berita

Berita PUPR > Pentingnya Bangunan Tahan Gempa di Palu


Thursday, 22 Aug 2019, Dilihat 408 kali

Pentingnya Bangunan Tahan Gempa di Palu
 

Pusat Litbang Perumahan dan Permukiman bekerjasama dengan Pusat Studi Gempa Nasional (Pusgen) dan Universitas Tadulako mengadakan Workshop Penerapan Peta Sumber dan Bahaya Gempa Indonesia 2017 dan Penerapan SNI Bidang Bahan Struktur dan Konstruksi Bangunan pada Perencanaan Struktur Gedung. Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 19 – 21 Agustus 2019 di Hotel Santika Palu. Asisten Administrasi Ekonomi dan Pembangunan Sulawesi Tengah Bunga Elim Somba mewakili Gubernur Sulawesi Tengah membuka acara didampingi Plt Kepala Badan Litbang Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Lukman Hakim, Ketua Satgas Penanggulangan Bencana Sulawesi Tengah Kementerian PUPR Arie Setiadi Moerwanto, dan Kepala Pusat Litbang Perumahan dan Permukiman Arief Sabaruddin.

Di dalam sambutannya mewakili Gubernur Sulawesi Tengah, Bunga Elim Somba menyampaikan urgensi pemahaman terhadap struktur bangunan tahan gempa bagi pemangku kepentingan maupun masyarakat Palu. Beliau menyambut baik adanya pelaksanaan workshop penerapan peta gempa dan SNI struktur dan konstruksi bahan bangunan. “Informasi yang diperoleh melalui workshop ini dapat digunakan untuk menyusun langkah taktis dan strategis dalam merespon tingginya aktivitas kegempaan di Sulteng. Bangunan harus sesuai SNI. Perlu dipersiapkan adalah bangunan dengan struktur dan konstruksi yang tahan gempa, jangan sampai runtuh, memakan korban jiwa jika gempa kembali datang dan mempersulit penanganan evakuasi”.

“Diharapkan setelah selesai workshop ini, para peserta dapat membantu menyebarkan kepada masyarakat. Saat ini masyarakat dapat mengakses informasi dengan mudah namun tidak disaring terlebih dahulu. Untuk itu dimohon untuk menyebarluaskan informasi yang sangat baik ini,” tambah Bunga Elim Somba.

Workshop yang dihadiri oleh perwakilan pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, pemerintah kota, perguruan tinggi, asosiasi perencana/pelaksana/profesi di provinsi Sulawesi Tengah dan sekitarnya, membahas tentang Peta Sumber dan Bahaya Gempa Indonesia 2017, SNI Bidang Bahan dan Struktur Bangunan, serta contoh permasalahan yang ditemukan di lapangan termasuk Gempa yang terjadi di Sulawesi Tengah.

 

 

SNI tentang Perencanaan Struktur Gedung Tahan Gempa telah disusun oleh Kementerian PUPR dan dipublikasikan secara resmi yaitu SNI 1726:2012 tentang Tata Cara Perencanaan Ketahanan Gempa Untuk Struktur Bangunan Gedung Dan Non Gedung; SNI 1727:2013 tentang Beban Minimum Untuk Perencanaan Bangunan Gedung Dan Struktur Lain; dan SNI 2847:2013 tentang Persyaratan Beton Struktural Untuk Bangunan Gedung. 

Di dalam kegiatan tersebut, para pemateri yang menyampaikan paparan merupakan para ahli dibidangnya, yaitu Lutfi Faizal menjelaskan tentang Pemutakhiran Peta Sumber Dan Bahaya Gempa Dan Standar SNI Konstruksi terkait. Masyhur Irsyam menjelaskan tentang Peta Sumber dan Bahaya Gempa 2017, Perkembangan, Aplikasi Untuk Perancangan Struktur Dan Infrastruktur Tahan Gempa Indonesia. Wahyu Wuryanti menjelaskan tentang SNI 1727 (Beban Minimum).  

Andhika Sahadewa menjelaskan tentang SNI 8460:2017 tentang Persyaratan Perancangan Geoteknik dan SNI 1726:2012 (Perencanaan Struktur Atas Untuk Infrastruktur Dan Bangunan Tahan Gempa). Davy Sukamta menjelaskan tentang Konsep Perancangan Tahan Gempa, Prosedur Analisis Seismic, RC Special Moment Frame, Ketidakbenturan, Redundansi & Load Combination, Perbedaan SNI 1726:2012 Dengan SNI 1726:2019, Diafragma, Kord Dan Kolektor, Dan Contoh Gedung 3 Lantai. Steffie Tumilar menjelaskan tentang SNI 2847 (Persyaratan Beton Struktur Untuk Gedung).

Selengkapnya dapat ditonton di http://bit.ly/streamingpalu