berita

Berita PUPR > Peneliti harus Memiliki Ide Gila


Friday, 01 Jul 2016, Dilihat 154 kali

Peneliti harus Memiliki Ide  Gila
 

 

LITBANG.pu.go.id, Bandung, (5/1), Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Basuki Hadimoeljono berkunjung ke Pusat Litbang Jalan dan Jembatan dalam rangka memberikan arahan kepada para peneliti di Badan Litbang. Acara yang dihadiri oleh Kepala Badan Litbang-Waskito Pandu selaku tuan rumah, Sekretaris Jenderal-Taufik Widjoyono dan para sekretaris direktorat jenderal serta para pejabat struktural dan peneliti di pusat-pusat litbang.

Dalam pengantarnya, Kepala Badan Litbang menyatakan bahwa saat ini komposisi jumlah peneliti sekitar 25% dari seluruh pegawai di Balitbang. “Kami akan berupaya menambahkannya untuk memperkuat kapasitas dukungan litbang terhadap tugas dan fungsi direktorat-direktorat jenderal di Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat,” ujarnya Waskito Pandu.

Pada kesempatan ini Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat memberikan motivasi dan tantangan kepada para peneliti untuk memiliki dan melakukan ide “gila” tentunya dalam koridor pekerjaan umum dan perumahan rakyat. “Penelitian itu harus besar dan berkelanjutan, jangan membuat penelitian kecil-kecil yang selesai hanya dalam waktu satu tahun, karena ide besar dan berguna itu membutuhkan waktu lama dan curahan tenaga yang besar untuk benar-benar dapat diaplikasin di lapangan.”, ujarnya. Beliau menyatakan bahwa penelitian yang bermanfaat itu berawal dari mimpi besar. “Research without action is a daydream and action without research is a nightmare. Maka idealnya adalah research based policy. Jadi penelitian yang dilakukan berdasarkan kebutuhan organisasi kita dan memberikan sumbangan nyata bagi pembangunan.”, tegasnya.

Lebih lanjut, Basuki Hadimoeljono menyatakan bahwa selain penelitian, Balitbang juga harus lebih dapat diandalkan dalam bidang advis teknis, terutama ketika terjadi bencana.”Sebelum TNI turun, kita harus menjadi tim pertama yang turun di lapangan. Melihat dan menilai sebab-sebab bencana untuk kemudian kita cari solusinya agar tidak terjadi lagi. ”, tambahnya. Beliau mencontohkan kejadian longsor di Banjarnegara.

Dalam acara ini peneliti juga diberikan kesempatan untuk berdiskusi dengan pejabat yang hadir. Selain menyampaikan saran dan pertanyaan, sebagian peneliti juga menyampaikan kegelisahan terkait organisasi dan tusi kementerian di era kabinet baru ini. “Tidak usah khawatir tentang hal itu, tugas Anda adalah melakukan penelitian dengan benar.”, jawab Basuki. “Berbanggalah menjadi orang PU bukan hanya pegawai PU!”, pungkasnya di akhir sambutan.