berita

Berita PUPR > Dukungan Pusat Litbang Perumahan dan Permukiman dalam Penanganan Pasca Bencana Gempa di Ambon Maluku


Monday, 07 Oct 2019, Dilihat 229 kali

Dukungan Pusat Litbang Perumahan dan Permukiman dalam Penanganan Pasca Bencana Gempa di Ambon Maluku
 

Pusat Litbang Perumahan dan Permukiman (Puskim) turut serta mendukung pelaksanaan rehabilitasi dan rekonstruksi pasca bencana gempa bumi yang terjadi di Kota Ambon dan Kabupaten Maluku Tengah Provinsi Maluku pada tanggal 26 September 2019 lalu. Gempa dengan skala 6,8 Magnitude mengakibatkan sejumlah bangunan rusak. Puskim mengirimkan Tim asesmen Kerusakan Bangunan Gedung yang terdiri dari Balai Litbang Bahan dan Konstruksi Bangunan dan Balai Litbang Perumahan Wilayah III Makassar. Tim asesmen dipimpin oleh Arkadia Rhamo, dengan anggota Andi Angga Arief Gumilang S, Andi Dibya Widadi, Djasmihul Ashary, dan Fachry Ali Samad. Tim asesmen Puskim membantu Tim Tanggap Darurat Gempa Maluku yaitu Balai Wilayah Sungai (BWS) Maluku, Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) Maluku, dan Balai Pelaksanaan Jalan Nasional XVI (BPJN) Maluku dalam proses rehabilitasi dan rekonstruksi pasca gempa.

Staf Ahli Menteri PUPR Bidang Keterpaduan Pembangunan sekaligus Ketua Harian Satgas Penanggulangan Bencana Kementerian PUPR A Gani Ghazaly Akman meninjau langsung lokasi bersama tim asesmen. Quick Assessment tahap I dilakukan pada tanggal 28 September – 3 Oktober 2019 dengan total 86 bangunan gedung dengan tingkatan kerusakan yang berbeda. Berdasarkan data tersebut, terdapat 27 unit gedung pemerintah termasuk gedung BBWS Maluku, BPPW Maluku, dan BPJN Maluku mengalami kerusakan. Terdapat 3 unit fasilitas pendidikan yang mengalami kerusakan berat yaitu Gedung Auditorium IAIN Ambon, Perpustakaan IAIN Ambon dan Laboratorium IAIN Ambon. Berdasarkan data 86 unit yang telah di asesmen diketahui bahwa 3 bangunan tidak rusak, 75 bangunan rusak ringan, 5 bangunan rusak sedang, dan 3 bangunan rusak berat.

Selain melakukan quick assessment, Tim Puskim juga berkoordinasi dalam penanganan rehabilitasi dan rekonstruksi pasca gempa Maluku, diantaranya dalam pembentukan Organisasi Tata Laksana Assessment Kerusakan Bangunan Pasca Gempa Bumi Maluku dan Pelatihan Assessor dan Verifikator Assessment Kerusakan Bangunan Pasca Gempa Bumi Maluku. Selanjutnya tim asesmen kerusakan bangunan/ gedung akan bertugas sesuai kebutuhan di lapangan dan dilakukan pergantian tim secara periodik (SGP, Putri)