berita

Berita PUPR > Dukungan Puskim Pasca Gempa dan Tsunami di Sulawesi Tengah


Thursday, 18 Apr 2019, Dilihat 1095 kali

Dukungan Puskim Pasca Gempa dan Tsunami di Sulawesi Tengah
 

Program penanggulangan rehabilitasi dan rekonstruksi pasca bencana gempa bumi dan tsunami Palu, Sigi, dan Donggala di Sulawesi Tengah terus dilakukan. Pusat Litbang Perumahan dan Permukiman (Puskim) Badan Litbang Kementerian PUPR pun turut serta dalam program tersebut. Dukungan yang diberikan berupa advis teknis, verifikasi hasil assessment, survey potensi, pelatihan, dan Pusat Studi Gempa Nasional (Pusgen). Dukungan tersebut telah dilaksanakan mulai tahun anggaran 2018 hingga saat ini.

Advis Teknis merupakan pelayanan untuk mengatasi masalah teknis pelaksanaan pekerjaan fisik bidang perumahan dan permukiman. Pelayanan tersebut menghasilkan rekomendasi teknis untuk meningkatkan kualitas pekerjaan prasarana dan sarana bidang permukiman termasuk penanggulangan bencana. Pada tahun anggaran 2018, Puskim melakukan advis teknis Bandara Mutiara Sis Al-Jufri dan Rumah Sakit Anutapura di Palu Sulawesi Tengah.

Sebelum melaksanakan assessment dan verifikasi hasil assessment, Puskim mengadakan pelatihan quick assessment pasca gempa bumi yang diikuti oleh 267 peserta dari PU daerah maupun kluster pendidikan. Pelatihan tersebut bertujuan untuk menambah tenaga verifikator dilapangan agar proses assessment berjalan lebih cepat. Total assessment gedung di Sulawesi Tengah pada 2018 berjumlah 841 gedung terdiri dari bangunan/gedung di Kota Palu 545 unit, Kabupaten Sigi 109 unit, dan Kabupaten Donggala 187 unit. Hasil assessment kluster pendidikan berjumlah 624 bangunan yang sudah terverifikasi dari total 1198 data bangunan sekolah yang masuk. Tersisa 574 data bangunan yang belum terverifikasi. Selain itu, verifikasi hasil assessment rumah berjumlah 1384 gedung (status data Maret 2019).

Tim Puskim melakukan survey terkait potensi puing sebagai bahan bangunan di Palu, Sigi, dan Donggala. Total potensi puing bangunan yang ditemukan yaitu 14.051m3. Produsen batako terdapat di Donggala, Banawa, Jono Oge, TPA Kawatuna, Bundaran STQ, Tondo, dan Komplek Pergudangan. Untuk quarry batu dan pasir terdapat di Loli, Tipo, dan Pantai Silae. Puskim bekerjasama dengan DJBK (Direktorat Jenderal Bina Konstruksi) melakukan bimbingan teknis RISHA.

Puskim memfasilitasi Tim Pusat Studi Gempa Nasional (PUSGEN) dalam pelaksanaan kegiatan survey pasca bencana yang dituangkan dalam Buku Kajian Gempa Palu 2018. Buku tersebut memuat tentang kajian gempa Palu yang dilihat melalui delapan aspek yaitu seismotektonik, observasi offset patahan palukoro, dampak geologi, dampak struktur, dampak tsunami, dampak geoteknik, konservasi dasar laut, dan wawancara. Selain itu Tim PUSGEN terlibat aktif mendukung program Kementerian Agraria dan Tata Ruang (ATR/BPN). Salah satunya penyusunan Peta Zona Ruang Rawan Bencana (ZRB). Peta tersebut telah disepakati dan di tandatangani oleh Kementerian PPN/BAPPENAS, Kementerian ESDM, Kementerian ATR/BPN, Kementerian PUPR, BNPB, dan Pemerintah Provinsi/Kabupaten Sulawesi Tengah.

Di tahun 2019, dukungan Puskim di Sulawesi Tengah terus berlanjut. Dukungan tersebut berupa Advis Teknis, Pendampingan Teknis, Diseminasi, dan fasilitasi Tim PUSGEN. (Putri)

Tag:

palu