berita

Berita PUPR > Penataan Jalur Puncak untuk mengembalikan good sightseeing


Sunday, 07 May 2017, Dilihat 278 kali

Penataan Jalur Puncak untuk mengembalikan good sightseeing
 

Dalam rangka penanganan kemacetan yang sering terjadi di kawasan Jalur Puncak Bogor Jawa Barat, Kepala Badan Litbang Dr. Ir. Danis H. Sumadilaga, M. Eng, Sc mengundang para stakeholder terkait antara lain Dinas Perhubungan Kabupaten Bogor, Bappeda Kabupaten Bogor dan Komite Perencanaan pada Rapat Koordinasi Penanganan Kemacetan di Jalur Puncak untuk memecahkah persoalan tersebut.

Upaya penanganan kemacetan di jalan Puncak akan dilakukan melalui 2 (dua) strategi yaitu penanganan Jangka Pendek dan Penanganan Jangka Panjang. Pada rapat kali ini disepakati bahwa langkah-langkah penanganan jangka pendek lah yang akan dibahas terlebih dahulu, sedangkan penanganan jangka panjang akan dibahas pada agenda berikutnya yang kemudian akan ditindaklanjuti oleh BPIW.

Untuk penanganan jangka pendek, aktifitas konkrit yang harus segera dilaksanakan adalah Pemerintah Kabupaten Bogor akan mendetilkan rencana penataan hambatan samping sepanjang jalur puncak, khususnya dari simpang Gadok sampai dengan Gunung Mas dengan memindahkan kantong-kantong yang menampung aktivitas ekonomi pedagang kaki lima. Kemudian dari pihak BBPJN VI akan menyiapkan rencana peningkatan kapasitas ruas jalan maupun simpang melalui pelebaran jalan dan juga simpang tak sebidang. Adapun Beberapa titik yang diidentifikasi perlu segera dilakukan penanganan antara lain Jembatan Selarong, Pasar Cisarua dan Simpang Taman Safari.

Rencana penanganan selanjutnya adalah Rekayasa/Manajemen Lalu Lintas dan Transit Oriented Development (TOD) merupakan aksi nyata yang perlu dipersiapkan dengan melakukan beberapa kegiatan seperti Penyiapan shuttle bus yang melayani pergerakan kantung-kantung parkir (lokasi/tempat yang hanya dipergunakan oleh kendaraan umum hanya untuk menaikan dan/atau menurunkan penumpang dan tidak diperbolehkan untuk are parkir) dengan tujuan wisata di kawasan puncak.

Kantung-kantung parkir sebagai akan diberlakukan check point, ruang transit dan pedagang kaki lima, Penerapan traffic manajemen (one way, buka tutup dsb.) dan yang terakhir adalah Manajemen angkutan umum , dapat berupa penyedian HOV line.

Untuk mempersiapkan aksi jangka pendek (action plan) tersebut perlu segera disiapkan tahapan penataan pedagang kaki lima dan peningkatan kapasitas jalan. Tahap awal perlu diinventarisasi tiitk-titik pedagang kaki lima dan juga lahan BUMN yang ada di jalur puncak sebagai alternatif lahan untuk menampung pedagang kaki lima.

Sedangkan untuk ruas Cianjur - Puncak perlu diidentifikasi fasilitas dan prasarana jalan yang dapat dipersiapkan guna menurunkan tingkat resiko akibat kecelakaan seperti guard rail dan escape ramp.

Terkait revitalisasi Kawasan Puncak, permintaan Basuki Hadimuljono Menteri PUPR kepada Kepala Balitbang yang utama adalah penataan yang dilakukan harus mengembalikan kembali roh jalur Puncak yang memberikan good sightseeing (pemandangan perjalanan yang indah).