berita

Berita PUPR > Preparatory Meeting Pelaksanaan Program SATREPS


Wednesday, 16 Oct 2019, Dilihat 210 kali

Preparatory Meeting Pelaksanaan Program SATREPS
 

Pada tanggal 15 Oktober 2019 bertempat di Kantor Pusat Litbang Perumahan dan Permukiman di Panyawungan Cileunyi, telah diadakan pertemuan sebagai persiapan pelaksanaan program SATREPS ((Science And Technology Research Partnership For Suistainable) yang merupakan program kerjasama Government to Government antara Pemerintah Indonesia Kementerian PUPR dan Pemerintah Jepang (JICA).

Acara dibuka oleh Kepala Pusat Litbang Perumahan dan Permukiman Dian Irawati. dihadiri oleh para Pejabat/perwakilan  dari instansi terkait yaitu  dari Badan Litbang, Ditjen Cipta Karya, Ditjen Pembiayaan Perumahan, Biro Perencanaan, Biro PAKLN, Puslitbang  BMKG,  Pemda Tegal, JICA, Hiroshima University, ITB, UPI Bandung, ITS, Univ Brawijaya, Univ Syah Kuala, Univ Hasanyuddin, Univ Sam Ratulangi dan Univ. Atmajaya Yogyakarta.

Seperti diketahui Kerjasama Riset antara Pusat Litbang Perumahan dan Permukiman dan Universitas Hiroshima Jepang telah dimulai sejak tahun 2016. Salah satu hasilnya adalah pembangunan rumah susun sederhana yang didesain untuk hemat energi di kota Tegal yang dilaksanakan di TA 2019.

Secara bersama di bulan oktober 2018 telah disusun proposal program melalu SATREPS dengan topik “Implementation of low-Carbon Affordable Apartements in the Hot-Humid Climate of Indonesia towards Paris Agreement 2013”. Program tersebut direncanakan akan dilaksanakan pada tahun 2019-2024. Telah disetujui pada bulan Mei 2019 oleh Pemerintah Jepang melalui  “Letter of Adoption“ antara universitas Jepang dan hibah untuk Indonesia melalui JICA Indonesia. Dengan dana pendamping program dari Kementerian PUPR melalui Pusat Litbang Perumahan dan Permukiman.

Tujuan dari proyek ini adalah mengembangakan teknologi tentang “low-carbon” dan menerapkannya di rumah susun di seluruh Indonesia. Selain itu akan disusun  standar dan pedoman tentang “passive-design” pada rumah susun di Indonesia.

Program akan dibagi menjadi 5 (lima) cluster, yaitu; “climate, human, building, energy dan implementation”  yang melibatkan berbagai lembaga dan perguruan tinggi di Indonesia, antara lain : BMKG, ITB, ITS, UGM. Univ. Brawijaya, UPI Bandung, Univ Syah Kuala, Univ Hasanuddin, Univ Sam Ratulangi dan Univ. Atmajaya Yogyakarta.

Catatan penting, diantaranya adalah komitmen dari semua pihak yang terlibat dalam kegiatan ini untuk mendukung joint research.  Dengan keterlibatan instansi terkait ini,  diharapkan hasil penelitian akan berdaya guna dan  dan tidak hanya berhenti pada laporan penelitian  semata serta membawa keuntungan yang akan diterima oleh semua pihak.

Dari  diskusi dihasilkan buah pemikiran, bagaimana organisasi SATREPS dijalankan, bentuk dari organ-organ, target yang akan dicapai dalam setiap klaster penelitian, mekanisme koordinasi antar negara (Jepang-Indonesia), antar klaster, antar peneliti yang diharapkan organisasi semakin lengkap strukturnya.

Diharapkan dengan komitmen bersama dan pengorganisasian yang baik dan solid, target-target agenda selanjutnya dapat dicapai. (Riana)