berita

Berita PUPR > Mini Seri Dibalik RISHA (2) – Risha Panel P30 Seiring Bergabungnya Sang Master Drafter


Thursday, 04 Oct 2018, Dilihat 164 kali

Mini Seri Dibalik RISHA (2) – Risha Panel P30 Seiring Bergabungnya Sang Master Drafter
 

Kebiasaan Pak Nana pulang kantor malam hari menjadikan saya sebagai anggota tim mengikuti ritme kerja beliau dan pada saat teman-teman kantor beranjak pulang kami malah sedang asik-asiknya diskusi mengenai detail desain panel-panel Risha. Detail desain panel Risha yang pertama dihasilkan adalah panel ukuran 120 x 30 cm2 dengan frame tebal 10 cm lebar 6 cm dan tebal permukaan diluar area frame 2 cm, seperti pada gambar.

                                                                       Komponen RISHA

Kesulitan dalam membuat gambar kerja dari ide dan sket yang sudah dihasilkan dari diskusi, mendorong kami mencari ahli menggambar dengan software, momen yang saya ingat Pak Nana menyampaikan “Ted kira-kira kalau kita ajak Pak Gino bergabung mau tidak ya? Karena tidak masuk kedalam SK tim kita” dan saya jawab “ kemungkinan besar mau pak karena Pak Wagino sebelumnya juga menjadi drafter kita, apalagi kalau ada honornya hehehehe….” kemudian Pak Nana mengajak Pak Wagino bergabung sebagai drafter sehingga selanjutnya kami bertiga hampir setiap hari lembur dalam membuat detail desain Risha.

Pak Wagino memang tidak masuk di SK kedalam tim kami (Sub Tim Kegiatan Desain Struktur) melainkan masuk di tim kegiatan yang lain, tetapi dulu hampir selalu terjadi ada namanya di SK kegiatan tetapi sibuk dikegiatan yang lain ataupun sebaliknya. Adanya Pak Wagino yang kami sebut sebagai master drafter yang Puskim miliki memperlancar pekerjaan kami termasuk ketika sket detail Risha panel 30 diselesaikan pak Ginolah yang segera membuat gambar kerjanya. Detail desain panel P1 atau sering kami sebut juga panel 30 karena mempunyai lebar 30 cm didominasi oleh ide Pak Nana mulai dari adanya frame ukuran 10 x 6 cm, adanya baut sampai jarak antar lubang baut sampai detail desain penulangan panel tahap ke-1, sebelum terjadinya pertarungan ide antara saya dan pak Nana. (Tedi Achmad B)