berita

Berita PUPR > Puskim Turut Serta Dalam Konsinyering Persiapan Pra Konvensi SKKNI Penilai TKT


Friday, 25 Oct 2019, Dilihat 355 kali

Puskim Turut Serta Dalam Konsinyering Persiapan  Pra Konvensi SKKNI Penilai TKT
 

Pusat Litbang Perumahan dan Permukiman turut hadir dalam kegiatan Konsinyering Persiapan Pra Konvensi Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) Penilai Tingkat Kesiapan Teknologi (TKT). Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 23 – 24 Oktober 2019 di Hotel Grand Mercure Jakarta. Sekretaris Ditjen Sumber Daya Iptek Kementerian Ristekdikti Anondho Wijanarko membuka rangkaian kegiatan. Beliau menyampaikan bahwa kegiatan dihadiri oleh para pemangku kepentingan di bidang standar nasional di lingkungan pemerintah maupun perguruan tinggi. Pusat Litbang Perumahan dan Permukiman diwakili oleh Kepala Bidang Program dan Evaluasi Kuswara, Kasubbid Monitoring dan Evaluasi Fani Deviana, dan Kasie Layanan Balai Litbang Perumahan Wilayah III Makasar Mifta Priyanto.

Konsinyering Persiapan Pra Konvensi dilaksanakan dalam rangka tindak lanjut dari Peraturan Menteri Ristekdikti No.42 tahun 2016 bahwa pengukuran kesiapterapan teknologi (TKT) wajib dilakukan terhadap penelitian dan pengembangan yang mendapat dana atau bekerjasama dengan Pemerintah. Perlu adanya kesepahaman standar kompetensi untuk melakukan penilaian terhadap tingkat kesiapterapan teknologi dari hasil atau produk penelitian dan pengembangan. Peserta diharapkan berkomitmen dalam proses dan tahapan menghasilkan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) Penilai TKT, baik secara tim perumus ataupun memberikan masukan, usulan, saran, untuk penyempurnaan rancangan standar (RSKKNI) yang akan disiapkan.

Tujuan utama Penilai TKT adalah melaksanakan penilaian atau pengukuran Tingkat Kesiapan Teknologi (TKT) dengan fungsi merencanakan, melaksanakan dan verifikasi, menganalisa dan melaporkan, serta melakukan monitoring dan evaluasi. Penilai muda TKT harus memiliki kompetensi membuat perencanaan pelaksanaan penilaian TKT, mengidentifikasi teknologi kunci atau CTE (Critical Technology Elements), mengidentifikasi pemenuhan bukti dan eksplorasi terhadap aktivitas riset dan bukti, dan melakukan pengukuran menggunakan Alat Ukur TKT (Tekno-Meter). 

Melalui konsinyering dapat memberikan informasi dan kondisi tentang standar yang sudah ada dan digunakan di bidang penilaian tingkat kesiapan teknologi, terbangunnya komitmen para peserta untuk menghasilkan standar yang lebih baik dan upaya sinergi untuk menghasikan SKKNI Penilai TKT yang dapat memberikan manfaat dan kontribusi dalam meningkatkan upaya penguasaan dan pemanfaatan teknologi atau hasil penelitian dan pengembangan.

Kegiatan berupa presentasi dan diskusi terkait Pengantar Penilaian TKT: Sistem dan Upaya Pemanfaatan Teknologi, Penilai TKT dan Standar Kompetensi Kerja Nasional, Kompetensi Penilai TKT, Agenda Tindak Lanjut Penyempurnaan Standar Kompetensi Penilai TKT, dan Agenda Tindak Lanjut Sinergi Pemangku Kepentingan serta Kolaborasi. (Mifta, Putri)