Slide 1

Berita PUPR > Palu Bangkit: Balitbang PUPR Adakan Diseminasi Teknologi


Rabu, 16 Oktober 2019, Dilihat 147 kali

Palu Bangkit: Balitbang PUPR Adakan Diseminasi Teknologi Suasana Diseminasi Teknologi Balitbang PUPR di Kota Palu, Sulawesi Tengah

Sudah satu tahun gempa bumi yang diikuti tsunami terjadi di Kota Palu dan sekitarnya. Gempa yang berpusat di 26 km dari Utara Donggala Sulawesi Tengah tersebut, berdampak besar bagi wilayah sekitar termasuk Kota Palu. Sampai saat ini, Kota Palu dan sekitarnya belum benar-benar pulih. Terlihat dari banyaknya debris yang belum terkelola, masih banyaknya masyarakat yang tinggal di pengungsian dan Huntara (Hunian Sementara). Toko-toko yang menjadi roda penggerak perekonomian pun belum sepenuhnya beraktivitas sebagaimana biasanya. Pasca gempa bumi dan tsunami tersebut masih banyak tugas yang Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah lakukan.

Berbagai cara dilakukan dalam rangka mendorong pemulihan kembali pasca gempa dan tsunami, salah satunya diseminasi teknologi. Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian PUPR mengadakan acara Diseminasi/Bimbingan Teknis Teknologi Litbang PUPR yang dihelat pada 15-16 Oktober 2019 di Kota Palu. Kota Palu dipilih sebagai simbolisasi bangkitnya masyarakat Sulawesi Tengah khususnya masyarakat Kota Palu dalam menghadapi dampak pasca gempa dan tsunami. Acara ini tidak hanya diperuntukkan bagi Pemerintah Kota Palu, tetapi juga  berbagai Pemerintah Daerah Tingkat I dan II Pulau Sulawesi dan Maluku. Turut juga di undang peguruan tinggi dan berbagai asosiasi di Sulawesi Tengah.

Acara diawali dengan sambutan selamat datang oleh Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kota Palu, Iskandar Arsyad. Pada sambutanya Arsyad berharap agar acara diseminasi ini dapat meningkatkan standar sumber daya manusia aparatur sipil negara Kota Palu.

“Di Kota Palu ini sumber daya manusianya tersedia banyak akan tetapi standarisasinya pada penerapan teknologi kurang, semoga dengan adanya acara diseminasi ini dapat bekerjasama dengan Balitbang Kementerian PUPR dalam penerapan teknologi yang ada seperti Ruspin dan lainya.” Ungkap Arsyad.

Secara resmi acara diseminasi yang berlangsung selama dua hari ini dibuka oleh Plt. Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan (Litbang) Kementerian PUPR, Lukman Hakim. Dalam sambutanya Lukman menjelaskan bahwa diseminasi yang diadakan kali ini berbeda dengan sebelumnya.

“Diseminasi yang diadakan Balitbang PUPR kali ini berbeda dengan diseminasi-diseminasi sebelumnya. Karena dilaksanakan di Kota Palu fokus diseminasi kali ini mengenai kegempaan. Di tempat yang rawan gempa seperti ini perencanaan harus lebih fokus dan berbeda dengan sebelum atau secara umumnya.” Pungkas Lukman.

Seusai dibuka oleh Plt. Kepala  Badan Litbang Kementerian PUPR, selanjutnya dipaparkan materi Peran Balitbang dalam Peningkatan Infrastruktur Daerah oleh Sekretaris Badan Litbang PUPR, Herry Vaza. Secara keseluruhan konsep pengembangan dan inovasi teknologi yang terdapat di Balitbang PUPR adalah ATM: Amati, Tiru, dan Modifikasi. Tidak hanya disitu, Vaza memaparkan bahwa  biaya murah, mutu bagus, dan waktu cepat juga menjadi pedoman bagi para peneliti di Balitbang PUPR.

Pada hari pertama diseminasi ini terdapat tiga pemateri. Pertama, Kepala Bagian Administrasi, Standardisasi dan Kerjasama, Ridwan Marpaung yang memaparkan Pemanfaatan Produk Standar Pedoman dan Manual Badan Litbang PUPR. Kedua, peneliti dari Puslitbang Jalan dan Jembatan, Edwin Nirwan yang memaparkan Teknologi Aspal Plastik dan Riyadhi Salim yang memaparkan Teknologi Mortar Busa dan J/C-MP. Sementara itu, peneliti dari Puslitbang Sumber Daya Air Adhitya Wesda Wardhana memaparkan Teknologi Penyediaan Air Baku dan Parlinggoman Simanungkalit memaparkan Rehabilitasi Jaringan Irigasi Rawa Pasca Bencana Sulawesi Tengah.

Berbeda dengan hari pertama, hari kedua diawali dengan pemaparan oleh peneliti Puslitbang Perumahan dan Permukiman, I Wayan Avend memaparkan mengenai Teknologi Rumah Unggul Sistem Panel Instan atau biasa banyak orang menyebutnya Ruspin. Selanjutnya oleh peneliti Puslitbang Kebijakan dan Penerapan Teknologi, Dessy Febrianty dengan materi Strategi Mitigasi Risiko Bencana dan Yudha P Heston mengenai Manajemen Pengolahan Debris.

Selain mendengarkan materi dan berdiskusi peserta diseminasi juga di ajak kunjungan lapangan ke tempat lokasi penerapan Ruspin yang berada di Kecamatan Duyu Kota Palu. Pada kunjungan lapangan ini peserta diajak mengenali lebih dalam mengenai Ruspin secara langsung dan dapat melakukan diskusi mengenai pertanyaan-pertanyaan yang tidak sempat ditanyakan pada panel diskusi sebelumnya. (bys)