Slide 1

Berita PUPR > Replikasi Perdana Teknologi Material Lokal di Karo Sumatera Utara


Jumat, 17 Januari 2020, Dilihat 61 kali

Replikasi Perdana Teknologi Material Lokal di Karo Sumatera Utara Serah Terima Pengelolaan Hasil Replikasi Perdana Teknologi Material Lokal di Tongging - Karo

Tongging, Karo - Kepala Puslitbang Kebijakan dan Penerapan Teknologi Ir. Rezeki Pranginangin, M.Sc, MM didampingi Kepala Balai Litbang Penerapan Teknologi Jalan dan Jembatan beserta tim, serta perwakilan dari Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Provinsi Sumatera Utara, melaksanakan acara Kunjungan Lapangan dan Serah Terima Pengelolaan Hasil Replikasi Perdana Teknologi Material Lokal untuk Jalan di ruas Jl. Situnggaling-Tongging yang merupakan akses KSPN Danau Toba di Kabupaten Karo, Jumat (17/01/2020).

Penerapan teknologi material lokal di Tongging merupakan upaya pemanfaatan potensi sumber daya alam setempat berupa pasir dan batuan Bukit Sipiso-Piso yang tersedia di sekitar lokasi pekerjaan konstruksi. Implikasi nyata dari pemanfaatan material lokal ini adalah penghematan biaya dan waktu pelaksanaan konstruksi, khususnya dalam hal pengadaan material/bahan.

Penanganan jalan melalui replikasi teknologi telah dilakukan di TA 2019 sepanjang + 350 meter, dan menjadi contoh best practice bagi Pemda Provinsi Sumatera Utara yang akan melanjutkan replikasi berikutnya. Selain pendayagunaan material lokal, juga diterapkan beberapa teknologi lain seperti aspal plastik, hydroseeding dan anchored retainning wall. Penerapan teknologi tersebut bertujuan menjawab permasalahan jalan berupa tikungan tajam (hairpin bend), jalan amblas dan potensi longsoran lereng jalan.

Dengan terselesaikannya replikasi perdana ini, Kabid Pengaturan dan Evaluasi Dinas BMBK Sumut, Bapak Ir. Iswahyudi, menyampaikan ucapan terima kasihnya kepada Balitbang Kementerian PUPR serta menyatakan “hasil penerapan teknologi ini menjadi contoh sangat baik bagi kami, akan kami jaga dan kelola, dan telah kami agendakan mulai tahun 2022 penanganan Situnggaling-Tongging akan dilanjutkan”.

Diharapkan hasil replikasi teknologi dapat dimanfaatkan dan dikelola dengan baik oleh Pemda dan masyarakat. Teknologi hasil Balitbang Kementerian PUPR yang telah diterapkan semoga dapat semakin dikenal oleh masyarakat luas dan dapat replikasikan kembali dengan baik (adt & arv).