berita

Berita PUPR > Kriteria Desain Tata Bangunan dan Lingkungan Permukiman Tradisional di Wilayah NTB dan NTT


Friday, 27 Sep 2019, Dilihat 107 kali

Kriteria Desain Tata Bangunan dan Lingkungan Permukiman Tradisional di Wilayah NTB dan NTT
 

Judul Buku     : Kriteria Desain Tata Bangunan dan Lingkungan Permukiman Tradisional di Wilayah NTB & NTT      

Penyusun       : - Desak Putu Damayanti

                          - Eka Susanti

                          - Rudi Setiadji Agustiningtyas

                          - Johnny Rakhman

Penebit           : Pusat Penelitian dan Pengembangan Perumahan & Permukiman

Tahun             : 2018

Download       : Buku Output 2018 Penelitian-Kriteria desain-R1 

 

Materi Narasi

 

Rumah merupakan bentuk kebudayaan yang paling dasar yang dimiliki oleh manusia. Perubahan pada rumah khususnya pada hunian tradisional, umumnya muncul dari perubahan karakteristik penghuni dan perubahan aktivitas penghuninya. Jika perubahan fungsi dan bentuk pada rumah tradisional bersifat ekstrim maka dapat mengakibatkan hilangnya kadar kualitas baik dari segi makna maupun bentuk fisiknya. Namun apabila dilakukan suatu penanganan yang bersifat mengembalikan rumah tradisional masa lalu ke dalam masa kini seutuhnya maka akan berefek pada hilangnya kontek kesinambungan terhadap alam, lingkungan dan sosio – kulturnya saat ini. Untuk dapat mengembangkan suatu desain rumah tinggal yang tetap memperhatikan konsep-konsep pada rumah tinggal tradisional tersebut, maka penelitian ini menggunakan metode perancangan dengan pendekatan kontekstual. Dalam teori arsitektur, pendekatan kontekstual adalah sebuah proses perancangan desain bangunan-bangunan modern yang diselaraskan dengan bentuk-bentuk urban yang sering ditemui di kota-kota tradisional. Dalam konteks mempertahankan kontinuitas dan formalitas kota tradisional seperti inilah , “ide kontekstual” muncul kembali. Persoalan kontekstual adalah bagaimana menyelaraskan formalisme bangunan baru (melalui eksplorasi ”kesamaan gaya dan teknologi”) yang bersebelahan dengan bangunan lama atau lingkungan lama. Dengan Maksud dan Tujuan-Mendapatkan kriteria-kriteria dalam pengembangan desain tata bangunan dan lingkungan berdasarkan konsepsi permukiman tradisional setempat dan memperoleh 1 (satu) model desain pengembangan untuk masing- masing lokasi.

Penelitian ini didominasi oleh pendekatan eksplorasi (exploratory research design) yang dilakukan untuk mengetahui atribut pengembangan desain rumah tinggal yang berhubungan dengan preferensi konsumen. Penggalian atau identifikasi terhadap atribut yang muncul dilakukan melalui interview dan observasi lapangan. Pendekatan partisipatif selanjutnya dilakukan di akhir kegiatan yang melibatkan responden untuk mengetahui kesesuaian desain pengembangan yang dihasilkan melalui diskusi teknis. Responden adalah masyarakat yang tinggal di kawasan perimeter. Kawasan perimeter ditetapkan berada pada radius 500 m – 1 km dari permukiman tradisional sebagai zona inti (permukiman tradisional). Kesimpulan dari hasil observasi lapangan yang telah dilakukan adalah untuk dapat mengetahui arah pengembangan desain hunian berkarakter arsitektur lokal, sangat penting dilakukan pemetaan persepsi desain pengembangan khususnya pada area perimeter permukiman tradisional. Hal ini dikarenakan responden di sekitar permukiman tradisional (daerah perimeter) masih mengetahui karakter hunian tradisional, namun memiliki kebutuhan ruang-ruang tertentu yang perlu disesuaikan.