berita

Berita PUPR > Bimbingan Teknis Pengelolaan Sampah dalam Rangka Peningkatan Kualitas Hunian untuk Permukiman Tradisional Lakkang


Wednesday, 04 Dec 2019, Dilihat 1487 kali

Bimbingan Teknis Pengelolaan Sampah dalam Rangka Peningkatan Kualitas Hunian untuk Permukiman Tradisional Lakkang
 

Permasalahan sampah merupakan masalah umum yang terjadi di seluruh wilayah Indonesia. Tak terkecuali di Kelurahan Lakkang, Kecamatan Tallo, Kota Makassar. Untuk itu, Tim dari Balai Litbang Perumahan Wilayah (BLPW) III Makassar menginisiasi Kegiatan Bimbingan Teknis Pengelolaan Sampah dalam rangka peningkatan kualitas hunian untuk permukiman tradisional. Dalam Kegiatan yang dilaksanakan pada tanggal 4 Desember 2019 di Kelurahan Lakkang, BLPW III Makassar berkolaborasi dengan Komunitas yang memiliki fokus dalam pengelolaan sampah yakni Forum Komunikasi Bank Sampah (FKBS) Kecamatan Tallo serta Koalisi Pemuda Hijau Indonesia (KOPHI) Regional Sulawesi Selatan. Acara dihadiri oleh warga Kelurahan Lakkang yang terdiri dari warga Lakkang secara umum serta siswa dari SD Negeri Lakkang.

Acara diawali dengan penyampaian teknologi hasil litbang bidang penyehatan lingkungan permukiman yang disampaikan oleh St. Hadidjah Sultan dari BLPW III Makassar. Kemudian dilanjutkan dengan pemaparan permasalahan persampahan di Indonesia oleh KOPHI Sulawesi Selatan. Selain itu, KOPHI juga melakukan praktik pemanfaatan sampah plastik menjadi ecobrick yang diikuti secara antusias oleh kurang lebih 50 siswa SD Negeri Lakkang. Siswa diajak mempelajari dan mempraktikkan langsung pemanfaatan sampah yang berasal dari sekitar lingkungan mereka.

Sementara materi yang disampaikan oleh Indra Rezki Rays selaku ketua FKBS Kecamatan Tallo adalah seputar pemanfaatan sampah dengan skema 3R (reduce, reuse, recycle) khususnya melalui Bank Sampah. Diketahui Bank Sampah di Kelurahan Lakkang sempat aktif sebelum akhirnya vakum, sehingga perlu ditingkatkan lagi partisipasi warga Lakkang demi mewujudkan lingkungan Lakkang yang bersih dan asri. Selain itu, warga juga belajar membuat pupuk kompos menggunakan komposter anaerob bersama Staf dari BLPW III Makassar. Demi mewujudkan lingkungan yang bebas dari sampah dan memenuhi target penurunan 30% timbunan sampah, maka diperlukan sinergitas antara masyarakat dan pemerintah. Pemerintah dalam hal ini berperan aktif menyediakan infrastruktur dan layanan tentang pengelolaan sampah. (RTS/ACH)