Slide 1

Berita PUPR > CPNS Formasi 2018 Batch IV Meninjau Lokasi Penerapan Teknologi CMP Jembatan Pelangi Antapani


Kamis, 14 November 2019, Dilihat 111 kali

CPNS Formasi 2018 Batch IV Meninjau Lokasi Penerapan Teknologi CMP Jembatan Pelangi Antapani Kunjungan Penerapan Teknologi CMP Jempbatan Pelangi Antapani CPNS Formasi 2018 Batch IV

Masih dalam rangkaian kegiatan pengenalan kelitbangan CPNS formasi 2018 Batch IV di lingkungan Puslitbang Kebijakan dan Penerapan Teknologi (Puslitbang KPT). Kamis, 14 November 2019 CPNS formasi 2018 Batch IV melakukan kunjungan lapangan hasil teknologi inovasi dari Pusjatan yang bernama Corrugated Mortar Busa Pusjatan (CMP). Teknologi CMP diterapkan di Fly Over Antapani (Jembatan Pelangi Antapani).

Sebelum ke Lokasi Penerapan Teknoloi CMP Jembatan Pelangi Antapani, CPNS Formasi 2018 Batch IV mendapatkan materi dan arahan dari narasumber Pusjatan Bapak Herdiansyah di kompleks kantor Pusjatan. Setelah mendapatkan materi mengenai CMP setidaknya CPNS mendapatkan gambaran nyata ketika berkunjung langsung ke Jembatan Pelangi Antapani.

Teknologi CMP merupakan pengembangan teknologi Corrugated Steel Arch yang mempunyai banyak kelebihan dibandingkan dengan flyover menggunakan konstruksi konvensional. Teknologi CMP lebih efisian hingga 60-70% dan lebih cepat hingga 50% dalam masa konstruksi dibandingkan dengan konstruksi konvensional. Tingkat efisiensi tinggi diperoleh dari kontribusi penggunaan mortar busa untuk timbunan pendekat jembatan yang merupakan ciri unik dari teknologi CMP.

Jembatan Layang ‘Pelangi’ Antapani yang pada tahun 2017 diresmikan oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) memiliki panjang untuk bentang tengah adalah 22 meter dengan tinggi ruang bebas vertikal 5,1 meter dan lebar bentang lainnya (u-turn) adalah 9 meter.

Pelaksanaan konstruksi CMP juga tidak mengharuskan penutupan jalur kendaraan sehingga memberikan dampak yang sangat kecil terhadap kemacetan di sekitar lokasi konstruksi. CMP memiliki nilai estetika sehingga dapat menjadi suatu landscape dan bahkan bisa menjadi landmark suatu kawasan. Konsumsi bahan alam dalam konstruksi CMP jauh lebih rendah daripada konstruksi dengan teknologi beton sehingga ramah lingkungan.

Teknologi mortar busa ini digunakan sebagai pengganti timbunan tanah yang biasanya dipakai tanpa memerlukan lahan yang lebar karena dapat dibangun tegak dan tidak memerlukan dinding penahan serta tidak perlu alat pemadat karena dapat memadat dengan sendirinya.

Harapan kedepannya untuk CPNS Kementerian PUPR formasi 2018 yang merupakan generasi milenial dapat berinovasi lebih baik lagi di instansi tempatnya bekerja. Sudah banyak karya anak bangsa yang dihasilkan, namun bagaimana cara kita bisa memanfaatkan sebaik-baiknya. (nd)