berita

Berita PUPR > Peresmian dan Serah Terima Model Rumah Swadaya di Makassar


Monday, 02 Dec 2019, Dilihat 42 kali

Peresmian dan Serah Terima Model Rumah Swadaya di Makassar
 

Balai Litbang Perumahan Wilayah III Makassar mengadakan peresmian dan serah terima model rumah panggung berbasis swadaya di Kelurahan Lakkang Kecamatan Tallo Kota Makassar. Acara ini diselenggarakan pada tanggal 2 – 4 Desember 2019. Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari berturut – turut terdiri dari peresmian dan serah terima, bimbingan teknis pengelolaan sampah rumah tangga, teknologi pemanfaatan bambu serta pengenalan rumah panggung kepada masyarakat.

Kegiatan dibuka dan diresmikan oleh Walikota Makassar Iqbal Suhaeb. Didampingi Ketua DPRD Makassar Rudianto lalo, Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman Fathur Rachim, dan Kepala Balai Litbang Perumahan Wilayah III Makassar Sugeng Paryanto. Kegiatan ini juga dihadiri oleh Jajaran SKPD Lingkungan Pemerintah Kota Makassar dan Masyarakat Kelurahan Lakkang Kecamatan Tallo.

Walikota Makassar Iqbal Suhaeb didampingi oleh Kepala Balai Litbang Perumahan Wilayah III Makassar Sugeng Paryanto, secara simbolis melakukan pengguntingan pita dan serah terima kepada warga penerima rumah panggung. Terdapat 3 model rumah panggung yang diserahkan. Rumah tersebut merupakan hasil litbang Balai Litbang Perumahan Wilayah III Makassar tahun 2019.

“Saya menyambut baik dengan mengangkat perumahan berbasis kearifan lokal. Kedepannya diharapkan Balai Litbang Perumahan III Makassar dapat meneruskan kegiatan ini. Jika diperlukan lokasi tetap di Kelurahan Lakkang sekaligus membantu peningkatan wisata. Kelurahan Lakkang merupakan asset wisata berbasis ekowisata,” kata Walikota Makassar saat memberikan sambutan. “Saya juga mengucapkan terimakasih kepada BLPW III Makassar karena selain membangun model rumah berbasis swadaya juga melakukan pendampingan dengan melaksanakan bimtek kepada masyarakat,” tambahnya.

Pelaksanaan pembangunan rumah panggung swadaya menerapkan model pemberdayaan dengan berbasis lokalitas, melibatkan material, teknologi, dan komunitas masyarakat sekitar. Mulai dari perencanaan hingga proses pembangunan. Balai Litbang Perumahan Wilayah III Makassar melakukan proses pendampingan bekerjasama dengan Arsitek Komunitas (ARKOM) Makassar. CSR dari PT. Mowilex Indonesia turut mendukung proses pelaksanaan pembangunan. Material yang digunakan dalam pembangunan memanfaatkan bahan bangunan lokal, serta memanfaatkan produk dari unit produksi bambu Zephyr yang ada di Unit Produksi Maros yang dikelola oleh warga.

Sebelumnya Balai Litbang Perumahan Wilayah III Makassar pada tahun 2012 telah menerapkan model keswadayaan masyarakat dalam penyediaan perumahan berbasis bahan bangunan lokal. Penerapannya di Desa Kabalutan Kabupaten Tojo Una – Una, dimodelkan melalui kegiatan Pengembangan Perumahan dan Permukiman Suku Bajo di Sulawesi Tengah.

Berdasarkan tingkat efektivitas dan efisiensi yang menjadi indikator keberhasilan model keswadayaan sebelumnya, tahun 2019 dilaksanakan model pembangunan rumah swadaya di Pulau Lakkang Kota Makassar. Daerah perkotaan tapi masih memiliki budaya Bugis yang kental.

“Kami harapkan model ini dapat direplikasi oleh Pemkot Makassar sebagai bagian dari proses alih teknologi Litbang. Dapat diadaptasi di daerah lain dengan karakter sosial dan budaya masyarakat yang berbeda sehingga dapat menjadi salah satu alternatif bagi masyarakat untuk membangun huniannya,” kata Kepala Balai Litbang Perumahan III Makassar (SGP, Putri)