berita

Berita PUPR > Audit Teknologi Sistem Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT)


Friday, 22 Mar 2019, Dilihat 288 kali

Audit Teknologi Sistem Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT)
 

Judul                  : Audit Teknologi Sistem Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT)

Tim Penulis        : Fitrijani A, Reni Nuraeni, Ida Yudiarti S, Yulinda Rosa, Tibin R.P - Rudy R.E, R. Pamekas

Penerbit             : PT. Kiblat Buku Utama dan Pusat Litbang Perumahan dan Permukiman

ISBN                  : 978-979-8003-83-7

Tebal                  : 225 Halaman

 

Deskripsi

Buku Audit Teknologi merupakan hasil penelitian yang diselenggarakan oleh Pusat Litbang Perumahan dan Permukiman Badan Litbang Kementerian PUPR pada TA 2014. Audit Teknologi adalah evaluasi sistematis dan objektif terhadap kekayaan (asset) teknologi untuk menilai dan memposisikan kinerja teknologi yang dipakai landasan perumusan tindakan perbaikan kinerja yang diperlukan. Audit Teknologi terhadap sistem IPLT memang belum pernah dilakukan sehingga perbaikan yang dilakukan belum spesifik dan terarah.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik 2016, capaian akses air minum kini telah mencapai 71,14% dan akses sanitasi 76,37%. Dari jumlah tersebut, hanya 3% penduduk perkotaan yang telah terlayani sistem terpusat (off-site system) sedangkan sisanya sebesar 74,15% masih menggunakan sistem setempat (on-site system). Dengan demikian, sebagian besar penduduk Indonesia mengolah limbahnya melalui sistem sanitasi setempat.

Sistem pengolahan air limbah setempat (on site) yang banyak digunakan di Indonesia adalah sistem tangki septik. Namun hasil pengolahan air limbah dari tangki septik ini belum memenuhi syarat untuk dibuang ke badan air, karena kandungan BOD dan Koli Tinja masih tinggi. Kemampuan tangki septik mengolah BOD adalah sebesar 60% dan Koli Tinja sebesar 10–100 MPN/100 mL. Oleh karena itu, tangki septik harus dilengkapi dengan bidang resapan yang mampu mengurangi efluen BOD sebesar 10 mg/L dan Koli Tinja yang mencapai 106-107 MPN/100 mL (UNEP/GPA, 2000 dalam Pamekas, 2006).

Selain itu, lumpur tinja yang terakumulasi di dalam tangki septik juga harus dikosongkan secara rutin dan diolah di bangunan pengolahan yang disebut Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT). Tujuannya selain untuk menjaga agar supaya tangki septik berfungsi optimal juga agar lumpur tinja menjadi lebih stabil dan aman untuk digunakan sebagai pupuk organik. 

Download