04 Oktober 2019, Dilihat 119 kali

Pengenalan Kelitbangan Bidang Perumahan dan Permukiman Kunjungan CPNS Formasi 2018 Batch 1 ke Laboratorium yang ada di Pusperkim

Jumat, 4 Oktober 2019 Puslitbang Perumahan dan Permukiman kedatangan CPNS formasi 2018 Batch 1. Kedatangan CPNS ini merupakan rangkaian dari kegiatan pengenalan kelitbangan untuk CPNS yang sedang OJT di Puslitbang Kebijakan dan Penerapan Teknologi. Kepala Bidang Sumber Daya Kelitbangan (SDK) Puslitbang Perumahan dan permukiman, Aris Prihandono memberikan arahan kepada CPNS sekaligus memperkenalkan kampus Puslitbang Perumahan dan Permukiman yang berlokasi di Cileunyi Kabupaten Bandung.

Setelah mendapatkan arahan dari Kepala Bidang SDK, seluruh CPNS formasi 2018 Batch 1 diajak keliling kampus Puslitbang Perumahan dan Permukiman. Seluruh CPNS diperkenalkan dengan Unit Pelaksana Teknis yang ada di kampus Puslitbang Perumahan dan Permukiman. Unit Pelaksana Teknis yang dikunjungi adalah Balai Litbang Bahan dan Struktur Bangunan, Balai Litbang Sains Bangunan, Balai Litbang Air Minum dan Penyehatan Lingkungan Permukiman, Balai Litbang Tata Bangunan dan Lingkungan.

Pada saat kunjungan, CPNS diperkenalkan dengan produk inovasi Puslitbang Perumahan dan Permukiman yang sudah terkenal dan banyak diaplikasikan di Indonesia yaitu teknologi Rumah Instan Sederhana Sehat (RISHA). RISHA adalah sebuah penemuan teknologi konstruksi knock down yang dapat dibangun dengan waktu cepat (oleh sebab itu disebut sebagai teknologi instan), dengan menggunakan bahan beton bertulang pada staruktur utamanya, Inovasi ini didasari oleh kebutuhan akan percepatan penyediaan perumahan dengan harga terjangkau dengan tetap mempertahankan kualitas bangunan sesuai dengan standar (SNI). RISHA sudah diaplikasikan di Aceh, Jawa Barat, Kepulauan Riau, Sumatera Barat, Bengkulu, Lampung, Bangka Belitung, Jambi, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Jawa Timur, Yogyakarta, Jawa Tengah, Bali, NTT dan NTB.

Sebagai generasi milenial, generasi penerus bangsa dan sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) muda, maka seharusnya CPNS formasi 2018 ini bisa berinovasi lebih baik dari para pendahulunya. Gunakan prinsip ATM (Amati, Tiru dan Modifikasi). (nd)