Slide 1

Berita PUPR > Mengenal Lebih Dekat BIM Standard & Protocol


Rabu, 09 Oktober 2019, Dilihat 132 kali

Mengenal Lebih Dekat BIM Standard & Protocol BIM Standard & Protocol

Dalam mengadopsi BIM ke suatu proyek tidak serta merta hanya menggunakan suatu standar sendiri dari konsultan/kontraktor. Beberapa konsultan/kontraktor bisa saja sudah mempraktikkan BIM namun masih belum dapat menghasilkan model BIM yang representatif untuk tahap kolaborasi Hal ini dapat mengakibatkan kendala saat kolaborasi antar stakeholders dalam mengidentifikasi dan memproses informasi pada model BIM tersebut.

Maka dari itu diperlukannya suatu standar yang disepakati bersama antar stakeholders. Diluar sana ada banyak protokol, prosedur dan kerangka kerja yang digunakan  sesuai dengan  keadaan dan kebutuhan di negara masing-masing. Misal, di Singapura mereka menyebutnya dengan BIM essential guide yaitu panduan kebutuhan penggunaan BIM untuk di setiap level proyek yang berbeda dan Inggris memiliki The Construction Industry Council (CIC) Building Information Modelling Protocol.

Sebagai instansi pemerintah yang aktif mensosialisasikan pengadopsian BIM, Kementerian PUPR melalui Puslitbang KPT selaku Sekretariat BIM dibantu Institut BIM Indonesia (IBIMI) saat ini sedang menyusun Matriks Standar dan Protokol BIM yang dapat digunakan di Indonesia. Sekretariat BIM PUPR dan IBIMI  sepakat akan menggunakan  referensi dari BIM UK dalam penyusunan Standar dan Protokol BIM karena kondisi dan proses adopsi BIM UK menyerupai dengan adopsi BIM yang sedang terjadi di Indonesia. Protokol BIM UK sendiri berfungsi sebagai panduan model BIM yang harus dihasilkan dengan mememasukkan beberapa kewajiban yang harus dipenuhi dan limitasi penggunaan model. Dalam protokol ini juga mengatur standar nasional untuk pertukaran data / informasi atau interoperabilitas,standar untuk library elemen BIM, konvensi penamaan standar untuk identifikasi proyek, tipe bangunan, standarisasi kelas atau elemen untuk spasial, fungsional, analisis biaya, standarisasi metode pengukuran dan deskripsi item kerja untuk BIM dan sebagainya.

Selain IBIMI, dalam penyusunan standar dan protokol BIM ini Sekretariat BIM PUPR juga melibatkan Ditjen Bina Konstruksi. Dalam Rapat Penyusunan Kebutuhan NSPK Penerapan Teknologi BIM, Rabu,  2 Oktober 2019 di Ruang Rapat Subdit Teknologi Konstruksi, Ir. Ati Nurzamiati Hazar Zubir, MT, menjelaskan bahwa sebagai tindak lanjut matriks role sharing yang sudah disusun BIM PUPR, pada tahun 2020 DJBK berencana menyusun Rancangan Peraturan terkait Standar dan Protokol BIM dimana standar dan protokol BIM yang akan disusun nanti dapat menjadi bahan dalam penyusunan Rancangan Peraturan tersebut. (VA)