berita

Berita PUPR > Prototipe Model Kawasan Hunian Rendah Energi


Friday, 27 Sep 2019, Dilihat 81 kali

Prototipe Model Kawasan Hunian Rendah Energi
 

Judul Buku   : Prototipe Model Kawasan Hunian Rendah Energi

Penyusun     : Prof. Dr. Arif Sabarudin, CES dan Tim

Penebit        : Pusat Penelitian Dan Pengembangan Perumahan & Permukiman

Tahun           : 2018

Download     : Buku Output 2018 Penelitian-Kawasan rendah energi-R1 

 

Materi Narasi

Penelitian Puslitbang Perumahan dan Permukiman (2017) memperoleh data konsumsi energi rumah tapak pada daerah beriklim panas adalah 50,3% untuk alat pengondisian udara (AC). Untuk mengurangi penggunaan alat pengondisian udara, bangunan rumah harus memiliki kinerja kenyamanan termal yang baik. Kenyamanan termal yang baik juga diharapkan dapat mengurangi beban kerja alat pengkondisi udarasehingga mengurangi konsumsi energi. Kenyamanan termal yang optimal pada bangunan dapat dicapai melalui strategi pendinginan pasif pada rancangan bangunan. Sejalan dengan hal – hal yang melatar belakangi penelitian ini, tujuan penelitian yaitu menerapkan purwarupa hunian dan kawasan hunian rendah energi.

Manfaat Upaya penurunan konsumsi energi pada bidang perumahan dan bangunan dapat mendukung upaya konservasi energi nasional yang diselenggarakan oleh pemerintah khususnya institusi terkait penyediaan energi listrik yaitu Kementerian ESDM dan Perusahaan Listrik Negara. Di lingkungan Kementerian PUPR penelitian ini bermanfaat dalam memberikan alternatif disain bangunan yang hemat energi. Kegiatan penelitian tahun 2018 merupakan tahap pembangunan hasil penyusunan DED tahun 2017. Lokasi penerapan dipindahkan dari Ciparay ke Cileunyi. Penerapan purwarupa bangunan hemat energi dengan membangun 14 bangunan rumah tipe 36 beserta infrastuktur pendukung seperti jalan lingkungan, parkir, kolam retensi, pengolahan limbah rumah tangga dan tempat penampungan sampah. Pengumpulan data primer dilakukan melaui pengukuran lapangan dan simulasi dengan piranti lunak EnergyPlus terhadap parameter kinerja termal bangunan. Hasil simulasi sebelumnya divalidasi dengan hasil pengukuran lapangan.