berita

Berita PUPR > Mini Seri Dibalik RISHA (5) – Si Bontot yang Tidak Terhindarkan


Thursday, 04 Oct 2018, Dilihat 132 kali

Mini Seri Dibalik RISHA (5) – Si Bontot yang Tidak Terhindarkan
 

Setelah detail desain bentuk dan penulangan panel P1 dan P2 selesai untuk mengkonstruksi menjadi bangunan tiga dimensi diperlukan komponen sebagai penyambung antara panel sebagai komponen struktur vertikal dan horisontal, komponen penyambung (joint) ini sebenarnya pada saat merancang portal sudah didesain yaitu dengan melakukan modifikasi terhadap panel P1 menjadi ukuran 30 x 30 cm2 tetapi tidak bisa digunakan untuk bangunan tiga dimensi sehingga memodifikasinya dengan menambahkan bentuk yang sama tegak lurus yang sudah ada untuk jelasnya dapat dilihat di gambar panel joint berikut.

Panel P1 RISHA 1 Panel P1 RISHA 2 Panel P1 RISHA 3

Setelah jadi sket gambar pernyataan Pak Nana yang saya ingat adalah “ Waduh bentuknya saja rumit bagaimana pendetailan tulangannya?” kemudian saya membuat sket penulangan setelah jadi saya tunjukan ke Pak Nana, beliau menyampaikan kalau sengkang di pojok L komponen joint seperti ini nanti mentok pada framenya kemudian Pak Nana mengubah tulangan sengkang menjadi bentuk menyerupai jambu air. Pada saat dilakukan ujicoba pembuatan tulangan Pak Nana menyatakan “Ted tuhkan bener susah sekali pembuatannya” saya jawab “ya gimana lagi pak terpaksa begini yang penting secara sistem menjadi lengkap dan siap kita uji portal dan bangunan”. Detail tulangan panel joint Risha dapat dilihat pada gambar penulangan berikut

Panel P1 RISHA 4 Panel P1 RISHA 5

Memang kita akui penulangan panel sambungan itu paling rumit tetapi tidak terhindarkan baik keberadaannya maupun detail bentuk dan penulangannya, saya dengan bercanda ke Pak Nana bilang “tenang saja pak panel kita hanya dua yaitu panel P1 dan P2 sementara satu lagi hanya penyambung hehehe….”. Detail lainnya pada komponen joint seperti lubang baut didesain oleh Pak Nana dengan menyesuaikan dengan lubang baut pada panel Risha lainnya dan tingkat kemungkinan untuk penerapannya. Selain pada komponen sambungan pendetailan perlunya pelat tanam pada lubang baut maupun pelat diluar panel dilakukan setelah melalui perhitunga dan pengujian untuk menghindari kurasakan terpusat pada satu area yaitu area sambungan baut. (Tedi Achmad B)