berita

Berita PUPR > ERA LITBANG DIGITAL dan Eksistensi Satgas Go Digital


Tuesday, 17 Oct 2017, Dilihat 252 kali

ERA LITBANG DIGITAL dan Eksistensi Satgas Go Digital
 

Balitbang menyadari bahwa paradigma dukungan penyediaan informasi Litbang yang dahulunya konvensional sudah selayaknya berubah menuju ke konsep digital. Merespon hal tersebut, Balitbang PUPR mencanangkan sebuah gerakan pemanfaatan teknologi informasi, yang diberi nama “LITBANG GO DIGITAL”. Ada banyak alasan mengapa Balitbang harus beradaptasi dengan dunia  digitalisasi. Selain karena perilaku manusia yang sudah digital minded, alasan lainnya adalah melalui platform online, stakeholder dapat lebih mudah mencari informasi terkait kegiatan dan produk hasil Litbang.
Untuk mengawal transformasi Litbang Digital yang telah dicanangkan, maka tengah tahun ini telah dibentuk sebuah Satgas yang diberi nama GO DIGITAL (GD). Satgas GD memiliki tugas utama untuk mengawal kebijakan serta menyiapkan infrastruktur TIK untuk mendukung penerapan teknologi digital, dalam rangka pelayanan data, penyebaran informasi dan dukungan untuk kegiatan manajemen dan Litbang. Mengacu pada CETAK BIRU Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) KemenPUPR, Balitbang menjadikan TIK sebagai bagian utama dalam mendukung terwujudnya infrastuktur yang handal, yaitu SUSTAIN-able Infrastructure Development (Simplify, Unify, Service, Transparency, Agile, Innovation, Network).
Untuk mencapai target yang diberikan, maka strategi yang diterapkan oleh Satgas GD adalah Kolaborasi, Integrasi, dan Konseptual. Kolaborasi diperlukan agar setiap penerapan dan pemanfaatan TIK di Balitbang dapat saling melengkapi. Kolaborasi dapat juga dilakukan dengan unit organisasi lain bahkan dengan institusi diluar Kementerian PUPR. Selanjutnya Integrasi dilakukan terkait dengan efesiensi pemanfaatan data dan aplikasi, misalnya sistem sharing data di lingkungan Balitbang akan meningkatkan efektifitas aplikasi dan menghindari terjadinya duplikasi. Terakhir, Konseptual diperlukan terkait dengan perencanaan yang matang, sehingga tidak menimbulkan tumpang tindih fungsi antar aplikasi dan jaminan keberlangsungan suatu produk TIK.

Di masa awal terbentuknya Satgas GD, tim mendapat tugas untuk membuat sistem Diseminasi dan Sosialisasi (DiSos) Jarak Jauh yang memanfaatkan TIK. Konsep DiSos baru ini langsung diujicobakan dalam acara DiSos Terpadu di Batam pada Agustus 2017. Dalam acara ini, DiSos dilakukan dengan format e-learning yang menggunakan aplikasi untuk memutarkan video materi secara online, sedangkan diskusi interaktif  dilakukan melalui teleconference.  Pembelajaran ini diikuti secara jarak jauh oleh masyarakat umum dan peserta khusus seperti Balai Pelaksanaan Jalan Nasional dan Balai Wilayah Sungai.

DiSos ini merupakan terobosan baru yang diapresiasi oleh Kepala Balitbang, Danis Sumadilaga. “Konsep ini sangat diperlukan untuk lebih meningkatkan pengenalan produk-produk Balitbang ke seluruh pelosok negeri’, ujar Danis dalam sambutannya pada acara tersebut.
Pekerjaan lainnya adalah melakukan supervisi terhadap pengembangan BIMS (Balitbang Integrated Manajemen System). BIMS merupakan sebuah sistem yang mengintegrasikan seluruh aplikasi TIK bidang manajemen di Balitbang. Tujuan dari pengembangan BIMS adalah menyamakan platform seluruh aplikasi dan sistem informasi manajemen di lingkungan Balitbang. BIMS menyederhanakan fungsi aplikasi sesuai tugas unit manajemen, sehingga tidak diperlukan berbagai macam aplikasi manajemen yang menyebabkan duplikasi dan ketidakefisienan penggunaan data. Dengan menggunakan konsep ERP (Enterprise Resource Planning), BIMS diharapkan dapat memiliki konsep pengelolaan sumber daya yang optimal.

Pekerjaan terbaru dari Satgas adalah penyempurnaan Website Balitbang untuk persiapan Lomba Website antar Unor (Unit Organisasi) di KemenPUPR. Sesuai dengan arahan Kabalitbang, agar Website Balitbang menjadi portal utama pencarian dan display hasil produk Litbang dengan menekankan konsep user friendly dan user experience. Maka Satgas GD melakukan beberapa perombakan pada Website Balitbang yang meliputi arsitektur, antarmuka, tata kelola, keamanan dan optimalisasi mesin pencari.

Untuk meningkatkan ketersediaan data dan informasi Litbang, website di lingkungan Balitbang telah terindeks di lembaga Webometrics. Webometrics secara khusus menilai seberapa besar tingkat ketersediaan dan akses data repositories. Diantara lembaga Litbang di Indonesia, website di lingkungan Balitbang ada di urutan 13 (Pusair), 14 (Pusjatan) dan 26 (Puskim) per Januari 2017 (posisi pertama LIPI). Sedangkan pada ranking mesin pencari google (range 1-10) website di lingkungan Balitbang memiliki nilai 5 (Pusair), 4 (Pusjatan) dan 5 (Puskim) per September 2017 (website PUPR rank 7).

Transformasi DIGITAL tidak melulu terkait manajemen dan publikasi, di ranah kegiatan Litbang telah banyak teknologi Informasi dan Komunikasi yang digunakan untuk mendukung kegiatan tersebut. Sebut saja, Pusat Hidroinformatika, Peta Sumber dan Bahaya Gempa, Database Kebijakan dan Penerapan Teknologi serta IRoDCO (Indonesia Road Data Center Operation). Pemanfaatan TIK tersebut perlu memiliki arah dan kebijakan yang tepat, sehingga produk-produk Litbang yang dihasilkan dapat optimal digunakan dan memberikan manfaat bagi mitra dan masyarakat. Peran Satgas GD terkait hal ini adalah  menjadi supervisor agar seluruh sumber daya TIK Balitbang tidak tersia-siakan.

Beberapa potret kegiatan Satgas GD diatas membuktikan bahwa Balitbang PUPR terus berbenah untuk meningkatkan layanan digitalisasi kepada stakeholdernya. Fokus pelayanan kepada penyampaian informasi Litbang yang mudah, cepat dan murah menjadi target dari Satgas. Program kegiatan telah disusun untuk menjamin keberlangsungan dukungan TIK dalam rangka efisiensi kegiatan manajemen, dukungan kegiatan Litbang, serta optimalisasi penyebarluasan hasil produk Litbang. Transformasi LITBANG DIGITAL dalam ERA DIGITALISASI ini akan terus dikawal oleh SATGAS GO DIGITAL.