berita

Berita PUPR > Peresmian Purwarupa Hunian Subkomunal RISHA Semanggi


Monday, 11 Feb 2019, Dilihat 1760 kali

Peresmian Purwarupa Hunian Subkomunal RISHA Semanggi
 

Puslitbang Perumahan dan Permukiman (Puskim) Balitbang PUPR membangun purwarupa model Hunian Subkomunal RISHA di Kelurahan Semanggi. Wali kota Surakarta FX Hadi Rudyatmo meresmikan purwarupa Hunian Subkomunal RISHA tanggal 8 Februari 2019 di lokasi Rumah Susun Semanggi, Surakarta. 

Pemerintah Kota Surakarta menetapkan Kawasan Kumuh di Semanggi menjadi prioritas penanganan dan percontohan penataan untuk mencapai target 0% kawasan kumuh. Puskim Balitbang PUPR bekerjasama dengan Pemerintah Kota Surakarta membangun purwarupa model hunian subkomunal sebagai bagian dari kegiatan penataan Kawasan Kumuh Semanggi. Penanggungjawab Kegiatan ini adalah Kepala Balai Litbang Tata Bangunan dan Lingkungan Kuswara, Koordinator Yuri Herwaman, dan Ketua Tim Kegiatan Arip Pauzi Rachman.

“Pembangunan purwarupa merupakan bentuk Pengembangan Model Penanganan Kawasan Kumuh berbasis kemitraan dengan menerapkan teknologi perumahan permukiman di Kawasan Semanggi Kota Surakarta,” kata Kepala Puskim Arief Sabaruddin. 

Hunian Transit Penataan Kawasan

Model hunian subkomunal merupakan sistem penyediaan kelompok hunian vertikal 2 lantai tipe 36+ dengan total 56 unit hunian yang dikelompokkan secara komunal kecil menjadi subkomunal A,B,C. Pembangunan hunian menggunakan teknologi konstruksi pracetak system RISHA (Rumah Instan Sederhana Sehat). Dilengkapi dengan teknologi IPAL (Instalasi Pengolahan Air Limbah), Kolam Sanita, teknologi biodigester, sumur resapan, dan tray aerasi. Selain hunian, juga dibangun sarana mushola dan ruang usaha untuk dikelola secara mandiri oleh penghuni. Hunian Subkomunal system RISHA ini merupakan hunian transit pertama yang dibangun bagi warga yang terkena penataan kawasan. 

Selain hunian transit, model purwarupa ini berfungsi sebagai laboratorium lapangan pelaksanaan inovasi dalam pengembangan teknologi perumahan dan permukiman. Khususnya dalam mendukung penataan Kawasan Kumuh. 

“Penataan Kawasan Kumuh tidak hanya membangun fisik semata, lebih utama adalah membangun masyarakat secara sosial dan ekonomi untuk hidup lebih baik,”ungkap Arief Sabaruddin. Di dalam penerapan purwarupa ini, warga mendapatkan pula pelatihan dan pemberdayaan kelompok untuk menjadi Aplikator teknologi Pracetak RISHA.

Pembangunan Hunian Subkomunal RISHA mendapat dukungan dari berbagai pihak diantaranya Dinas Perumahan, kawasan Permukiman, dan Pertanahan; KOTAKU Kota Surakarta; Arsitektur Komunitas; PLN; PDAM; dan warga Semanggi.

Pengelolaan Purwarupa hunian subkomunal diserahkan kepada Pemerintah Kota Surakarta. Pembangunan ini diharapkan dapat direplikasi di Kota Surakarta maupun kota – kota lainnya di Indonesia