Slide 1

Berita PUPR > Rumah Susun Modular ITB Jatinangor


Sabtu, 05 Oktober 2019, Dilihat 326 kali

Rumah Susun Modular ITB Jatinangor Rusun Modular ITB Jatinangor

Inovasi teknologi bidang perumahan merupakan suatu bagian penting mengingat pemerintah sedang menggiatkan Program Nasional Pembangunan Satu Juta Rumah untuk Rakyat, salah satunya pembangunan rumah susun modular. Modular menurut KBBI yaitu menciptakan suatu rancangan sehingga model yang digunakan menggunakan satu komponen yang sama. Pengembangan sistem modular dilakukan pada komponen struktural, misalnya balok, kolom, plat lantai, dan dinding. Selain itu, sistem modular juga dikembangkan pada komponen non-struktural misalnya jendela, pintu, dan tangga, serta komponen utilitas seperti perpipaan. Produk Balitbang yang dikembangkan untuk mengakomodasi kebutuhan rumah susun modular adalah Sistem Pracetak C-Plus dan Sistem Pracetak n-Panel. Sistem Pracetak C-Plus ideal digunakan untuk bangunan bertingkat. Sambungan balok kolomnya menggunakan kombinasi sambungan mekanis berupa pelat baja dan baut serta grouting dengan semen non-shrinkage.

Sabtu, 5 Oktober 2019 sebanyak 80 CPNS Kementerian PUPR Batch 1 formasi 2018 mengadakan kunjungan lapangan ke kampus ITB Jatinangor dalam rangkaian kegiatan OJT pengenalan kelitbangan. Setibanya di ITB Jatinangor CPNS disambut langsung oleh Dr. Sigit Darmawan selaku Direktur Pengembangan ITB. Dalam paparannya Bapak Sigit menjelaskan, “pada proses pembangunannya Kementerian PUPR melakukan kerja sama dengan ITB untuk membangun konstruksi modular di kampus ITB Jatinangor, konstruksi modular sangat cocok karena tidak terlalu membutuhkan lahan yang luas”. Spesifikasi Rumah Susun Modular yang dibangun di ITB Jatinangor adalah tipe 24 untuk asrama, terdiri dari 5 lantai, konsep denah: double loaded single corridor, sistem struktur: sistem rangka pemikul momen khusus pracetak beton bertulang, jumlah unit total sebanyak 61 unit terdiri dari 59 unit umum dan 2 unit untuk difabel dengan daya tampung 240 mahasiswa.

Setelah mendapatkan penjelasan dari Bapak Sigit, CPNS mengunjungi langsung rumah susun modular Jatinangor. Bangunan ini sudah siap untuk digunakan, ada beberapa finalisasi konstruksi dan pengujian suhu ruangan yang dilakukan oleh Puslitbang Perumahan dan Permukiman. Setelah terbangunnya rusun modular ini, tantangan selanjutnya adalah proses penghunian dan pemeliharaan bangunan. (nd)