berita

Berita PUPR > Mengenal Hunian Subkomunal RISHA


Tuesday, 26 Feb 2019, Dilihat 1100 kali

Mengenal Hunian Subkomunal RISHA
 

Hunian Subkomunal yang diresmikan oleh Walikota Surakarta FX Hadi Rudyatmo dan Kepala Pusat Litbang Perumahan dan Permukiman Arief Sabaruddin (8/2) di Semanggi Surakarta menggunakan teknologi RISHA. Hunian Subkomunal merupakan sekumpulan unit rumah tipe 36+ yang didesain mengelompok dalam satu bangunan dengan jumlah unit terbatas. Di dalam satu kelompok bangunan (blok) berisi 16 – 20 unit rumah. Hunian Subkomunal Semanggi terbagi menjadi tiga blok hunian yaitu hunian A, hunian B, dan hunian C. Setiap blok hunian dilengkapi dengan sarana, prasarana, dan utilitas pendukung kegiatan penghuni secara komunal. Total penghuni pada Hunian Subkomunal Semanggi berjumlah 56 keluarga.

Baca : Peresmian Purwarupa Hunian Subkomunal RISHA Semanggi

Sarana yang tersedia meliputi bangunan ruang bersama, taman, tempat parkir kendaraan, kios dagang, hingga mushola. Sedangkan prasarana yang tersedia meliputi Instalasi Pengolahan Air Bersih (Tray Aerasi), Biodigester, Pengolahan Air Limbah (Biogift), Taman Sanita, Drainase, dan Sumur Resapan.

Walikota di dampingi oleh Kepala Puslitbang Perumahan dan Permukiman dan Tim Teknis berkeliling melihat Tray Aerasi 

(1) Instalasi Pengolahan Air Bersih (Tray Aerasi) berfungsi untuk menurunkan kadar mineral berlebih di dalam air baku. Hasil olahan dari tray aerasi digunakan untuk memenuhi kebutuhan mandi, cuci, dan kakus penghuni. (2) Biodigester berfungsi untuk pengolahan sampah organik (sisa makanan, sayuran, limbah cair, dan kotoran ternak) yang dihasilkan oleh penghuni hunian subkomunal. Sampah organik yang diolah menghasilkan gas methan dan pupuk cair yang dapat dimanfaatkan oleh penghuni. (3) Pengolahan Air Limbah (Biogift) yaitu sistem pengolahan air limbah kakus dan non kakus yang harus diolah terlebih dahulu sebelum dibuang ke badan air agar tidak mencemari lingkungan. Selanjutnya hasil pengolahan tersebut dilanjutkan melalui proses pengolahan Taman Sanita untuk menyerap zat – zat nutrien (filtrasi). (4) Air hasil olahan taman sanita dapat digunakan kembali untuk kepentingan pelestarian lingkungan seperti penyiraman taman, pepohonan, serta kolam ikan.

Walikota di dampingi oleh Kepala Puslitbang Perumahan dan Permukiman dan Tim Teknis berkeliling melihat Biodigester 

(5) Drainase merupakan tempat pembuangan air hujan secara alami/ buatan yang berfungsi untuk mengurangi/ membuang kelebihan air di suatu kawasan. Air hujan yang turun melalui atap bangunan hunian dan lain – lain serta yang langsung ke saluran drainase dialirkan ke sumur resapan. (6) Drainase. Tempat pembuangan air hujan secara alami/ buatan yang berfungsi untuk mengurangi/ membuang kelebihan air di suatu kawasan. Air hujan yang turun melalui atap bangunan hunian dan lain – lain serta yang langsung ke saluran drainase dialirkan ke sumur resapan.

Hunian Subkomunal Semanggi merupakan hunian transit penataan kawasan kumuh di kota Surakarta. Selain hunian transit, juga menjadi laboratorium lapangan dalam pelaksanaan inovasi pengembangan teknologi peruma