berita

Berita PUPR > Model Penataan Kawasan Lingkungan Binaan Terpadu Berbasis Kearifan


Friday, 27 Sep 2019, Dilihat 144 kali

Model Penataan Kawasan Lingkungan Binaan Terpadu Berbasis Kearifan
 

Judul Buku     : Model Penataan Kawasan Lingkungan Binaan Terpadu Berbasis Kearifan

                          Lokal di Kawasan Morotai

Penyusun       : - St. Hadidjah Sultan

                          - Muh. Yunus                        

                          - A. Dibya Widadi Nasrullah           

Penebit           : Pusat Penelitian Dan Pengembangan Perumahan & Permukiman

Tahun             : 2018

Download       : Buku Output 2018 Penerapan-Morotai-R1 

 

Materi Narasi

           

Desa Daruba memiliki tingkat kepadatan penduduk 249,36 jiwa/ km² (BPS, 2015) dan luas wilayah 12,46 km². Kondisi ini dapat berdampak terhadap tingkat kepadatan bangunan dan lingkungan permukiman akibat intervensi lahan dari tepian pantai sisi darat ke atas air tepi pantai. Akibat pertambahan jumlah penduduk di kawasan tepi air desa Daruba terus mengalami peningkatan, masyarakat membutuhkan hunian berupa rumah, Sementara itu, lahan tidak lagi memungkinkan untuk pengembangan. Kondisi ini menyebabkan masyarakat berinisiatif untuk pindah dan membangun hunian di atas air tepi pantai desa Daruba. Dilatarbelakangi hal tersebut maka terbentuklah permukiman yang menyebabkan tingkat kekumuhan lingkungan yang tidak terkendali, Pembangunan rumah tinggal tanpa memperhatikan hunian jarak antar bangunan sebagaimana regulasi dan petunjuk teknis tata cara membangun rumah dan lingkungan permukiman. Menurut regulasi, hal ini dipertegas dengan kriteria kumuh berdasarkan Peraturan Pemerintah Pekerjaan Umum (PU) No.2 Tahun 2016 tentang peningkatan kualitas terhadap perumahan kumuh dan permukiman kumuh. Dampak kekumuhan adalah kurang terjaganya pola hidup sehat, dengan indikasi sedikitnya toilet/WC/buangan kakus (survey 2017). Peraturan Pemerintah PU ini juga menekankan akan keberadaan permukiman di atas laut yang tidak memiliki legalitas lahan sehingga pola penanganan yang dilakukan dengan permukiman kembali atau re-settlement.

 Tujuan kegiatan ini adalah sebagai berikut:

  • Menerapkan model penataan kawasan lingkungan binaan terpadu sebagai bagian dari peningkatan  Kualitas lingkungan permukiman Desa Daruba Kabupaten Pulau Morotai   
  • Menerapkan pengetahuan dan tata cara lokal dalam mendirikan rumah gantung
  • Menerapkan pemanfaatan kayu badenga sebagai alternatif bahan bangunan lokal

Adapun penerima manfaat dari kegiatan adalah sebagai berikut:

  • Masyarakat desa Daruba pantai dan sekitarnya. Pemerintah menyediakan unit hunian permanen beserta administrasi sertifikat rumah dan lahan tanpa ada pungutan biaya dari warga calon penghuni;
  • Pemerintah Kabupaten Pulau Morotai. Penerapan konstruksi reklamasi pantai di lokasi kawasan rumah gantung akan mengurangi jumlah backlog perumahan di kabupaten Pulau Morotai;

Kegiatan ini telah dilakukan penerapan teknologi yaitu 4 unit homestay, 3 unit fasilitas umum dan biofilter yang merupakan hasil dari penelitian Puslitbang Perumahan dan Permukiman.Biofilter adalah Biological Filter Septic Tank yang terbuat dari bahan fiberglass yang lebih kuat dibandingkan degan bahan plastik. Biofilter dilengkapi media kontak yang dirancang khusus sehingga bakteri pengurai dapat tumbuh dan berkembang dengan sangat efektif, dan sistem desinfektan yang penggunaannya dapat disesuaikan dengan kebutuhan sehingga buangannya tidak meyebabkan pencemaran lingkungan.Teknologi pengolahan air limbah menggunakan Sistem Bio-Filter dapat memperluas bidang permukaan media tempat bakteri di dalam degradasi kontaminan air limbah. Air olahan dari sistem ini dapat dibuang langsung ke badan air karena sudah memenuhi standar baku mutu air limbah domestik yang ditetapkan oleh Puslitbang Perumahan dan Permukiman telah mengembangkan pengolahan air limbah menggunakan Sistem Bio-Filter.