berita

Berita PUPR > Workshop Perencanaan Kawasan Ekowisata di Makassar


Thursday, 19 Sep 2019, Dilihat 98 kali

Workshop Perencanaan Kawasan Ekowisata di Makassar
 

Balai Litbang Perumahan Wilayah III Makassar bekerjasama dengan Pusat Studi Pariwisata Universitas Gajah Mada menyelenggarakan Workshop Perencanaan Kawasan Ekowisata pada tanggal 16-18 September 2019. Kegiatan dilaksanakan di Balai Litbang Perumahan WIlayah III Makassar dan Pulau Lakkang sebagai kunjungan lapangan. Kepala Balai Litbang Perumahan WIlayah III Makassar Sugeng Prayitno membuka kegiatan didampingi oleh Narasumber UGM Janianton Damanik dan Sotya Sasongko dari Pusat Studi Pariwisata UGM.

Kegiatan diselenggarakan sebagai bagian pelaksanaan Litbang Penerapan Model Perumahan Swadaya Tahun 2019 dan persiapan kegiatan Model Tranformasi Desa Tradisional sebagai Kawasan Ekowisata tahun 2020.  Peserta yang hadir terdiri dari Bappeda Kota Makassar, Dinas Pariwisata Kota Makasar dan Perwakilan Masyarakat Pulau Lakkang dan para pejabat fungsional dan tim litbang Balai Litbang Perumahan Wilayah III Makassar.

Ekowisata muncul sebagai bentuk tanggapan terhadap pariwisata konvensional atau massal  yang kurang memberikan manfaat jangka panjang, baik bagi wisatawan maupun bagi masyarakat lokal. Ekowisata dapat dikatakan sebagai pariwisata alternatif yang memiliki nilai petualangan, agro, penelitian, pendidikan, dan budaya kepada wisatawan maupun masyarakat lokal. Ekowisata menekankan pada pengoptimalan pemanfaatan sumber daya lingkungan yang menjadi unsur utama pembangunan pariwisata, menjaga proses ekologi dasar dan membantu konservasi warisan alam dan biodiversitas.

Workshop Perencanaan Kawasan Ekowisata terbagi menjadi 2 rangkaian acara. Pertama diskusi dengan pembahasan terkait sistem kepariwisataan nasional, kerangka dasar perencanaan ekowisata, ekowisata sebagai fokus perencanaan, metode dan strategi, proses perencanaan ekowisata, penentuan rencana program ekowisata, case study : CBT ekowisata heart of borneo, dan penentuan sumber daya ekowisata. Rangkaian kedua merupakan kunjungan lapangan ke Pulau Lakkang Makassar.

Diharapkan pelaksanaan kawasan ekowisata nanti dapat memberikan aktivitas ekonomi berkelanjutan bagi semua pihak yang terlibat secara adil. Masyarakat lokal memiliki pekerjaan yang stabil, peluang pendapatan, layanan sosial, dan dapat mereduksi kemiskinan. (Sugeng/Putri)